Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 21



Abel mengikuti Laura diam-diam,


dan ternyata Laura pergi ke sebuah hotel. Abel mengikutinya namun dia tidak


melihat dengan siapa anaknya bertemu.


“Dia kenapa pergi ke sebuah


hotel? Dia menemui siapa ya?” Tanya Abel dalam hati.


Kemudian Abel menelfon Laura.


“Hallo, ada apa?” Tanya Laura.


“Kamu dimana sayang?” Tanya Abel.


“Jadi kamu sedang


mengintrogasiku? Aku sedang belajar bersama dirumah temanku, ada apa? Hari ini


hari libur jadi aku tidak pergi ke sekolah, haruskah aku bilang padamu juga?”


Tanya Laura.


“Tidak kok, aku hanya khawatir


denganmu. Lain kali jika kamu pergi kemanapun tolong kabari mama ya. Kamu tidak


sedang melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan mama kan?” Tanya Abel.


“Aku sedang sibuk, nanti aku


telfon kembali.” Kata Laura, lalu dia menutup telfonnya.


Abel pun terpaksa bertanya kepada


resepsionis.


“Saya mau bertanya tentang tamu


di kamar vip nomor 5.” Kata Abel.


“Mohon maaf, kami tidak bisa


memberikan info tamu kami kepada orang asing karena itu menyangkut privasi.”


Kata resepsionis.


“Kamu menganggapku orang asing?


Aku bisa saja memecatmu hari ini, aku CEO JK Group bahkan pemilik hotel ini dan


atasanmu bekerja dibawah JK Group. Cepat beritahu siapa tamu dari kamar vip


nomor 5.” Kata Abel kesal.


“Baik, mohon tunggu sebentar.”


Kata resepsionis.


Tidak lama kemudian resepsionis


tersebut memberikan info terkait tamu kamar tersebut.


“Tamu kamar vip nomor 5 atas nama


Park Laura.” Kata resepsionis.


“Apa? Laura memesan kamar itu?


Tapi untuk siapa? Apa yang sedang dia sembunyikan dariku?” Tanya Abel dalam


hati. Kemudian Abel menemui putrinya ke kamar tersebut.


Abel mengetuk pintu kamar vip


nomor 5.


Tidak lama kemudian pintu


tersebut terbuka.


“Mama, sedang apa disini?” Tanya Laura.


sedang apa memesan hotel disini? Apakah kamu sedang menemui seseorang?


Bagaimana mungkin seorang siswa SMA bisa memesan hotel sedangkan kamu tidak


memiliki kartu identitas penduduk.” Tanya Abel.


“Aku sedang belajar bersama


dengan teman-temanku, dan guruku yang memesankan hotel ini tapi menggunakan


namaku, lagipula kamu adalah CEO Jk Group tentu saja aku memanfaatkan


kekuasaanmu. Apakah kamu sedang menyelidikiku?” Tanya Laura.


“Kenapa kamu tidak memberitahuku?


Jika kamu memberitahuku, mama bisa memesankan tempat yang jauh lebih bagus dari


ini.” Kata Abel.


“Bisakah kamu keluar dan pulang?


Teman-temanku terganggu dengan kedatanganmu.” Kata Laura.


“Baiklah, maafkan mama. Nanti


mama akan menjemputmu dan kita makan malam bersama.” Kata Abel. Lalu Abel


kembali pulang.


Teman-teman Laura juga kemudian


segera kembali pulang. Setelah teman-temannya kembali pulang, Laura menelfon


seseorang.


“Maaf, tadi ibuku sedang


mengikutiku jadi tidak bisa menemuimu. Bisakah kita bertemu besok?” Tanya Laura.


“Tentu, aku akan menjemputmu di


tempat yang aku kirimkan.” Kata seseorang tersebut.


“Terima kasih.” Kata Laura.


**


Laura kembali ke rumah.


“Laura-a minggu depan mama


berencana untuk pergi ke luar negeri mengunjungi Celo, kamu bisa ikut kan?”


Tanya Abel.


“Aku tidak bisa, pergilah sendiri


tanpa mengajakku.” Kata Laura.


“Memangnya kamu tidak merindukan


adikmu?” Tanya Abel.


“Aku bisa menelfonnya jika aku


merindukannya.” Kata Laura.


“Iya sih tapi pasti Celo sangat


merindukanmu dan ingin bertemu juga denganmu.” Kata Abel.


“Aku sibuk karena harus ikut les


vokal setiap hari, aku tidak ada waktu untuk bersenang-senang.” Kata Laura.


“Baiklah kalau begitu, jaga


dirimu dengan baik ya. Kalau butuh apapun bisa menelfonku dan jangan melakukan


hal dengan gegabah.” Kata Abel.