Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 14



Abel dirawat


dirumah sakit selama tiga hari, dia memang sengaja menonaktifkan ponselnya


selama dirawat dirumah sakit. Setelah itu dia barulah kembali pulang.


“Dari mana


saja kamu?” Tanya Jio.


“Tentu saja


bersembunyi karena kamu akan menyakitiku.” Kata Abel.


“Apakah


kandunganmu baik-baik saja?” Tanya Jio.


“Tentu saja.”


Kata Abel.


“Maafkan aku, aku


kemarin sangat marah padamu. Mulai sekarang jangan melakukan hal-hal yang bisa


membuatmu berbahaya.” Kata Jio sambil memeluk istrinya.


“Justru kamu


yang membuatku berbahaya.” Kata Abel dalam hati.


“Seharusnya


kamu jujur padaku agar aku tidak mencari tau semuanya sendiri.” Kata Abel.


“Tidak semua


hal harus kamu ketahui meskipun kamu istriku. Mulai sekarang sebaiknya kamu


dirumah saja setiap hari dan jangan keluar tanpa sepengetahuanku.” Kata Jio.


**


Jio


menjemput Laura di sekolahnya.


“Papa.” Kata


Laura.


“Masuklah,


papa ingin makan malam bersamamu.” Kata Jio.


“Wah, papa


mengajakku makan diluar dalam rangka apa?” Tanya Laura.


“Nanti kamu


akan mengetahuinya sendiri, masuklah.” Kata Jio.


“Aku ingin


makan mewah.” Kata Laura.


“Memangnya


papa pernah mengajakmu makan di tempat biasa?” Tanya Jio.


“Tidak pernah.


Kita hanya makan berdua saja pa?” Tanya Laura.


“Tentu saja.”


Kata Jio.


“Celo dan


istri papa tidak ikut?” Tanya Laura.


“Mereka


dirumah, papa ingin makan berdua dengan anak gadis papa yang sangat cantik.”


Kata Jio.


**


Setibanya di


restoran mewah.


“Wah tempatnya


bagus sekali, papa menyewa vip untuk sekedar makan malam kita pa?” Tanya Laura.


“Tentu saja,


duduklah dan makan sepuasmu. Anak SMA yang sedang giat belajar sesekali harus


banyak mengonsumsi makanan bergizi dan mewah.” Kata Jio.


“Terima kasih


banyak pa.” Kata Laura.


“Hari papa


akan benar-benar memanjakanmu.” Kata Jio sambil mengambilkan makanan untuk


putrinya.


“Makanlah.”


Kata Jio.


“Terima kasih


pa, papa juga harus makan.” Kata Laura.


Setelah mereka


makan bersama, saatnya Jio mulai beraksi.


“Apa yang


“Aku ingin


kuliah di SNU.” Kata Laura.


“Kamu yakin


hanya itu yang kamu inginkan?” Tanya Jio.


“Memangnya


papa ingin memberikan aku apa lagi? Atau apakah papa ingin aku melakukan


sesuatu?” Tanya Laura.


“Baguslah jika


kamu mengerti maksud papa. Papa akan memberikan apapun untukmu asalkan kamu


selalu menuruti semua keinginan papa.” Kata Jio.


“Aku ingin


menjadi pewaris JK Group, bisakah papa melakukannya? Aku juga ingin memiliki


apartemen mewah milik kita, atas nama aku.” Kata Laura.


“Wah


sepertinya kamu sudah mulai menekuni dunia bisnis ya.” Kata Jio.


“Karena aku


tidak ingin Celo memilikinya, lagipula aku dan dia berbeda ibu.” Kata Laura.


“Papa akan memberikan


apapun yang kamu inginkan jika kamu menggunakan otakmu dengan benar.” Kata Jio sangat marah kepada Laura. Laura sangat ketakutan dengan amarah ayahnya.


“Berani sekali


kamu bekerjasama dengan Abel dan masuk ke ruang rahasia milik papa.” Kata Jio sangat marah.


“Ampun pa,


maafkan aku pa. Dia memaksaku, dia bilang bahwa dia ingin melindungiku dari


papa. Aku mohon maafkan aku, aku berjanji hal ini tidak akan terulang kembali.


Saat itu aku kesal dengan papa lalu wanita itu datang dan membelaku jadi aku


merasa terlindungi. Sehingga aku membantunya.” Kata Laura memohon ampun


kepada Jio.


“Sejauh apa


dia mengetahui tentang papa? Lalu apa rencana dia selanjutnya?” Tanya Jio.


“Dia hanya


ingin mencari tau ruang rahasia milik papa. Setelah aku membuka ruang tersebut,


aku segera pergi jadi aku tidak tau apa rencana dia selanjutnya.” Kata Laura.


“Kurang ajar


dia, apa yang dia inginkan? Lalu apa saja yang dia temukan di ruanganku? Ini


semua gara-gara kamu, dasar anak bodoh tidak tau diri.” Kata Jio sambil melotot ke arah


putrinya.


“Maafkan aku


pa, aku mohon pa.” Kata Laura.


“Papa butuh


bukti jika kamu tidak akan pernah membantu dia lagi.” Kata Jio.


“Apa yang


harus aku lakukan agar papa bisa mempercayaiku kembali?” Tanya Laura.


“Ambil barang


yang dia ambil dari ruang rahasia papa.” Kata Jio.


“Aku bahkan


tidak tau apa yang dia ambil pa.” Kata Laura.


“Dia mengambil


sebuah buku diari, proposal serta album foto. Cari tau dimana dia


menyembunyikan semua itu lalu ambil dan berikan pada papa. Jika kamu gagal


mendapatkannya, papa tidak akan memberikan apartemen milik kita atas namamu,


begitu juga dengan JK Group papa lebih baik memberikannya kepada Celo.” Kata


Jio.


“Baik, aku


akan melakukan apapun asalkan papa bisa mempercayaiku.” Kata Laura.


“Bangunlah,


mari kita pulang. Sepertinya putri papa sesekali harus diberi pelajaran agar


bisa menjadi anak kebanggan papa.” Kata Jio.


Info :


Terima atas antusiasnya, author jadi semakin semangat buat update.


Jangan lupa mampir juga novelku yang lain ya, ada "Menua Bersamamu" dan "Terpaut Usia 15 Tahun".


Novel "Menua Bersamamu" sedang ongoing dan sudah sampai 150 episode, sedangkan novel "Terpaut Usia 15 Tahun" sudah ending loh.


Ceritanya tidak kalah menarik dan sangat seru serta dijamin cukup menegangkan dan membuat ketagihan bagi para pembaca.


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Terima kasih.