
Jo sangat antusias dan jatuh hati dengan sang pemilik perusahaan furniture yang bekerjasama dengan Jo, dia bernama Marcella.
“Terima kasih telah bekerjasama dengan perusahaanku.” Kata Jo.
“Sama-sama, semoga kita bisa mengembangkan perusahaan ini dengan baik, saya dengar perusahaan ini berkembang sangat pesat ya.” Kata Marcella.
“Ya begitulah, apalagi setelah perusahaanmu bergabung dengan kami. Sekali lagi terima kasih banyak ya.” Kata Jo.
“Sama-sama.” Bisik Marcella.
“Aku tunggu di tempat biasa.” Bisik Jo.
“Maaf, aku sibuk setelah ini aku ada acara.” Kata Marcella.
“Ayolah, aku mohon. Ini untuk merayakan hari baik ini. Aku tidak ingin mengecewakanmu.” Kata Jo.
“Bagaimana dengan istrimu dan kedua anakmu? Aku tidak ingin banyak omongan tentang diriku.” Kata Marcella.
“Jangan khawatirkan mereka, aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan, percayalah kepadaku.” Bisik Jo.
“Terima kasih.” Bisik Marcella.
Tiba-tiba Alin datang menghampiri suaminya.
“Mas, dia siapa? Kenapa kamu tidak mengenalkan dia kepadaku mas?” Tanya Alin tiba-tiba sambil menggandeng tangan suaminya.
“Oh iya perkenalkan dia istriku.” Kata Jo mengenalkan istrinya kepada Marcella.
“Oh salam kenal, perkenalkan aku Marcella.” Kata Marcella.
“Salam kenal, aku Alin istrinya pak Jo.” Kata Alin.
“Jadi Marcella ini CEO perusahaan furniture yang bekerjasama dengan kita, yang kemarin aku ceritakan kepadamu.” Kata Jo.
“Oh begitu ya, kamu sudah berkeluarga kan? Maksud saya sudah berumah tangga kan?” Tanya Alin.
“Kamu kenapa sih bertanya seperti itu kepadanya.” Bisik Jo kepada Alin.
“Memangnya kenapa? Memangnya aku salah jika bertanya seperti itu kepadanya?” Tanya Alin.
“Mama sedang apa disini? Mama jangan bikin malu.” Kata Celine tiba-tiba menghampiri Alin dan Jo.
“Maaf, saya permisi dulu ya. Silahkan lanjutkan pembicaraan kalian.” Kata Marcella.
“Maafkan ibu saya tante.” Kata Celine.
“Mohon maaf tante.” Kata Rafa.
“Tentu saja, dia yang membantu mama akhirnya bisa bebas dari penjara.” Kata Celine.
“Seharusnya mama berterima kasih kepadanya.” Kata Rafa.
“Tunggu sebentar, memangnya dia siapa kamu mas? Kenapa dia bisa membantuku bebas dari penjara?” Tanya Jo.
“Ceritanya panjang, ayo ikut aku.” Kata Jo sambil menarik tangan istrinya keluar.
“Tante maafkan ibuku ya, dia memang seperti itu, benar-benar membuatku malu saja.” Kata Celine kepada Marcella.
“Seharusnya aku tidak membantu keluargamu.” Kata Marcella.
“Maafkan keluarga saya.” Kata Rafa memohon maaf kepada Marcella.
Lalu Marcella segera pergi dari acara tersebut.
Kemudian Celine menelfon ayahnya.
“Hallo pa, papa sekarang dimana?” Tanya Celine.
“Papa sedang dalam perjalanan mengantar mama kamu pulang, ada apa?” Tanya Jo.
“Tante Marcella pergi begitu saja dan sepertinya sangat kesal dengan keluarga kita pa, bagaimana ini pa?” Tanya Celine.
“Baiklah, papa akan menelfonnya.” Kata Jo.
Kemudian Jo menurunkan istrinya di pinggir jalan.
“Kenapa berhenti?” Tanya Alin.
“Cepat turunlah lalu naiklah taksi atau minta jemput si Yudi.” Kata Jo.
“Apa? Kamu menyuruhku untuk turun? Kamu tega kepadaku mas?” Tanya Alin.
“Ini semua ulahmu, aku harus menemui Marcella karena dialah yang selama ini membantuku.” Kata Jo.
“Sebenarnya dia siapa kamu sampai kamu tega kepadaku mas?” Tanya Alin kesal.
“Aku tidak ada waktu lagi, cepat turun atau aku saja yang pergi.” Kata Jo.
“Aku ikut saja, aku akan meminta maaf kepadanya dan mengucapkan terima kasih kepadanya. Dengan begitu, aku tidak akan curiga kepadamu mas.” Kata Alin.
“Tidak perlu, biar aku sendiri yang pergi menemuinya.” Kata Jo.
Kemudian Jo turun dari mobilnya lalu naik taksi dan menghampiri kediaman Marcella.