
Keesokan
paginya.
Abel
bangun terlebih dahulu, namun dia tidak beranjak dari ranjang karena dirinya
masih dalam pelukan Jackson. Dia mengamati Jackson sambil tersenyum dan
mengelus rambutnya.
“Apakah
aku benar-benar telah jatuh cinta kepadamu? Apa benar kamu orang yang tulus
padaku?” Tanya Abel dalam hati. Tiba-tiba Jackson terbangun.
“Kamu
sudah bangun?” Tanya Jackson.
“Aku
mau menemui Laura dulu.” Kata Abel.
“Dia
pergi bersama Leo.” Kata Jackson.
“Pergi
bersama Leo? Mereka pergi kemana?” Tanya Abel.
“Dari
kemarin mereka pergi, memangnya dia tidak memberitahumu?” Tanya Jackson.
“Dia
tidak bilang apapun kepadaku. Aku akan menelfonnya.” Kata Abel.
Abel
menelfon Laura.
“Hallo
Laura-a kamu dimana sekarang?” Tanya Abel.
“Jangan
mencariku, aku tidak ingin mengganggumu. Kamu berhak bahagia bersama Ahjushi.”
Kata Laura kemudian dia menutup telfonnya.
“Sepertinya
Laura pergi, aku harus mencarinya.” Kata Abel.
“Tenang
dan jangan panik.” Kata Jackson.
“Tentu
saja aku sangat panik, aku takut Jio akan menemukannya terlebih dahulu.” Kata
Abel.
“Lagipula
Jio adalah ayah kandungnya, mana mungkin dia tega melakukan hal yang membahayakan
untuk anaknya.” Kata Jackson.
“Jio
berbeda, dia bisa melakukan hal apapun termasuk membahayakan anaknya. Cepat
hubungi Leo dan tanyakan Laura pergi kemana.” Kata Abel.
“Laura
masih disini kok, dia sedang bersama Leo.” Kata Jackson.
“Benarkah?
Syukurlah kalau begitu, lalu dimana dia sekarang? Aku harus menemuinya.” Kata
Abel.
“Baiklah,
aku akan mengantarmu menemui Laura.” Kata Jackson.
**
Laura
berada dirumah Leo. Saat di Bandara, Leo memperingatkan Laura agar tidak
kembali dulu ke Korea karena Abel pasti akan mencemaskan keadaannya, akhirnya Laura
tidak jadi kembali ke Korea. Leo memasak makanan untuk Laura.
“Makanlah,
pasti kamu sangat lapar.” Kata Leo.
“Terima
kasih banyak. Aku akan memakannya.” Kata Laura.
“Lebih
baik setelah ini temui ibumu, dia pasti khawatir denganmu.” Kata Leo.
“Dia
berhak bahagia dengan Jackson Ahjushi.” Kata Laura.
Tidak
lama kemudian, datanglah Abel.
“Laura-a.”
Panggil Abel lalu memeluk erat Laura.
“Bagaimana
kamu bisa tau kalau aku sedang disini?” Tanya Laura.
“Jangan
pernah pergi meninggalkan mama, kita bisa memulai semuanya dari awal disini.
Mama tidak ingin kehilangan kamu, meskipun kamu bukanlah anakku tapi jujur saja
mama benar-benar sangat menyayangimu. Tolong jangan kembali kepada papa kamu
ya.” Kata Abel.
“Tapi
aku kasihan dengannya.” Kata Laura.
“Baiklah,
setiap kali kamu bertemu dengannya bilang padaku, aku akan mengantarkanmu.”
Kata Abel.
“Baiklah,
aku tidak ingin membuatmu menderita.” Kata Laura.
“Aku
sama sekali tidak menderita karenamu.” Kata Abel.
**
Laura
dan Abel sedang pergi berbelanja di salah satu mall.
“Aku
ingin beli tas dan sepatu itu.” Kata Laura.
“Beli
semua yang kamu inginkan.” Kata Abel.
“Benarkah?”
Tanya Laura.
“Tentu
saja.” Kata Abel.
“Terima
kasih.” Kata Laura sambil memeluk Abel.
“Aku
tunggu di kafe sebelah ya, Jackson sudah menungguku. Dia ingin mengajak kita
makan bersama.” Kata Abel.
“Leo
ikut juga tidak?” Tanya Laura.
“Entahlah,
kenapa kamu tiba-tiba menanyakan Leo? Sepertinya kamu sedang jatuh cinta ya
dengannya, memang pesona Leo sangat memikat.” Kata Abel.
“Dia
orang Korea juga ternyata.” Kata Laura tersipu malu.
“Mama
tidak melarang kok jika kamu ingin menjalin hubungan dengan siapapun asalkan
dia bisa menerimamu dengan baik dan tulus.” Kata Abel.
“Tapi
sepertinya dia tidak menyukaiku, dia memiliki wanita lain yang seusia dengannya.”
Kata Laura.
“Semangat
untukmu.” Bisik Abel. Kemudian Abel pergi menghampiri Jackson, sedangkan Laura
sedang asyik berbelanja. Tiba-tiba dia bertemu dengan sekretaris Kim
(sekretaris Jio).
“Sekretaris
Kim.” Kata Laura.
“Ikutlah
denganku, ada yang ingin aku sampaikan kepada nona.” Kata sekretaris Kim.