
Abel menemui Jackson di sebuah
restoran.
“Selamat datang nyonya Abel.”
Kata Jackson.
“Panggil saja saya Abel.” Kata
Abel.
“Tidak bisa, karena kamu adalah
istri pimpinan tuan Jio Park. Mau pesan apa?” Tanya Jackson.
“Aku tidak ingin makan atau minum
karena perutku terasa mual.” Kata Abel.
“Oh iya? Kenapa memangnya?” Tanya
Jackson.
“Aku sedang hamil, oh iya ada
yang ingin aku tanyakan padamu.” Kata Abel.
“Tanya tentang apa memangnya?”
Tanya Jackson.
“Kenapa suamiku bisa bekerjasama
denganmu? Apakah kalian bertemu sebelumnya?” Tanya Abel.
“Wah sepertinya kamu sedang
mencurigaiku.” Kata Jackson.
“Aku hanya penasaran saja, jika
kamu tidak ingin menjawabnya maka aku akan pergi kalau begitu.” Kata Abel.
“Jangan pergi begitu saja. Aku
memang pernah bertemu dengan tuan Park saat di Amerika, bertemu di galeri seni
tepatnya waktu itu ada pameran seni.” Kata Jackson.
“Kenapa suamiku bisa hadir di
pameran seni? Apakah dia datang dengan seseorang? Mungkin anaknya. Karena saat
itu aku belum menikah dengannya.” Kata Abel.
“Sepertinya mantan istrinya
karena mereka tampak cukup dekat karena saling bergandengan tangan, tunggu
apakah kamu sedang mengintrogasiku atau mencurigaiku?” Tanya Jackson.
“Tentu tidak, aku menemukan ini
di ruang kerja suamiku. Kenapa suamiku bisa memiliki fotomu? Apa mereka adalah
keluargamu? Atau apakah kamu dan suamiku memang ada ikatan saudara?” Tanya Abel.
“Sepertinya dia sedang mencurigaiku
dan mencurigai suaminya. Apakah hubungan mereka sedang tidak baik ya.
*Seandainya dia tau bahwa motifku bekerjasama denganJio Park adalah untuk
membalas dendam kepada keluarganya atas apa yang telah mereka lakukan kepada
keluargaku. Untung sajaJio*Park memiliki fotoku dengan keluarga angkatku,
jika mereka tau siapa orang tuaku bisa gagal rencanaku.” Kata Jackson dalam
hati.
“Oh memang benar ini fotoku
bersama keluargaku, kami sama sekali tidak saling kenal sebelumnya.” Kata Jackson.
“Oh jadi begitu.” Kata Abel.
“Lalu kenapaJio sepertinya
sedang mengincar perusahaan milik Jackson, dia benar-benar sangat
haus akan kekayaan dan kekuasaan. Padahal dia sudah menjadi pemilik JK Group.” Kata
Abel dalam hati.
“Oh iya kamu sedang hamil berapa
bulan?” Tanya Jackson.
“Aku hamil empat minggu. Apakah kamu
“Orang tuaku keturunan Korea
namun aku lahir dan besar di Amerika.” Kata Jackson.
“Berarti dari kecil sampai
sekarang belum pernah tinggal disini?” Tanya Abel.
“Belum, ya baru kali ini aku
menetap cukup lama disini dan sepertinya aku sangat suka tinggal disini apalagi
disini banyak wanita cantik ya termasuk yang sedang bersamaku saat ini.” Kata Jackson
sambil menatap Abel.
“Kamu bisa saja, aku kan sudah
berkeluarga. Jadi jangan coba-coba menggodaku.” Kata Abel.
“Hehe santai saja, kalau banyak
bercanda akan membuat kita semakin dekat dan tidak canggung sama sekali.” Kata Jackson.
Tiba-tiba ponsel Abel bergetar.
“Maaf aku harus menerima
panggilan dari anakku.” Kata Abel.
“Iya silahkan.” Kata Jackson. Kemudian
Abel menjauh untuk menerima telfon dari Laura.
“Ada apa?” Tanya Abel.
“Cepat kembalilah pulang karena
papa sudah bangun dan dia mencarimu. Dia bahkan menyuruh sekretaris Kim untuk
mencarimu dan mengawasimu. Oh iya apakah kamu sudah menghapus rekaman cctv di
ruangan papa?” Tanya Laura.
“Sudah aku hapus semuanya, aku
akan kembali pulang. Jika papamu bertanya, jawab saja aku menghampiri Lily
untuk menjemput Celo. Setelah ini aku akan menjemput Celo.” Kata Abel.
“Baiklah, hati-hati dijalan.” Kata
Laura.
Kemudian Abel segera kembali
pulang dengan terburu-buru hingga dia tidak sengaja menabrak pelayan restoran.
“Maaf maafkan saya, saya sedang
terburu-buru, apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Abel sambil menahan perutnya
agar tidak kesakitan.
“Tidak apa-apa, mari saya bantu.”
Kata pelayan tersebut.
Tiba-tiba Jackson menghampiri
Abel dan menggendongnya.
“Biar saya yang membantunya.” Kata
Jackson.
“Tolong turunkan aku.” Kata Abel.
“Aku akan mengantarmu sampai
mobil. Sebaiknya minta antar supir saja karena kamu kan sedang hamil.” Kata Jackson.
“Aku tidak apa-apa kok, cepat
turunkan aku, lagipula aku bisa jalan sendiri. Aku tidak mau ada salah paham
diantara kita.” Kata Abel.
“Dimana mobilmu?” Tanya Jackson.
“Itu di pojok, cepat turunkan
aku.” Kata Abel.
“Aku akan menurunkanmu sampai
mobilmu. Sudahlah turuti saja perkataanku, aku kan hanya berniat membantumu.” Kata
Jackson.