Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 33



Keesokan


paginya.


Abel


bangun terlebih dahulu, namun dia tidak beranjak dari ranjang karena dirinya


masih dalam pelukan Jackson. Dia mengamati Jackson sambil tersenyum dan


mengelus rambutnya.


“Apakah


aku benar-benar telah jatuh cinta kepadamu? Apa benar kamu orang yang tulus


padaku?” Tanya Abel dalam hati. Tiba-tiba Jackson terbangun.


“Kamu


sudah bangun?” Tanya Jackson.


“Aku


mau menemui Laura dulu.” Kata Abel.


“Dia


pergi bersama Leo.” Kata Jackson.


“Pergi


bersama Leo? Mereka pergi kemana?” Tanya Abel.


“Dari


kemarin mereka pergi, memangnya dia tidak memberitahumu?” Tanya Jackson.


“Dia


tidak bilang apapun kepadaku. Aku akan menelfonnya.” Kata Abel.


Abel


menelfon Laura.


“Hallo


Laura-a kamu dimana sekarang?” Tanya Abel.


“Jangan


mencariku, aku tidak ingin mengganggumu. Kamu berhak bahagia bersama Ahjushi.”


Kata Laura kemudian dia menutup telfonnya.


“Sepertinya


Laura pergi, aku harus mencarinya.” Kata Abel.


“Tenang


dan jangan panik.” Kata Jackson.


“Tentu


saja aku sangat panik, aku takut Jio akan menemukannya terlebih dahulu.” Kata


Abel.


“Lagipula


Jio adalah ayah kandungnya, mana mungkin dia tega melakukan hal yang membahayakan


untuk anaknya.” Kata Jackson.


“Jio


berbeda, dia bisa melakukan hal apapun termasuk membahayakan anaknya. Cepat


hubungi Leo dan tanyakan Laura pergi kemana.” Kata Abel.


“Laura


masih disini kok, dia sedang bersama Leo.” Kata Jackson.


“Benarkah?


Syukurlah kalau begitu, lalu dimana dia sekarang? Aku harus menemuinya.” Kata


Abel.


“Baiklah,


aku akan mengantarmu menemui Laura.” Kata Jackson.


**


Laura


berada dirumah Leo. Saat di Bandara, Leo memperingatkan Laura agar tidak


kembali dulu ke Korea karena Abel pasti akan mencemaskan keadaannya, akhirnya Laura


tidak jadi kembali ke Korea. Leo memasak makanan untuk Laura.


“Makanlah,


pasti kamu sangat lapar.” Kata Leo.


“Terima


kasih banyak. Aku akan memakannya.” Kata Laura.


“Lebih


baik setelah ini temui ibumu, dia pasti khawatir denganmu.” Kata Leo.


“Dia


berhak bahagia dengan Jackson Ahjushi.” Kata Laura.


Tidak


lama kemudian, datanglah Abel.


“Laura-a.”


Panggil Abel lalu memeluk erat Laura.


“Bagaimana


kamu bisa tau kalau aku sedang disini?” Tanya Laura.


“Jangan


pernah pergi meninggalkan mama, kita bisa memulai semuanya dari awal disini.


Mama tidak ingin kehilangan kamu, meskipun kamu bukanlah anakku tapi jujur saja


mama benar-benar sangat menyayangimu. Tolong jangan kembali kepada papa kamu


ya.” Kata Abel.


“Tapi


aku kasihan dengannya.” Kata Laura.


“Baiklah,


setiap kali kamu bertemu dengannya bilang padaku, aku akan mengantarkanmu.”


Kata Abel.


“Baiklah,


aku tidak ingin membuatmu menderita.” Kata Laura.


“Aku


sama sekali tidak menderita karenamu.” Kata Abel.


**


Laura


dan Abel sedang pergi berbelanja di salah satu mall.


“Aku


ingin beli tas dan sepatu itu.” Kata Laura.


“Beli


semua yang kamu inginkan.” Kata Abel.


“Benarkah?”


Tanya Laura.


“Tentu


saja.” Kata Abel.


“Terima


kasih.” Kata Laura sambil memeluk Abel.


“Aku


tunggu di kafe sebelah ya, Jackson sudah menungguku. Dia ingin mengajak kita


makan bersama.” Kata Abel.


“Leo


ikut juga tidak?” Tanya Laura.


“Entahlah,


kenapa kamu tiba-tiba menanyakan Leo? Sepertinya kamu sedang jatuh cinta ya


dengannya, memang pesona Leo sangat memikat.” Kata Abel.


“Dia


orang Korea juga ternyata.” Kata Laura tersipu malu.


“Mama


tidak melarang kok jika kamu ingin menjalin hubungan dengan siapapun asalkan


dia bisa menerimamu dengan baik dan tulus.” Kata Abel.


“Tapi


sepertinya dia tidak menyukaiku, dia memiliki wanita lain yang seusia dengannya.”


Kata Laura.


“Semangat


untukmu.” Bisik Abel. Kemudian Abel pergi menghampiri Jackson, sedangkan Laura


sedang asyik berbelanja. Tiba-tiba dia bertemu dengan sekretaris Kim


(sekretaris Jio).


“Sekretaris


Kim.” Kata Laura.


“Ikutlah


denganku, ada yang ingin aku sampaikan kepada nona.” Kata sekretaris Kim.