
Beberapa tahun kemudian.
Jio saat itu sudah lulus kuliah, hubungan dia dengan Adele pun semakin erat bahkan mereka berdua menjalin hubungan. Namun Sora sangat tidak menyukai hubungan Adele dan putranya. Sora pun memperingatkan Adele agar menjauhi Jio. Sora menghampiri Adele dan memberikan tiket pesawat ke luar negeri dan sejumlah uang.
“Pergilah ke luar negeri dan hiduplah disana. Jauhi Jio jika ingin hidupmu dan hidup ibumu baik-baik saja.” Kata Sora.
“Kenapa memangnya? Apa salahku dan salah JIo?” Tanya Adele.
“Berani sekali kamu mengatakan nama anakku dengan mulut kotormu, dasar gadis rendahan tidak tau diri. Kamu itu hanyalah anak seorang pembantu tentu saja tidak pantas bersanding dengan putraku. Seharusnya kamu mengerti posisimu, dasar menyebalkan.” Kata Sora.
“Aku menyukai tuan muda Jio, begitu juga dengannya. Dia juga menyukaiku bahkan kami berencana akan menikah.” Kata Adele.
“Apa kamu bilang? Kalian akan menikah? Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tinggalkan putraku atau aku akan membuat ibumu menderita.” Ancam Sora.
“Jangan lakukan hal buruk kepada ibuku, hanya dia satu-satunya yang aku punya.” Kata Adele.
“Makanya kamu harus tau diri.” Kata Sora sambil mendorong Adele dan menendangnya hingga Adele tersungkur. Kemudian Sora pergi meninggalkan Adele.
Tanpa sadar, ternyata Ina mengetahuinya. Tentu saja Ina sangat kesal melihat perlakuan Sora kepada Adele. Akhirnya Ina menghampiri Sora.
“Ada apa? Aku sedang sibuk.” Kata Sora.
“Kenapa Anda sangat kasar kepada putriku?” Tanya Ina.
“Oh jadi kamu mengetahuinya. Aku hanya memperingatkan dia agar menjauhi putraku karena dia tidak pantas bersanding dengan putraku.” Kata Sora.
“Apa? Tidak pantas? Memangnya putriku gadis rendahan? Bahkan dia jauh lebih baik daripada Jio anak dari seorang wanita penghibur dan perusak rumah tangga orang.” Kata Ina.
“Cukup, jaga ucapanmu ya. Berani sekali kamu berbicara seperti itu kepadaku. Dirumah ini aku adalah majikan dan kamu hanyalah seorang pembantu rendahan.” Kata Sora.
“Jika nyonya bersikap kasar kepada putriku, aku akan membongkar semuanya kepada tuan bahwa nyonya yang membuat nona Elia dipenjara, termasuk perbuatan nyonya yang meracuni mendiang istri pertama tuan Park.” Kata Ina, kemudian Ina pergi meninggalkan Sora begitu saja.
**
Sora mengajak Ina pergi ke suatu tempat.
“Kita mau kemana nyonya?” Tanya Ina.
“Aku merasa bersalah kepadamu maupun putrimu, jadi aku akan meminta maaf kepadamu. Aku akan meminta maaf dengan tulus kepada kalian sekaligus menikmati makan siang mewah di atas kapal pesiar. Kamu tidak keberatan kan?” Tanya Sora.
“Apa benar dia tulus meminta maaf kepadaku dan Adele? Sepertinya dia akan menjebakku. Aku harus berjaga-jaga, aku harus menelfon Adele agar berhati-hati terhadap wanita iblis ini.” Kata Ina dalam hati. Ina kemudian menelfon Adele namun tidak ada jawaban.
“Kamu sedang menelfon siapa? Adele ya? Adele sedang bersama Jio kok, mereka menuju ke tempat yang akan kita tuju hari ini. Jangan khawatir, mereka baik-baik saja. Aku tulus kepada kalian kok.” Kata Sora.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Ina.
Setibanya ditempat, Sora segera mengajak Ina menaiki kapal pesiar.
“Dimana Adele dan tuan muda Jio?” Tanya Ina.
“Tunggu sebentar, dia ada didalam. Aku akan memanggilnya, tunggulah disini sebentar.” Kata Sora.
Tiba-tiba diam-diam Sora mendorong Ina dari belakang sehingga Ina terjebur dan tenggelam di laut.
“Hahahahahahaha rasakan itu, bye Ina.” Kata Sora smabil tertawa terbahak-bahak.