Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 44



Sora membersihkan semua kekacauan saat sarapan tadi, tiba-tiba Adele menghampirinya.


“Biar saya yang membersihkan.” Kata Adele.


“Maaf, kamu siapa?” Tanya Sora.


“Perkenalkan namaku Adele, aku anak dari Bu Ina kepala asisten rumah tangga dirumah ini.” Kata Adele.


“Oh iya salam kenal, sepertinya kamu seumuran dengan anak saya Jio. Apakah kamu sudah bertemu dengan Jio anak saya?” Tanya Sora.


“Saya berusia 10 tahun, saya banyak mendengar tentang tuan muda Jio dari ibu saya.” Kata Adele.


“Kamu sepertinya anak yang baik ya. Terima kasih telah membantuku.” Kata Sora.


“Sudah tugas saya, saya disini juga membantu tugas ibu saya karena selama ini tuan Park memperlakukan saya dengan baik bahkan dia membiayai biaya sekolah saya.” Kata Adele.


“Bisa bantu aku tidak? Tolong antarkan makanan ini kepada Jio, dia ada di belakang sedang mengamati taman.” Kata Sora.


“Baik, saya akan antarkan makanan ini kepada tuan muda Jio.” Kata Adele.


“Panggil saja Jio, dia bahkan bukanlah tuan muda dirumah ini.” Kata Sora.


“Dia anak tuan Park jadi dia adalah tuan muda dirumah ini.” Kata Adele, lalu dia pergi memberikan makanan untuk Jio.


“Permisi tuan muda, saya membawakan makan dan minum untuk anda. Silahkan dinikmati, jika butuh sesuatu bisa panggil saya. Perkenalkan nama saya Adele anak dari Bu Ina kepala asisten rumah tangga dirumah ini.” Kata Adele.


“Terima kasih.” Kata Jio sambil menunduk. Jio seperti menyembunyikan sesuatu karena tangannya ada dibelakang.


“Kamu kenapa? Apakah kamu sedang sakit?” Tanya Adele.


“Aku tidak apa-apa.” Kata Jio.


“Kepala kamu berdarah ya? Kemarilah, aku akan mengobati lukamu.” Kata Adele, dia oun segera pergi mengambil obat luka. Tidak lama kemudian, Adele kembali sambil membawa kotak P3K.


“Duduklah, aku akan mengobatimu.” Kata Adele.


“Terima kasih banyak.” Kata Jio.


“Tanganmu juga terluka, nanti aku akan membelikanmu obat anti nyeri lalu minumlah sebelum tidur.” Kata Adele.


“Terima kasih, jangan bilang kepada siapapun kalau aku sedang terluka.” Kata Jio.


“Jangan khawatir.” Kata Adele.


Tiba-tiba datanglah Harys menghampiri Jio dan Adele.


“Adele, minggir kamu.” Bentak Harys.


“Ada apa tuan muda?” Tanya Adele.


“Cepat ambilkan aku air dingin di kulkas.” Kata Harys.


“Baik tuan, tunggu sebentar.” Kata Adele.


Selagi Adele pergi, Harys pun mendekati Jio.


“Ada apa lagi? Apakah kamu akan melukaiku lagi?” Tanya Jio sambil menunduk.


“Aku akan berhenti menganggumu dan merundungmu jika kamu dan ibumu keluar dari rumah ini.” Kata Harys.


“Apa?” Kata Jio.


“Kenapa? Sampai kapanpun aku dan kakakku tidak akan pernah bisa menerimamu dan juga ibumu. Ibumu menghancurkan keluargaku, dia menggoda ayahku dan dia hanya ingin merebut harta milik ayahku. Aku tidak akan biarkan hal itu terjadi. Ingat kata-kataku, satu hal lagi jika kamu berani memberitahu hal ini kepada orang lain, aku akan menyakiti ibumu.” Ancam Harys.


Kemudian Harys semakin mendekati Jio dan kali ini dia justru mendorong Jio ke kolam renang, Jio yang tidak bisa berenang pun hampir tenggelam.


“Hahahahahaha rasakan itu.” Kata Harys lalu dia pergi begitu saja. Adele yang melihat Jio hampir tenggelam pun akhirnya berlari dan menyelamatkan Jio. Adele berhasil menyelamatkan Jio, lalu dia membawanya ke tepi dan membantu Jio tersadar kembali.


“Ah syukurlah akhirnya tuan muda sadar juga.” Kata Adele.


“Aku takut.” Kata Jio sambil menangis.


“Jangan takut, ada aku yang selalu membantumu.” Kata Adele.


“Bantu aku, aku mohon.” Kata Jio.


“Ada apa?” Tanya Adele.


“Bantu aku keluar dari rumah ini dan kabur.” Kata Jio.


“Kamu tidak salah jadi untuk apa kamu harus mengalah dan kabur dari rumah ini. Kamu ingin diterima dirumah ini kan?” Tanya Adele.


“Tentu saja aku dan ibuku ingin diterima di rumah ini.” Kata Jio.


“Ibuku pernah berkata kepadaku jika ingin sukses maka singkirkan semua yang menghalangimu.” Kata Adele.


“Apa maksudmu? Kamu ingin aku menyingkirkan Harys? Tidak mungkin, dia adalah anak kandung ayah.” Kata Jio.


“Lupakan jika kamu tidak mau, lagipula kamu akan menderita seumur hidup jika hanya mengalah dan menerima begitu saja.” Kata Adele.


“Tapi aku benar-benar sangat takut dengan Harys dan juga Elia.” Kata Jio.


“Aku akan membantumu.” Kata Adele.


“Kenapa kamu membantuku?” Tanya Jio.


“Karena mereka tidak pernah menganggapku dan selalu bersikap kasar kepada ibuku bahkan tuan putri Elia dan mendiang ibunya pernah memukuli bahkan menghajar ibuku sampai babak belur hanya karena saat itu ibuku dituduh mencuri perhiasan milik mendiang nyonya. Padahal ibuku tidak pernah mencuri, namun ada salah satu art yang memfitnah ibuku, aku bahkan saat itu masih sangat kecil. Bukan hanya ibuku, bahkan mereka pernah menjatuhkanku yang masih bayi dari tempat tidur hingga jatuh ke lantai. Sejak saat itu ibuku berubah menjadi lebih berani dan tidak mudah ditindas dengan selalu menang bahkan tidak peduli jika harus menyingkirkan seseorang.” Kata Adele.


“Lalu dimana art itu?” Tanya Jio.


“Dia dipecat tuan Park. Ayo bangun, kamu harus segera mengganti pakaian agar tidak masuk angin.” Kata Adele.


“Bantulah aku dan ibuku.” Kata Jio.


Tiba-tiba Ina datang menghampiri Adele dan Jio.


“Tuan muda silahkan gunakan baju ini.” Kata Ina.


“Baju milik siapa ini?” Tanya Jio.


“Baju milik tuan muda, tuan Park membelikan baju ini karena ingin mengajak berlibur bersama keluarga dan seluruh orang yang ada dirumah ini.” Kata Ina.


“Wah bagus sekali bajunya, aku sangat menyukainya.” Kata Jio.


“Silahkan ganti pakaian anda tuan muda.” Kata Ina.


Kemudian Jio pun segera masuk kedalam kamarnya sedangkan Ina berbicara kepada anaknya.


“Ada apa bu?” Tanya Adele.


“Bantulah dia, dia sangat kesepian dan butuh teman.” Kata Ina.


“Dia memintaku untuk melindunginya dari tuan muda Harys dan tuan putri Elia. Mereka menyiksa tuan muda Jio.” Kata Adele.


“Ingat selalu kata-kata ibu, kamu harus menang dan jangan mau kalah, lakukan apapun termasuk menyingkirkan semua orang yang menghalangimu.” Kata Ina.


“Baik bu.” Kata Adele.


Pengumuman :


Untuk episode kali ini dan beberapa episode mendatang khusus membahas flashback masa muda Jio, Adele dan keluarga tuan Park.


Terima kasih.