
Tiga bulan kemudian.
Kondisi Jo semakin parah bahkan dia tidak bisa berjalan karena kakinya yang kesakitan. Jo ingin sekali pengobatan di luar negeri namun Marcella melarangnya.
“Sayang.” Kata Jo.
“Ada apa? Nanti aku pulang malam karena harus pergi ke luar kota jadi jangan menungguku ya.” Kata Marcella sambil berdandan.
“Aku ingin berobat di luar negeri agar cepat sembuh, aku terapi disini sepertinya sama dan tidak ada perubahan malah badanku rasanya sakit semua.” Kata Jo.
“Kamu harus sabar mas, namanya juga sedang sakit kan.” Kata Marcella sambil memeluk Jo.
“Baiklah kalau begitu, aku kasian sama kamu sayang karena setiap hari kamu yang menggantikan aku dikantor.” Kata Jo.
“Tidak apa-apa mas, aku berangkat dulu ya.” Kata Marcella.
“Iya hati-hati sayang.” Kata Jo.
Saat Marcella pergi keluar ternyata Rafa dan Celine mengikuti Marcella diam-diam.
“Ayo kan ikuti kemana dia pergi.” Kata Celine.
“Iya.” Kata Rafa.
Mereka berdua mengikuti Marcella ke bandara.
“Loh kenapa dia di bandara ya? Dia mau pergi kemana ya?” Tanya Celine.
“Sepertinya dia sedang menjemput seseorang.” Kata Rafa.
“Benarkah? Kira-kira dia akan menemui siapa ya?” Tanya Celine.
“Kita lihat saja, siapkan kamera lalu kita ambil gambar.” Kata Rafa.
Marcella mulai curiga bahwa ada yang mengikutinya akhirnya dia melakukan penyamaran dan segera masuk kedalam mobilnya. Ternyata dia menjemput Yudi beserta kedua anaknya. Dan mulai saat itu juga identitas baru mereka dimulai.
“Ibu, aku merindukan ibu.” Kata Alexa.
“Panggil mama dong sayang.” Kata Marcella.
“Iya ma, kita akan tinggal dimana ma?” Tanya Alexa.
“Mama sudah membelikan kalian apartemen mewah.” Kata Marcella.
“Benarkah? Wah apakah ini mimpi? Apa benar keluarga kita sekarang kaya raya?” Tanya Axelo.
“Tentu saja.” Kata Rahardian.
“Yeeeeeeee, lalu bagaimana dengan sekolahku ma?” Tanya Alexa.
“Kalian akan tetap sekolah di sekolah yang sama dengan si Celine, kalian bisa membalas perbuatan dia di sekolah itu.” Kata Marcella.
“Jangan mau kalah darinya.” Kata Rahardian.
“Celine akan merasakan apa yang aku rasakan dulu, lihat saja nanti ya Celine. Kamu akan habis ditanganku.” Kata Axelo.
“Kalian pasti lapar kan? Kita makan dulu ya di restoran.” Kata Marcella.
“Tunggu sebentar, bukankah itu Celine dan Rafa?” Tanya Rahardian sambil menunjuk ke arah mobil mereka.
“Sudah kuduga memang dia sedang mengikutiku, jangan khawatir mereka tidak tau kalau aku sudah masuk kedalam mobil, ayo mas kita pergi.” Kata Marcella.
“Baiklah.” Kata Rahardian sambil mencium tangan istrinya.
“Papa pasti kangen sama mama kan?” Tanya Alexa.
“Tentu saja.” Kata Rahardian.
Dirumah Jo.
Mereka tengah menikmati makan malam di meja makan. Marcella tampak sangat menikmati makanannya begitu pula dengan Jo yang duduk di kursi roda.
“Sayang.” Panggil Jo kepada istrinya.
“Ada apa?” Tanya Marcella.
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Jo.
“Disini? Didepan anak-anak?” Tanya Marcella.
“Langsung saja pa.” Kata Celine.
“Iya sayang.” Kata Jo.
“Sebelumnya aku juga ngin memberitahu sesuatu mas.” Kata Marcella.
“Apa memangnya?” Tanya Jo.
“Aku mendapatkan kiriman foto Celine sedang berada di bar, yang mengirim foto itu kepadaku adalah supir pribadimu mas, sepertinya dia mengikuti Celine. Ini fotonya mas.” Kata Marcella memberitahu foto tersebut kepada Jo.
“Sial, kenapa dia bisa mengetahuinya sih.” Kata Celine dalam hati.
“Kamu gimana sih kok sampai ketahuan begitu? Dasar bodoh.” Bisik Rafa kepada Celine.
“Mana aku tau, sial sial lalu bagaimana ini? Pasti dia akan mengancamku dan dia pasti akan melaporkanku kak, aku tidak mau kak.” Kata Celine.
“Diam saja kamu.” Kata Rafa.
Jo tentu saja sangat kaget melihat foto tersebut.
“Jangan sampai foto ini tersebar.” Kata Jo.
“Aku tidak tau foto itu tersebar atau tidak mas. Tapi bagaimana jika foto ini tersebar di sekolah Celine?” Tanya Marcella sambil melirik ke arah Celine.
“Apa benar yang ada di foto ini adalah kamu Celine?” Tanya Jo.
“Maaf pa, saat itu aku sedang banyak masalah jadi aku pergi kesana.” Kata Celine sambil menunduk.
“Tolong kamu awasi Celine ya sayang.” Kata Jo kepada Marcella.
“Iya mas, sekarang kamu kembali ke kamar ya karena aku ingin bicara dengan Celine. Kamu bisa kan ke kamar sendiri?” Tanya Marcella.
“Jangan khawatir, aku percayakan Celine kepadamu ya sayang.” Kata Jo, lalu dia masuk kedalam kamarnya. Saatnya Marcella bicara dengan Celine dan juga Rafa.
“Jadi kamu sekarang mulai berani berulah ya? Bahkan kamu berani mengikutiku ya sekarang waw luar biasa. Jika kalian berdua melakukan hal seperti itu, aku akan menyebarkan foto ini ke sekolah kalian.” Ancam Marcella.
“Siapa yang kamu temui di bandara?” Tanya Rafa.
“Bukan urusanmu.” Kata Marcella.
“Apakah kamu berencana mengkhianati papa dan keluargaku?” Tanya Rafa dengan berani.
“Kalau iya, kamu mau apa? Bahkan papa kamu tidak bisa melakukan apapun sendiri dan dia selalu bergantung kepadaku.” Kata Marcella.
“Aku tidak akan tinggal diam.” Kata Rafa.
“Jadi kamu ingin melawanku? Aku tidak takut.” Kata Marcella.