
Abel mengikuti Laura diam-diam,
dan ternyata Laura pergi ke sebuah hotel. Abel mengikutinya namun dia tidak
melihat dengan siapa anaknya bertemu.
“Dia kenapa pergi ke sebuah
hotel? Dia menemui siapa ya?” Tanya Abel dalam hati.
Kemudian Abel menelfon Laura.
“Hallo, ada apa?” Tanya Laura.
“Kamu dimana sayang?” Tanya Abel.
“Jadi kamu sedang
mengintrogasiku? Aku sedang belajar bersama dirumah temanku, ada apa? Hari ini
hari libur jadi aku tidak pergi ke sekolah, haruskah aku bilang padamu juga?”
Tanya Laura.
“Tidak kok, aku hanya khawatir
denganmu. Lain kali jika kamu pergi kemanapun tolong kabari mama ya. Kamu tidak
sedang melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan mama kan?” Tanya Abel.
“Aku sedang sibuk, nanti aku
telfon kembali.” Kata Laura, lalu dia menutup telfonnya.
Abel pun terpaksa bertanya kepada
resepsionis.
“Saya mau bertanya tentang tamu
di kamar vip nomor 5.” Kata Abel.
“Mohon maaf, kami tidak bisa
memberikan info tamu kami kepada orang asing karena itu menyangkut privasi.”
Kata resepsionis.
“Kamu menganggapku orang asing?
Aku bisa saja memecatmu hari ini, aku CEO JK Group bahkan pemilik hotel ini dan
atasanmu bekerja dibawah JK Group. Cepat beritahu siapa tamu dari kamar vip
nomor 5.” Kata Abel kesal.
“Baik, mohon tunggu sebentar.”
Kata resepsionis.
Tidak lama kemudian resepsionis
tersebut memberikan info terkait tamu kamar tersebut.
“Tamu kamar vip nomor 5 atas nama
Park Laura.” Kata resepsionis.
“Apa? Laura memesan kamar itu?
Tapi untuk siapa? Apa yang sedang dia sembunyikan dariku?” Tanya Abel dalam
hati. Kemudian Abel menemui putrinya ke kamar tersebut.
Abel mengetuk pintu kamar vip
nomor 5.
Tidak lama kemudian pintu
tersebut terbuka.
“Mama, sedang apa disini?” Tanya Laura.
sedang apa memesan hotel disini? Apakah kamu sedang menemui seseorang?
Bagaimana mungkin seorang siswa SMA bisa memesan hotel sedangkan kamu tidak
memiliki kartu identitas penduduk.” Tanya Abel.
“Aku sedang belajar bersama
dengan teman-temanku, dan guruku yang memesankan hotel ini tapi menggunakan
namaku, lagipula kamu adalah CEO Jk Group tentu saja aku memanfaatkan
kekuasaanmu. Apakah kamu sedang menyelidikiku?” Tanya Laura.
“Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Jika kamu memberitahuku, mama bisa memesankan tempat yang jauh lebih bagus dari
ini.” Kata Abel.
“Bisakah kamu keluar dan pulang?
Teman-temanku terganggu dengan kedatanganmu.” Kata Laura.
“Baiklah, maafkan mama. Nanti
mama akan menjemputmu dan kita makan malam bersama.” Kata Abel. Lalu Abel
kembali pulang.
Teman-teman Laura juga kemudian
segera kembali pulang. Setelah teman-temannya kembali pulang, Laura menelfon
seseorang.
“Maaf, tadi ibuku sedang
mengikutiku jadi tidak bisa menemuimu. Bisakah kita bertemu besok?” Tanya Laura.
“Tentu, aku akan menjemputmu di
tempat yang aku kirimkan.” Kata seseorang tersebut.
“Terima kasih.” Kata Laura.
**
Laura kembali ke rumah.
“Laura-a minggu depan mama
berencana untuk pergi ke luar negeri mengunjungi Celo, kamu bisa ikut kan?”
Tanya Abel.
“Aku tidak bisa, pergilah sendiri
tanpa mengajakku.” Kata Laura.
“Memangnya kamu tidak merindukan
adikmu?” Tanya Abel.
“Aku bisa menelfonnya jika aku
merindukannya.” Kata Laura.
“Iya sih tapi pasti Celo sangat
merindukanmu dan ingin bertemu juga denganmu.” Kata Abel.
“Aku sibuk karena harus ikut les
vokal setiap hari, aku tidak ada waktu untuk bersenang-senang.” Kata Laura.
“Baiklah kalau begitu, jaga
dirimu dengan baik ya. Kalau butuh apapun bisa menelfonku dan jangan melakukan
hal dengan gegabah.” Kata Abel.