Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 61



Jio akhirnya dinyatakan meninggal dunia karena bunuh diri, hal ini dibuktikan dari surat yang ditemukan di kamarnya, surat tersebut berisi ucapan permintaan maaf kepada putrinya dan mantan istrinya.


Sebelumnya Abel memasang penyadap yang terpasang di baju, tas dan mobil Jio lalu memberikan penyadap tersebut kepada Laur, jadi perginya Laura ikut pergi ke rumah Jio juga atas rencana Abel dan Jackson. Kini Laura telah mengetahui semua kebusukan dan kebohongan ayahnya dan dia merasa bersalah kepada semua orang termasuk Lily, Abel dan semuanya.


Laura, Celo dan Lily tiba di Korea dengan selamat.


“Kita kembali ke rumah mama ya.” Kata Lily.


“Maafkan aku, maafkan aku, Ini semua salahku.” Kata Laura kepada Lily.


“Kamu tidak salah sayang, dari awal mama menganggapmu sebagai anak mama meskipun mama tau bahwa kamu bukanlah anak kandung mama tapi tetap mama akan terus menyayangimu sayang, begitu juga dengan adikmu Celo.” Kata Lily.


“Aku tidak pantas menjadi anak mama, aku anak dari seorang pembunuh dan psikopat.” Kata Laura sambil menangis.


“Seharusnya mama mengusirku dan meninggalkanku atau membenciku.” Kata Laura.


“Kamu dan Celo adalah segalanya bagi mama, kita pergi makan dulu yuk. Kamu kehilangan banyak berat badan.” Kata Lily.


**


Kini Abel dan Jackson menghampiri Adele.


“Hai Adele.” Kata Abel.


“Lepaskan aku, lepaskan aku.” Teriak Adele.


“Aku kasihan denganmu, laki-laki pujaanmu sudah pergi bahkan anakmu pun membencimu.” Kata Abel.


“Jio pergi? Kamu apakan dia? Kemana dia sekarang? Oh apakah kamu yang membunuhnya?” Tanya Adele.


“Dia melakukan bunuh diri untuk menebus kesalahannya, tidak sepertimu yang memanfaatkan anakmu melakukan berbagai hal buruk.” Kata Abel.


“Dasar kurang ajar, aku akan membunuhmu.” Teriak Adele.


“Silahkan, lagipula kamu sedang terkurung saat ini. Kamu sudah tidak memiliki siapapun. Oh atau mungkin kamu ingin bicara dengan Laura? Aku akan menelfonnya, dia sudah tau yang sebenarnya dan dia bilang katanya sangat membenci orang tua kandungnya.” Kata Abel.


“Jangan, jangan menelfon Laura. Jangan lakukan itu, aku mohon.” Kata Adele.


“Kenapa? Apakah kamu tidak merindukan anakmu?” Tanya Abel.


“Lebih baik aku mati daripada dia tau bahwa aku ibunya.” Kata Adele.


“Tapi dia sudah tau, Jio yang memberitahu Laura.” Kata Abel.


“Apa? Kurang ajar Jio. Apa mau kamu?” Tanya Adele.


“Hiduplah dengan baik dan jangan memanfaatkan Laura untuk melakukan hal buruk.” Kata Abel.


“Kirim aku ke tempat yang tidak diketahui oleh Laura.” Kata Adele.


“Baiklah, bisakah aku mempercayaimu?” Tanya Abel.


“Jika aku berbohong, bunuh saja aku.” Kata Adele.


“Aku tidak sejahat itu dan apa untungnya aku membunuhmu.” Kata Abel sambil melepas tali ikatan Adele.


Kemudian Adele diam-diam mengambil pisau yang dia simpan didalam sakunya lalu menusukkannya ke perut Abel.


“Argh argh argh.” Rintihan Abel sambil menahan perutnya.


“Selamat tinggal Abel. Aku tidak mau mati seorang diri.” Kata Adele, setelah itu dia menusukkannya ke perutnya sendiri dan Adele pun jatuh pingsan begitu juga dengan Abel.


“Sayang sayang sadarlah sayang aku mohon bertahanlah aku akan segera memanggil ambulan untuk datang kesini.” Kata Jackson.


“Maafkan aku mas, aku titip Laura tolong jaga Laura dengan baik. Aku mencintaimu.” Kata Abel.


“Jangan bicara seperti itu aku mohon, bertahanlah.” Kata Jackson.


Lalu Jackson segera membawa istrinya ke rumah sakit karena kondisi Abel yang semakin kritis dan kehilangan banyak darah.