
Abel
menghampiri apartemen Lily.
“Ada apa kamu
kesini? Biarkan Celo bersamaku lebih lama.” Kata Lily.
“Ada yang
ingin aku tunjukkan kepadamu dan aku tanyakan kepadamu.” Kata Abel.
“Aku tidak
ingin berdebat denganmu, lagipula aku tidak ingin melihatmu. Pergi dari sini.”
Kata Lily.
“Tunggu, ini
ada kaitannya dengan ibu kandung Celo.” Kata Abel.
“Apa?
Memangnya tau apa kamu tentang ibu kandungnya Celo?” Tanya Lily.
“Ini bisa
membuktikanmu bahwa kamu tidak bersalah.” Kata Abel.
“Lupakan,
lagipula dia sudah pergi untuk selamanya. Pergilah dari sini.” Kata Lily.
“Kalau begitu
dimana makamnya ibu kandung Celo? Tunjukkan padaku.” Tanya Abel.
“Ikut aku dan
kita bicarakan diluar, karena didalam ada Celo, aku takut dia mendengarnya.”
Kata Lily.
Kemudian Lily membawa Abel ke makam ibu kandung Celo.
“Ini makam
mendiang ibu kandung Celo.” Kata Lily.
“Ceritakan
semuanya kepadaku apa yang sebenarnya terjadi saat itu.” Kata Abel.
“Waktu itu aku
pergi ke tempat wanita itu untuk melabraknya dan menyuruhnya pergi dari Jio,
karena saat itu aku memang rela berpura-pura mengandung Celo. Dan setelah Celo lahir, wanita itu masih terus bersama Jio bahkan dia berani mencuri
beberapa emas dan uang tunai milik Jio yang tersimpan didalam ruang rahasia
milik Jio. Akhirnya aku menghampiri dia di rumahnya, setibanya disana aku
menemukan wanita itu berlumuran darah dan ada pistol juga disampingnya. Karena aku syok, aku membantunya dan tidak sengaja menyentuh
pistol itu, lalu aku membawanya ke rumah sakit dan disana ada saudara dia jadi aku
segera kembali pulang. Keesokan harinya ada berita bahwa dia tewas dan aku
ditangkap dengan tuduhan membunuh wanita itu. Aku memohon kepada Jio untuk
membebaskanku dan akhirnya Jio mengampuniku dengan syarat bahwa aku harus
selalu mematuhi semua permintaannya, saat itu aku ingin melakukan autopsi
terhadap jasad wanita itu karena aku ingin tau apa yang terjadi dengannya namun
“Apa yang di
inginkan Jio darimu?” Tanya Abel.
“Perusahaan
farmasi milikku, akhirnya aku memberikannya atas nama putriku Laura.
Lagipula dalam akta kelahiran Laura tertulis ayah kandungnya adalah Jio, jadi perusahaan milikku bisa saja beralih ke tangan Jio karena Laura ada dibawah kendalinya.” Kata Lily.
“Kenapa kamu
dengan mudah memberikan perusahaanmu kepada Jio?” Tanya Abel.
“Karena dia
akan memasukkanku kedalam penjara dan akan mencelakai Laura putriku. Saat
itu tidak ada yang tau jika akulah yang dituduh membunuh ibunya Celo, bahkan
keluargaku dan anakku tidak mengetahuinya. Jio mengancamku akan memberitahu
semuanya kepada mereka. Aku tidak ingin anakku membenciku dan aku tidak ingin
anakku hidup dicap sebagai anak pembunuh, akhirnya aku menyetujuinya. Saat ini
aku ingin mengambil hak asuh atas Laura tapi pasti Jio akan
mempersulitnya.” Kata Lily.
“Aku menemukan
abu kremasi milik ibu kandung di ruang rahasia milik Jio.” Kata Abel.
“Apa? Berani
sekali kamu masuk kesana. Siapapun yang pernah masuk kedalamnya dan diketahui
oleh Jio bisa terancam.” Kata Lily.
“Aku tidak takut dengannya. Aku butuh bantuanmu.” Kata Abel.
“Apa?” Tanya
Lily.
“Aku yakin
bahwa Adele atau cinta pertamanya Jio masih hidup, aku butuh bantuanmu untuk
mencari keberadaannya. Dia ada hubungannya dengan Laura.” Kata Abel.
“Mana mungkin,
anak dia sudah tidak ada dan Laura jelas-jelas lahir dari rahimku.” Kata Lily.
“Kamu yakin
bahwa Laura adalah anak kandungmu? Siapa tau Jio telah menukarnya. Jio
bukan ayah kandung Laura tapi kenapa dia sangat menyayangi dia bahkan
perusahaan miliknya akan di atas namakan Laura dan Celo. Kenapa Jio
melakukan hal sampai sejauh itu? Kenapa dia tidak memberikan semuanya kepada Celo anak kandungnya? Tolong berfikirlah secara realistis.” Kata Abel.
“Aku telah
melakukan tes DNA dan hasilnya Laura adalah anak kandungku.” Kata Lily.
“Apa kamu
yakin?” Tanya Abel.