Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 43



Flashback saat Adele bekerja dirumah tuan Park.


Hari dimulai saat ibu kandung Jio dan Jio tinggal dirumah tersebut.


“Perkenalkan ini adalah istri saya dan sekaligus anak saya.” Kata tuan Park.


“Perkenalkan nama saya Sora, dan ini anak saya yang bernama Jio, Kang Jio.” Kata Sora.


“Mulai saat ini Jio akan bermarga Park. Mulai sekarang aku adalah ayahmu bukan sebagai ayah tiri namun anggap aku sebagai ayah kandungmu.” Kata tuan Park sambil memeluk Jio.


“Terima kasih banyak ayah. Saya sangat senang bisa memiliki keluarga yang utuh seperti ini.” Kata Jio.


Namun kedua anak tuan Park tidak suka dengan kehadiran Jio dan ibunya.


**


Keesokan harinya, Sora sedang memasak makanan untuk keluarganya. Tiba-tiba anak pertama tuan Park datang dan memarahi Sora. Dia bahkan membanting piring dan membuang semua bahan makanan yang akan dimasak Sora.


“Astaga apa yang kamu lakukan?” Tanya Sora.


“Aku tidak ingin makan masakanmu, lebih baik kamu keluar dari rumah ini. Aku benar-benar sangat membencimu dan sangat ingin mengusirmu dari rumah ini. Saat ibuku sedang terbaring sakit, kamu sering menemui ayahku kan? Bahkan kamu check in hotel saat ibuku sedang menjalani operasi.” Kata Elia (Anak pertama tuan Park). Elia berusia 19 tahun sedangkan adiknya bernama Harys yang masih berusia 11 tahun, dan Jio saat itu baru berusia 7 tahun namun dia tumbuh dengan pikiran yang lebih dewasa karena memang keadaan yang memaksanya.


“Astaga kenapa kamu berpikiran seperti itu kepadaku, aku sama sekali bukanlah wanita seperti itu.” Kata Sora.


“Bukankah kamu bekerja di bar dan sekaligus seorang wanita penghibur? Benar-benar memalukan dan sangat rendahan. Bagaimana bisa ayahku yang juga seorang CEO JK Group bisa jatuh cinta dan menikahi wanita rendahan sepertimu, jangan harap kamu bisa menguasai harta milik ayahku. Sampai kapanpun aku tidak akan merestui hubungan kalian apalagi menganggap Jio sebagai adikku.” Kata Elia sambil mendorong Sora.


“Ibu.” Teriak Jio. Jio kemudian segera menghampiri ibunya dan membantunya.


“Kenapa kak Elia sangat kejam kepada ibuku?” Tanya Jio.


“Ibu tidak apa-apa kok sayang, bantu ibu membersihkan kekacauan ini ya.” Kata Sora.


“Kalian berdua sama-sama orang rendahan.” Kata Elia.


Setelah kekacauan tersebut, Sora kemudian tetap melanjutkan memasak dengan dibantu Jio.


“Sekarang panggil ayah dan kedua kakakmu ya, kita sarapan bersama.” Kata Sora.


“Baik bu.” Kata Jio.


Tidak lama kemudian, semua anggota keluarga tersebut sarapan bersama termasuk Elia dan Harys.


“Wah kamu masak apa hari ini sayang? Sepertinya sangat lezat.” Kata tuan Park.


“Aku hanya memasak sederhana saja kok sayang.” Kata Sora.


“Keluarga kami tidak terbiasa dengan memakan makanan biasa, lebih baik buang saja makanan ini.” Kata Elia.


“Kita kan belum mencobanya, kalian harus mencobanya terlebih dahulu sebelum berkomentar.” Kata tuan Park.


“Biar aku yang mengambilkan makanan untuk kalian semua.” Kata Sora.


“Aku tidak mau memakan makananmu.” Bentak Elia.


“Duduk dan makan, ayah tidak pernah mengajarimu bersikap kasar dan tidak sopan terhadap orang tua.” Kata tuan Park.


“Aku bersikap baik hanya kepada ayah dan ibu saja tidak dengan wanita ini.” Kata Elia.


“Makan atau ayah akan menghukum kalian berdua.” Kata tuan Park.


“Aku tidak bisa memakan makanan satu meja dengan orang rendahan seperti wanita ini.” Kata Elia.


Tiba-tiba Sora berdiri dan membuang semua makanan yang ada di meja ke tempat sampah.


“Apa yang kamu lakukan? Makanan sebanyak ini kenapa harus dibuang?” Tanya tuan Park.


“Lebih baik dibuang daripada tidak ada yang memakannya.” Kata Sora.


“Aku dan anak-anak yang akan memakan makanan buatan kamu.” Kata tuan Park.


“Tapi Elia dan Harys tidak menyukainya.” Kata Sora.


“Baguslah jika kamu sadar diri.” Kata Elia.


“Elia ikut ayah sekarang juga.” Kata tuan Park.


Tuan Park mengajak Elia ke kamarnya.


“Ada apa yah?” Tanya Elia.


“Tolong hormati dan hargai ibu Sora, bagaimanapun juga dia saat ini adalah ibumu.” Kata tuan Park.


“Bagaimana jika aku tidak mau? Apakah ayah akan menghukumku dan lebih memilih untuk membela Ahjuma (bibi, Elia lebih memilih memanggil Sora dengan sebutan tersebut).” Tanya Elia.


“Ayah membela yang benar, ayah tidak ingin keluarga kita saling bermusuhan.” Kata tuan Park.


“Kenapa harus wanita murahan itu yang jadi istri ayah? Kenapa bukan yang lainnya? Aku sangat membencinya, dia benar-benar wanita murahan.” Kata Elia.


“Jangan berbicara seperti itu didepannya. Dia wanita yang baik, jika dia tidak baik mana mungkin ayah membawanya ke rumah ini. Dia banyak membantu ayah dulu.” Kata tuan Park.


“Membantu menghibur dan menemani ayah dengan check in hotel disaat ibu ada di ruang operasi.” Kata Elia, lalu Elia pergi meninggalkan ayahnya.