Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 37



Laura masih menunggu Adele hingga keesokan harinya, begitu juga dengan Abel dan Jackson.


“Kenapa Adele belum juga sadar? Apakah luka dia sangat parah?” Tanya Abel kepada Jackson.


“Jangan khawatir, dia akan segera pulih kok.” Kata Jackson.


“Aku sangat ingin memberitahu Laura bahwa Adele adalah ibu kandungnya.” Bisik Abel kepada Jackson.


“Sudahlah, kita ikuti apa kemauan Adele, Adele sendiri yang menginginkan untuk memberitahu Laura sendiri. Sekarang aku akan mengantarmu pulang, aku sudha menyuruh sekretarisku untuk mengawasi Laura dan Adele, nanti saat Adele sadar, dia akan memberitahuku. Kamu pasti lelah sekali.” Kata Jackson.


“Aku tidak apa-apa kok, kamu kembalilah pulang. Aku disini untuk menemani Laura, saat ini Jio pasti sedang mengincar Laura. Jadi aku harus melindunginya.” Kata Abel.


“Aku tidak tega meninggalkanmu sendiri disini, kalau begitu aku akan menemanimu disini.” Kata Jackson.


**


Adele tersadar.


“Adele sadar mas.” Kata Abel.


“Aku akan memanggil dokter.” Kata Jackson.


“Akhirnya kamu sadar juga, apa yang terjadi? Siapa yang menembakmu? Apakah kamu mengingat sesuatu?” Tanya Laura.


“Laura, apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Adele.


“Aku baik-baik saja, apakah kamu melakukan hal itu untuk melindungiku?” Tanya Laura.


“Syukurlah kamu baik-baik saja.” Kata Adele sambil menggenggam tangan Laura.


“Laura pergilah sebentar, ada yang ingin aku bicarakan dengan tante Adele.” Kata Abel.


Kemudian Laura keluar dari ruang inap.


“Lebih baik aku terluka daripada anakku, hanya ini yang bisa aku lakukan demi anakku. Aku belum sempat mengatakan bahwa dialah anakku, rasanya aku tidak sanggup mengatakannya. Pasti Jio akan mengincarku dengan menjadikan Laura sebagai kelemahanku.” Kata Adele.


“Memangnya apa yang di incar Jio darimu?” Tanya Abel.


“Akulah saksi atas kejadian yang menimpa ibu kandung Ha Joon, aku mengetahui semua kelakuan busuk Jio. Sebenarnya Jio bukanlah anak kandung tuan Park, tuan Park adalah ayah tiri Jio. Namun karena keserakahan Jio dan ibunya, akhirnya dialah yang mewarisi JK Group, tapi aku lega karena saat ini yayasan rumah sakit dan sekolah akhirnya jatuh ke tanganmu, namun kamu justru memberikannya kepadaku, aku pun kemudian memberikannya atas nama anakku. Sebenarnya aku adalah mantan pembantu di rumah tuan park, dia memperlakukanku dengan sangat baik bahkan layaknya putri mereka sendiri. Dulu ibuku bekerja sebagai kepala asisten rumah tangga dan usiaku saat itu masih sangat muda, jadi aku hanya membantu pekerjaan ibuku. Kemudian tuan Park menyekolahkanku. Hingga suatu hari istri tuan park meninggal dunia karena sakit. Setelah itu dia menikahi ibu Jio, awalnya aku merasa kasihan dengan Jio, namun lama kelamaan aku dan Jio saling jatuh cinta. Kemudian aku hamil Laura, tentu saja tuan Park sangat murka padaku karena saat itu Jio akan menikahi Lily. Aku tidak tau harus berbuat apa sehingga aku meminta bantuan kepada ibu kandung Jio. Dia menyuruhku pergi ke luar negeri, aku menurutinya. Aku sangat mempercayai Jio dan ibunya karena aku memperlakukan dan melayani mereka dengan baik. Setibanya aku di luar negeri, ternyata Jio dan ibunya tidak pernah menemuiku. Akhirnya aku kembali lagi ke Korea untuk menemui Jio, namun dia sedang menemani istrinya yang sedang melahirkan. Dan disaat itulah, aku merasa sangat iri dengan Lily, dia hidup layaknya seorang putri sedangkan aku sangat menderita. Kemudian aku tanpa sengaja mendengar percakapan orang tua Lily bahwa anak itu bukanlah anak kandung Jio. Tentu saja aku akan menggunakan kesempatan itu untuk meminta bantuan kepada tuan Park. Akhirnya aku memberitahu tuan Park bahwa anak yang dikandung Lily bukanlah anak kandung Jio.” Kata Adele.


“Lalu apa tanggapan tuan Park?” Tanya Abel.


“Dia sangat murka dengan Lily dan keluarganya namun keluarganya telah banyak membantu keluarga tuan Park. Setelah aku menceritakan semua kebenaran itu, aku meminta satu hal agar anakku bisa hidup dengan baik bersama ayahnya yaitu Jio. Aku tidak ingin hidup anakku menderita. Aku juga meminta banyak materi dari tuan Park untuk menjaga rahasia tersebut. Akhirnya dia membawaku ke ruang rahasia milik tuan Park. Disana tersimpan tumpukan emas dan uang tunai, dia memintaku untuk mengambil sebanyak yang aku inginkan.” Kata Adele.


“Lalu bagaimana dengan anak kalian?” Tanya Abel.


“Aku melahirkan Laura di hari yang sama dengan Lily, kemudian tuan Park menukar anakku dengan anak Lily. Kemudian aku memberitahu bahwa anak itu adalah anakku dan Jio, Jio bahkan sangat berterima kasih kepadaku karena memberikan Laura kepadanya. Aku meminta agar selalu menyayangi Laura dengan baik dan memperlakukan Laura dengan penuh perhatian. Namun Jio justru menyakiti Laura, dari situlah akhirnya aku mulai melarikan diri dan mengkhianati Jio dengan meminta bantuan padamu.” Kata Adele.


“Tunggu sebentar, tapi yang dikatakan Lily adalah anakmu meninggal saat lahir dan anak yang selamat adalah anak Lily. Kemudian Jio bilang kepadaku bahwa yang meninggal adalah anak Lily. Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Aku benar-benar sangat bingung.” Kata Abel.


“Anak kandung Lily masih hidup sampai saat ini. Tuan Park menyuruhku untuk merawatnya dan sebagai gantinya anakku dibesarkan di keluarga JK Group. Dengan begitu Laura tidak akan hidup menderita dan dia akan mendapatkan banyak kasih sayang dari keluarganya.” Kata Adele.


“Lalu dimana anak Lily saat ini? Kenapa kamu tidak memberitahu kepada Lily? Dia pasti akan senang jika anaknya masih hidup.” Kata Abel.


“Jika aku mengatakan kepada Lily, tuan Park tidak akan tinggal diam. Aku selalu memantau keadaan anak Lily, dia sekolah di yayasan JK Group dan dia adalah korban bully dari Laura dan teman-temannya. Jika Lily tau bahwa korban bully Laura adalah anaknya, pasti Lily akan membalas dendam kepada Laura. Aku tidak ingin hal itu terjadi. Saat ini anak Lily tinggal bersama orang tua angkatnya, namun mereka sangat baik kok. Setiap bulan aku selalu mengirimkan uang kepada mereka. Jadi aku tidak merasa bersalah lagi pada Lily.” Kata Adele.


“Lalu apa rencanamu dan keinginanmu?” Tanya Abel.


“Hidup bersama Laura dengan bahagia, aku tidak peduli jika dia menganggapku sebagai tantenya atau siapapun.” Kata Adele.


“Tinggallah bersamaku, kamu aman denganku. Aku akan mengatakan pada Laura bahwa kamu adalah guru tutornya, selain itu kamu juga bisa menemaninya kemanapun dia pergi. Karena aku masih berstatus sebagai wali sah dari Laura.” Kata Abel.


“Benarkah? Baiklah aku bersedia.” Kata Adele.