Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 24 (From Visual to Devil)



Keesokan harinya.


Celine minta diantar oleh papanya.


“Pa hari ini aku berangkat sekolah diantar sama papa saja ya.” Kata Celine.


“Kamu bilang dulu sama mama Marcella.” Kata Jo.


“Kenapa semua harus atas seizin dia sih pa.” Kata Celine.


“Papa ingin kamu bisa menjaga sikapmu dengannya dan menghargai dia sebagai ibumu.” Kata Jo.


“Biarkan saja mas, biar dia pergi ke sekolah sendiri saja. Sesekali beri dia kebebasan mas agar tidak seenaknya dengan orang tua.” Kata Marcella.


“Papa setuju, kamu berangkat ke sekolah sendiri saja.” Kata Jo.


“Kalau begitu beri aku mobil dan supir sekalian pa.” Kata Celine.


“Kalau itu urusan mama Marcella, pokoknya semua urusan dirumah ini menjadi urusan dia sedangkan papa hanya mengurus perusahaan di kantor, bukan begitu sayang?” Tanya Jo kepada Marcella.


“Terima kasih mas telah memberiku kepercayaan.” Kata Marcella.


Lalu Marcella pergi begitu saja, dia menghampiri kakaknya.


“Kak kamu berangkat ke sekolah naik apa? Aku bareng sama kakak saja ya.” Kata Celine.


“Aku diantar sama pak Yudi.” Kata Rafa.


“Loh kok sama si Yanti Yanto sih? Aku tidak mau satu mobil sama mereka, mereka tidak pantas dengan kita kak.” Kata Celine sangat kesal.


“Kalau kamu tidak mau satu mobil dengan mereka, minggir dan pergi saja sendiri.” Kata Marcella.


“Apa-apaan ini? Kenapa kamu membela pembantu kurang ajar ini?” Bentak Celine.


“Jaga ucapanmu ya Celine.” Bentak Marcella.


“Ada apalagi sih ini ribut-ribut seperti ini.” Kata Jo.


“Ini loh Celine, dia bilang tidak mau satu mobil dengan Yanti Yanto, dia bilang kalau tidak pantas jika Celine satu mobil dengan Yanti Yanto, aku hanya ingin mengajarkan kepadanya untuk tidak membeda-bedakan orang lain dan lebih menghargai orang lain mas.” Kata Marcella.


“Kamu selalu saja bikin ulah ya Celine, papa benar-benar lelah menghadapi anak keras kepala sepertimu.” Kata Jo.


“Kalian cepat berangkatlah nanti terlambat loh.” Kata Marcella kepada Rafa, Yanti dan Yanto.


“Lalu aku bagaimana?” Tanya Celine.


“Masuk mobil mama.” Kata Marcella.


“Pa tolong aku pa.” Kata Celine.


“Nurut saja apa kata mama Marcella.” Kata Jo.


**


Lagi-lagi Marcella seakan balas dendam kepada Celine. Kali ini dia melaporkan tindakan pembulian yang dilakukan oleh Celine kepada pihak sekolah. Hari itu Celine dipanggil ke ruang BK dan dia mendapatkan hukuman yaitu skors selama tujuh hari, namun dia tetap masuk sekolah namun untuk menjalani hukuman yaitu membersihkan aula sekolah dan sekaligus melakukan semua yang diperintahkan oleh guru wali kelasnya. Celine pun melaporkan hal ini kepada papanya. Saat itu juga Marcella lah yang datang ke sekolah Celine, dia menemui wali kelas dan guru BK.


“Selamat siang, saya dengan Marcella ibunya Celine.” Kata Marcella.


“Loh kok kamu yang datang? Dimana papaku? Harusnya papaku yang datang bukannya kamu atau lebih baik mamaku yang datang.” Kata Celine.


“Maafkan anak saya, dia seperti ini karena pertengkaran kedua orang tuanya, sekali lagi saya minta maaf atas nama Celine.” Kata Marcella meminta maaf kepada gurunya Celine.


“Kami mengerti bu, tapi tetap Celine harus menjalani hukuman dari sekolah, jika dia menolak maka terpaksa pihak sekolah akan membawa masalah ini ke pihak kepolisian.” Kata guru BK.


“Saya sama sekali tidak keberatan jika Celine harus menjalani hukuman di sekolahnya karena memang dia bersalah bu.” Kata Marcella, lalu Marcella membawa Celine keluar.


“Lepaskan aku.” Bentak Celine.


“Jangan berisik atau kamu akan mendekam di penjara.” Ancam Marcella.


Marcella membawa Celine kedalam mobil. Celine memang tidak takut sama sekali dengan semua ancaman Marcella.


“Ini pasti ulahmu kan? Kamu sengaja melaporkanku ke pihak sekolah kan? Aku akan bilang kepada papa agar papa memberi mereka uang suap sehingga aku tidak harus menjalani hukuman ini.” Kata Celine.



“Silahkan bilang kepada papa kamu, asal kamu tau ya papa kamu itu ada dibawah kekuasaanku jadi pasti dia akan lebih mendengarkanku dibandingkan dengan kamu anaknya sendiri.” Kata Marcella.


“Kita lihat saja nanti dirumah, siapa yang menang.” Kata Celine.