Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 12



Abel menemui Jackson di sebuah


restoran.


“Selamat datang nyonya Abel.”


Kata Jackson.


“Panggil saja saya Abel.” Kata


Abel.


“Tidak bisa, karena kamu adalah


istri pimpinan tuan Jio Park. Mau pesan apa?” Tanya Jackson.


“Aku tidak ingin makan atau minum


karena perutku terasa mual.” Kata Abel.


“Oh iya? Kenapa memangnya?” Tanya


Jackson.


“Aku sedang hamil, oh iya ada


yang ingin aku tanyakan padamu.” Kata Abel.


“Tanya tentang apa memangnya?”


Tanya Jackson.


“Kenapa suamiku bisa bekerjasama


denganmu? Apakah kalian bertemu sebelumnya?” Tanya Abel.


“Wah sepertinya kamu sedang


mencurigaiku.” Kata Jackson.


“Aku hanya penasaran saja, jika


kamu tidak ingin menjawabnya maka aku akan pergi kalau begitu.” Kata Abel.


“Jangan pergi begitu saja. Aku


memang pernah bertemu dengan tuan Park saat di Amerika, bertemu di galeri seni


tepatnya waktu itu ada pameran seni.” Kata Jackson.


“Kenapa suamiku bisa hadir di


pameran seni? Apakah dia datang dengan seseorang? Mungkin anaknya. Karena saat


itu aku belum menikah dengannya.” Kata Abel.


“Sepertinya mantan istrinya


karena mereka tampak cukup dekat karena saling bergandengan tangan, tunggu


apakah kamu sedang mengintrogasiku atau mencurigaiku?” Tanya Jackson.


“Tentu tidak, aku menemukan ini


di ruang kerja suamiku. Kenapa suamiku bisa memiliki fotomu? Apa mereka adalah


keluargamu? Atau apakah kamu dan suamiku memang ada ikatan saudara?” Tanya Abel.


“Sepertinya dia sedang mencurigaiku


dan mencurigai suaminya. Apakah hubungan mereka sedang tidak baik ya.


*Seandainya dia tau bahwa motifku bekerjasama denganJio Park adalah untuk


membalas dendam kepada keluarganya atas apa yang telah mereka lakukan kepada


keluargaku. Untung sajaJio*Park memiliki fotoku dengan keluarga angkatku,


jika mereka tau siapa orang tuaku bisa gagal rencanaku.” Kata Jackson dalam


hati.


“Oh memang benar ini fotoku


bersama keluargaku, kami sama sekali tidak saling kenal sebelumnya.” Kata Jackson.


“Oh jadi begitu.” Kata Abel.


“Lalu kenapaJio sepertinya


sedang mengincar perusahaan milik Jackson, dia benar-benar sangat


haus akan kekayaan dan kekuasaan. Padahal dia sudah menjadi pemilik JK Group.” Kata


Abel dalam hati.


“Oh iya kamu sedang hamil berapa


bulan?” Tanya Jackson.


“Aku hamil empat minggu. Apakah kamu


“Orang tuaku keturunan Korea


namun aku lahir dan besar di Amerika.” Kata Jackson.


“Berarti dari kecil sampai


sekarang belum pernah tinggal disini?” Tanya Abel.


“Belum, ya baru kali ini aku


menetap cukup lama disini dan sepertinya aku sangat suka tinggal disini apalagi


disini banyak wanita cantik ya termasuk yang sedang bersamaku saat ini.” Kata Jackson


sambil menatap Abel.


“Kamu bisa saja, aku kan sudah


berkeluarga. Jadi jangan coba-coba menggodaku.” Kata Abel.


“Hehe santai saja, kalau banyak


bercanda akan membuat kita semakin dekat dan tidak canggung sama sekali.” Kata Jackson.


Tiba-tiba ponsel Abel bergetar.


“Maaf aku harus menerima


panggilan dari anakku.” Kata Abel.


“Iya silahkan.” Kata Jackson. Kemudian


Abel menjauh untuk menerima telfon dari Laura.


“Ada apa?” Tanya Abel.


“Cepat kembalilah pulang karena


papa sudah bangun dan dia mencarimu. Dia bahkan menyuruh sekretaris Kim untuk


mencarimu dan mengawasimu. Oh iya apakah kamu sudah menghapus rekaman cctv di


ruangan papa?” Tanya Laura.


“Sudah aku hapus semuanya, aku


akan kembali pulang. Jika papamu bertanya, jawab saja aku menghampiri Lily


untuk menjemput Celo. Setelah ini aku akan menjemput Celo.” Kata Abel.


“Baiklah, hati-hati dijalan.” Kata


Laura.


Kemudian Abel segera kembali


pulang dengan terburu-buru hingga dia tidak sengaja menabrak pelayan restoran.


“Maaf maafkan saya, saya sedang


terburu-buru, apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Abel sambil menahan perutnya


agar tidak kesakitan.


“Tidak apa-apa, mari saya bantu.”


Kata pelayan tersebut.


Tiba-tiba Jackson menghampiri


Abel dan menggendongnya.


“Biar saya yang membantunya.” Kata


Jackson.


“Tolong turunkan aku.” Kata Abel.


“Aku akan mengantarmu sampai


mobil. Sebaiknya minta antar supir saja karena kamu kan sedang hamil.” Kata Jackson.


“Aku tidak apa-apa kok, cepat


turunkan aku, lagipula aku bisa jalan sendiri. Aku tidak mau ada salah paham


diantara kita.” Kata Abel.


“Dimana mobilmu?” Tanya Jackson.


“Itu di pojok, cepat turunkan


aku.” Kata Abel.


“Aku akan menurunkanmu sampai


mobilmu. Sudahlah turuti saja perkataanku, aku kan hanya berniat membantumu.” Kata


Jackson.