
Abel dirawat
dirumah sakit selama tiga hari, dia memang sengaja menonaktifkan ponselnya
selama dirawat dirumah sakit. Setelah itu dia barulah kembali pulang.
“Dari mana
saja kamu?” Tanya Jio.
“Tentu saja
bersembunyi karena kamu akan menyakitiku.” Kata Abel.
“Apakah
kandunganmu baik-baik saja?” Tanya Jio.
“Tentu saja.”
Kata Abel.
“Maafkan aku, aku
kemarin sangat marah padamu. Mulai sekarang jangan melakukan hal-hal yang bisa
membuatmu berbahaya.” Kata Jio sambil memeluk istrinya.
“Justru kamu
yang membuatku berbahaya.” Kata Abel dalam hati.
“Seharusnya
kamu jujur padaku agar aku tidak mencari tau semuanya sendiri.” Kata Abel.
“Tidak semua
hal harus kamu ketahui meskipun kamu istriku. Mulai sekarang sebaiknya kamu
dirumah saja setiap hari dan jangan keluar tanpa sepengetahuanku.” Kata Jio.
**
Jio
menjemput Laura di sekolahnya.
“Papa.” Kata
Laura.
“Masuklah,
papa ingin makan malam bersamamu.” Kata Jio.
“Wah, papa
mengajakku makan diluar dalam rangka apa?” Tanya Laura.
“Nanti kamu
akan mengetahuinya sendiri, masuklah.” Kata Jio.
“Aku ingin
makan mewah.” Kata Laura.
“Memangnya
papa pernah mengajakmu makan di tempat biasa?” Tanya Jio.
“Tidak pernah.
Kita hanya makan berdua saja pa?” Tanya Laura.
“Tentu saja.”
Kata Jio.
“Celo dan
istri papa tidak ikut?” Tanya Laura.
“Mereka
dirumah, papa ingin makan berdua dengan anak gadis papa yang sangat cantik.”
Kata Jio.
**
Setibanya di
restoran mewah.
“Wah tempatnya
bagus sekali, papa menyewa vip untuk sekedar makan malam kita pa?” Tanya Laura.
“Tentu saja,
duduklah dan makan sepuasmu. Anak SMA yang sedang giat belajar sesekali harus
banyak mengonsumsi makanan bergizi dan mewah.” Kata Jio.
“Terima kasih
banyak pa.” Kata Laura.
“Hari papa
akan benar-benar memanjakanmu.” Kata Jio sambil mengambilkan makanan untuk
putrinya.
“Makanlah.”
Kata Jio.
“Terima kasih
pa, papa juga harus makan.” Kata Laura.
Setelah mereka
makan bersama, saatnya Jio mulai beraksi.
“Apa yang
“Aku ingin
kuliah di SNU.” Kata Laura.
“Kamu yakin
hanya itu yang kamu inginkan?” Tanya Jio.
“Memangnya
papa ingin memberikan aku apa lagi? Atau apakah papa ingin aku melakukan
sesuatu?” Tanya Laura.
“Baguslah jika
kamu mengerti maksud papa. Papa akan memberikan apapun untukmu asalkan kamu
selalu menuruti semua keinginan papa.” Kata Jio.
“Aku ingin
menjadi pewaris JK Group, bisakah papa melakukannya? Aku juga ingin memiliki
apartemen mewah milik kita, atas nama aku.” Kata Laura.
“Wah
sepertinya kamu sudah mulai menekuni dunia bisnis ya.” Kata Jio.
“Karena aku
tidak ingin Celo memilikinya, lagipula aku dan dia berbeda ibu.” Kata Laura.
“Papa akan memberikan
apapun yang kamu inginkan jika kamu menggunakan otakmu dengan benar.” Kata Jio sangat marah kepada Laura. Laura sangat ketakutan dengan amarah ayahnya.
“Berani sekali
kamu bekerjasama dengan Abel dan masuk ke ruang rahasia milik papa.” Kata Jio sangat marah.
“Ampun pa,
maafkan aku pa. Dia memaksaku, dia bilang bahwa dia ingin melindungiku dari
papa. Aku mohon maafkan aku, aku berjanji hal ini tidak akan terulang kembali.
Saat itu aku kesal dengan papa lalu wanita itu datang dan membelaku jadi aku
merasa terlindungi. Sehingga aku membantunya.” Kata Laura memohon ampun
kepada Jio.
“Sejauh apa
dia mengetahui tentang papa? Lalu apa rencana dia selanjutnya?” Tanya Jio.
“Dia hanya
ingin mencari tau ruang rahasia milik papa. Setelah aku membuka ruang tersebut,
aku segera pergi jadi aku tidak tau apa rencana dia selanjutnya.” Kata Laura.
“Kurang ajar
dia, apa yang dia inginkan? Lalu apa saja yang dia temukan di ruanganku? Ini
semua gara-gara kamu, dasar anak bodoh tidak tau diri.” Kata Jio sambil melotot ke arah
putrinya.
“Maafkan aku
pa, aku mohon pa.” Kata Laura.
“Papa butuh
bukti jika kamu tidak akan pernah membantu dia lagi.” Kata Jio.
“Apa yang
harus aku lakukan agar papa bisa mempercayaiku kembali?” Tanya Laura.
“Ambil barang
yang dia ambil dari ruang rahasia papa.” Kata Jio.
“Aku bahkan
tidak tau apa yang dia ambil pa.” Kata Laura.
“Dia mengambil
sebuah buku diari, proposal serta album foto. Cari tau dimana dia
menyembunyikan semua itu lalu ambil dan berikan pada papa. Jika kamu gagal
mendapatkannya, papa tidak akan memberikan apartemen milik kita atas namamu,
begitu juga dengan JK Group papa lebih baik memberikannya kepada Celo.” Kata
Jio.
“Baik, aku
akan melakukan apapun asalkan papa bisa mempercayaiku.” Kata Laura.
“Bangunlah,
mari kita pulang. Sepertinya putri papa sesekali harus diberi pelajaran agar
bisa menjadi anak kebanggan papa.” Kata Jio.
Info :
Terima atas antusiasnya, author jadi semakin semangat buat update.
Jangan lupa mampir juga novelku yang lain ya, ada "Menua Bersamamu" dan "Terpaut Usia 15 Tahun".
Novel "Menua Bersamamu" sedang ongoing dan sudah sampai 150 episode, sedangkan novel "Terpaut Usia 15 Tahun" sudah ending loh.
Ceritanya tidak kalah menarik dan sangat seru serta dijamin cukup menegangkan dan membuat ketagihan bagi para pembaca.
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Terima kasih.