Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 4



Jio


akhirnya bekerjasama dengan seorang investor yang sangat terkenal dan kaya raya


yaitu Jackson Lee. Mereka berdua pun saling berjabat tangan.


“Selamat,


saya sangat senang akhirnya bisa bekerjasama dengan Anda. Setelah ini mari kita


makan bersama dengan keluarga saya.” Kata Jio.


“Terima


kasih banyak.” Kata Jackson.


Setelah


itu mereka berdua makan bersama.


“Perkenalkan


ini istri saya, dan anak-anak saya.” Kata Jio.


“Ah


kamu.” Kata Abel.


“Perkenalkan


nama saya Jackson Lee.” Kata Jackson.


“Ah iya


perkenalkan nama saya Abel, istri tuan Jio.” Kata Abel.


“Ini anak


saya yang pertama dan disampingnya adalah anak kedua saya.” Kata Jio.


“Hallo,


namaku Laura, Laura Park.” Kata Laura.


“Hallo,


namaku Celo, Marcelo Park.” Kata Celo.


“Silahkan


duduk.” Kata Jio.


“Istri


anda terlihat sangat muda.” Kata Jackson.


“Dia


istri keduaku, tentu saja masih muda. Aku sangta bersyukur memiliki istri sepertinya dan aku sangat mencintainya.” Kata Jio.


“Wah sepertinya anda sangat menyayangi istri anda. Saya benar-benar sangat senang tinggal di Korea.” Kata Jackson.


“Kamu


sangat mahir berbahasa Korea ya.” Kata Jio.


“Tentu


saja, makanannya juga sangat enak. Aku sangat menyukainya.” Kata Jackson.


“Aku mau


ke toilet dulu ya.” Bisik Abel kepada Jio.


“Baiklah. Hati-hati ya sayang.”


Kata Jio.


Tidak


lama kemudian Jackson menghampiri Abel.


“Hai.”


Kata Jackson.


“Hai,


maaf saya tidak tau jika kamu adalah rekan bisnis suami saya.” Kata Abel.


“Tidak


apa-apa, salam kenal sebelumnya. Kamu benar-benar sangat cantik dan menawan.” Kata Jackson.


“Ah terima kasih,


bagaimana suamiku bisa mengenalmu dan kamu memilih untuk bekerjasama dengan


perusahaan milik suami saya.” Tanya Abel.


“Tuan Jio pernah pergi ke Amerika dan kebetulan aku bertemu dengannya. Lalu kami


saling kenal dan akhirnya kami memutuskan untuk bekerjasama.” Kata Jackson.


“Benarkah?


Wah ternyata suami saya memiliki rekan bisnis yang sangat baik sepertimu. Kalau


begitu permisi.” Kata Abel.


“Boleh


juga tuh istrinya Jio, sepertinya aku bisa memulainya dari istrinya. Dia


terlihat sangat cantik dan baik, gila si Jio bisa mendapatkan istri seperti


Abel.” Kata Jackson dalam hati.


**


Keluarga


Jio kembali pulang.


“Pa ada


yang ingin aku katakan pada papa.” Bisik Laura.


“Ada


“Aku


tidak sengaja melihat teman papa yaitu Jackson sedang bersama Abel tadi, Abel


terlihat senyum-senyum kepada teman papa. Aku curiga sepertinya Abel menyukai


Jackson. Secara dia kan masih muda, ganteng dan jauh lebih kaya dibanding


keluarga kita pa.” Bisik Laura.


“Benarkah?


Mana buktinya jika memang dia sedang bersama?” Tanya Jio.


“Ini pa,


aku sengaja mengambil foto mereka berdua diam-diam.” Kata Laura.


“Ok


terima kasih, cepat kembalilah ke dalam kamar.” Kata Jio.


“Ok,


selamat malam pa.” Kata Laura.


Setelah itu


Jio menghampiri istrinya.


“Apakah


kamu mengenal Jackson sebelumnya? Sepertinya kamu tampak sangat akrab


dengannya.” Kata Jio.


“Tidak,


aku tidak mengenalnya.” Kata Abel.


“Jangan


berbohong padaku, lalu kenapa kamu menemuinya didepan toilet?” Tanya Jio.


“Dia


menolongku karena aku terkunci didalam toilet.” Kata Abel.


“Kenapa


kamu bisa terkunci? Atau ini hanya taktik mu saja untuk menarik perhatian si


Jackson? Kalau bukan karena dia kaya raya mana mau aku


bekerjasama dengannya. Lihat saja nanti jika aku sudah berhasil mengambil semua


miliknya.” Kata Jio sangat


kesal.


“Jadi


kamu hanya akan memanfaatkan dia saja?” Tanya Abel.


“Bukan


urusanmu, urus saja bayi kita dengan baik.” Kata Jio.


“Aku


berhak mengetahuinya karena aku istrimu.” Kata Abel.


“Katakan


dulu padaku ada hubungan apa kamu dengan Jackson?” Tanya Jio sambil


menunjukkan foto Abel bersama Jackson.


“Seharusnya


kamu berterima kasih padanya karena dia telah menolongku, bagaimana jika dia


tidak datang menolongku? Pasti aku berada didalam toilet lebih lama dalam


keadaan gelap lagi.” Kata Abel.


“Kenapa


kamu tidak menelfonku?” Tanya Jio.


“Tasku


aku titipkan di Laura. Atau jangan-jangan Laura yang sengaja


mengunciku dari luar dan mematikan lampunya juga.” Kata Abel.


"Jaga ucapanmu ya dan jangan menuduh


Laura sembarangan.” Kata Jio.


“Jadi


kamu lebih membela anak yang bukan anak kandungmu daripada calon anak


kandungmu?” Kata Abel sangat marah.


“Pelankan


suaramu.” Bisik Jio sambil membungkam mulut Abel.


“Lepaskan


aku, aku tidak takut dengan semua ancamanmu.” Kata Abel.


“Wah


berani sekali kamu padaku, aku tidak segan-segan untuk menyakitimu ataupun


melukaimu sekalipun.” Ancam Jio.


“Jika


kamu berani melakukan itu padaku, aku akan menggugurkan bayi ini.” Ancam Abel.


“Jangan


berani macam-macam dengan anakku, lahirkan dia bagaimanapun caranya.” Kata Jio lalu dia pergi keluar kamar.