Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 11



Abel


menghampiri apartemen Lily.


“Ada apa kamu


kesini? Biarkan Celo bersamaku lebih lama.” Kata Lily.


“Ada yang


ingin aku tunjukkan kepadamu dan aku tanyakan kepadamu.” Kata Abel.


“Aku tidak


ingin berdebat denganmu, lagipula aku tidak ingin melihatmu. Pergi dari sini.”


Kata Lily.


“Tunggu, ini


ada kaitannya dengan ibu kandung Celo.” Kata Abel.


“Apa?


Memangnya tau apa kamu tentang ibu kandungnya Celo?” Tanya Lily.


“Ini bisa


membuktikanmu bahwa kamu tidak bersalah.” Kata Abel.


“Lupakan,


lagipula dia sudah pergi untuk selamanya. Pergilah dari sini.” Kata Lily.


“Kalau begitu


dimana makamnya ibu kandung Celo? Tunjukkan padaku.” Tanya Abel.


“Ikut aku dan


kita bicarakan diluar, karena didalam ada Celo, aku takut dia mendengarnya.”


Kata Lily.


Kemudian Lily membawa Abel ke makam ibu kandung Celo.


“Ini makam


mendiang ibu kandung Celo.” Kata Lily.


“Ceritakan


semuanya kepadaku apa yang sebenarnya terjadi saat itu.” Kata Abel.


“Waktu itu aku


pergi ke tempat wanita itu untuk melabraknya dan menyuruhnya pergi dari Jio,


karena saat itu aku memang rela berpura-pura mengandung Celo. Dan setelah Celo lahir, wanita itu masih terus bersama Jio bahkan dia berani mencuri


beberapa emas dan uang tunai milik Jio yang tersimpan didalam ruang rahasia


milik Jio. Akhirnya aku menghampiri dia di rumahnya, setibanya disana aku


menemukan wanita itu berlumuran darah dan  ada pistol juga disampingnya. Karena aku syok, aku membantunya dan tidak sengaja menyentuh


pistol itu, lalu aku membawanya ke rumah sakit dan disana ada saudara dia jadi aku


segera kembali pulang. Keesokan harinya ada berita bahwa dia tewas dan aku


ditangkap dengan tuduhan membunuh wanita itu. Aku memohon kepada Jio untuk


membebaskanku dan akhirnya Jio mengampuniku dengan syarat bahwa aku harus


selalu mematuhi semua permintaannya, saat itu aku ingin melakukan autopsi


terhadap jasad wanita itu karena aku ingin tau apa yang terjadi dengannya namun


“Apa yang di


inginkan Jio darimu?” Tanya Abel.


“Perusahaan


farmasi milikku, akhirnya aku memberikannya atas nama putriku Laura.


Lagipula dalam akta kelahiran Laura tertulis ayah kandungnya adalah Jio, jadi perusahaan milikku bisa saja beralih ke tangan Jio karena Laura ada dibawah kendalinya.” Kata Lily.


“Kenapa kamu


dengan mudah memberikan perusahaanmu kepada Jio?” Tanya Abel.


“Karena dia


akan memasukkanku kedalam penjara dan akan mencelakai Laura putriku. Saat


itu tidak ada yang tau jika akulah yang dituduh membunuh ibunya Celo, bahkan


keluargaku dan anakku tidak mengetahuinya. Jio mengancamku akan memberitahu


semuanya kepada mereka. Aku tidak ingin anakku membenciku dan aku tidak ingin


anakku hidup dicap sebagai anak pembunuh, akhirnya aku menyetujuinya. Saat ini


aku ingin mengambil hak asuh atas Laura tapi pasti Jio akan


mempersulitnya.” Kata Lily.


“Aku menemukan


abu kremasi milik ibu kandung di ruang rahasia milik Jio.” Kata Abel.


“Apa? Berani


sekali kamu masuk kesana. Siapapun yang pernah masuk kedalamnya dan diketahui


oleh Jio bisa terancam.” Kata Lily.


“Aku tidak takut dengannya. Aku butuh bantuanmu.” Kata Abel.


“Apa?” Tanya


Lily.


“Aku yakin


bahwa Adele atau cinta pertamanya Jio masih hidup, aku butuh bantuanmu untuk


mencari keberadaannya. Dia ada hubungannya dengan Laura.” Kata Abel.


“Mana mungkin,


anak dia sudah tidak ada dan Laura jelas-jelas lahir dari rahimku.” Kata Lily.


“Kamu yakin


bahwa Laura adalah anak kandungmu? Siapa tau Jio telah menukarnya. Jio


bukan ayah kandung Laura tapi kenapa dia sangat menyayangi dia bahkan


perusahaan miliknya akan di atas namakan Laura dan Celo. Kenapa Jio


melakukan hal sampai sejauh itu? Kenapa dia tidak memberikan semuanya kepada Celo anak kandungnya? Tolong berfikirlah secara realistis.” Kata Abel.


“Aku telah


melakukan tes DNA dan hasilnya Laura adalah anak kandungku.” Kata Lily.


“Apa kamu


yakin?” Tanya Abel.