
Hari itu Tika mengajak Ayu pergi.
“Ayo kita pergi Ayu.” Ajak Tika.
“Kita mau kemana sih kok menyuruhku berdandan segala? Kamu dapat uang dari mana? Baju ini sangat bagus dan harganya pasti mahal.” Kata Ayu.
“Aku mengambil yang milik nyonya, sekarang saatnya kita berpesta.” Bisik Tika.
“Apa? Kamu gila ya? Nanti kalau kita ketahuan bagaimana?” Tanya Ayu.
“Selagi tidak ada yang mengetahui pasti semua aman, ayo cepat pergi.” Kata Tika.
“Tidak tidak, aku tidak bisa.” Kata Ayu.
“Kamu jangan munafik deh Yu, kamu pasti membutuhkan uang kan? Nanti aku akan membaginya denganmu, ayo cepat kita pergi.” Kata Tika.
“Tapi cukup sekali saja ya kita seperti ini.” Kata Ayu.
“Iya tenang saja.” Kata Tika.
Kemudian diam-diam Tika membungkam mulut Ayu yang terdapat obat biusnya, seketika Ayu pun jatuh pingsan. Setelah itu Tika menelfon Jo.
“Tuan, Ayu sudah siap.” Kata Tika.
“Kamu dimana? Aku sedang minum bersama Yudi, aku akan membuat Yudi mabuk dan jatuh pingsan. Cepat pergi ke vila, aku akan mengantar Yudi kembali ke rumah setelah itu baru aku datang ke vila.” Kata Jo.
“Baiklah tuan.” Kata Tika.
Akhirnya Tika membawa Ayu ke vila.
**
Setibanya di vila. Tika segera membawa Ayu kedalam kamar.
“Maafkan aku Ayu, aku melakukan ini karena terpaksa dan juga karena aku membutuhkan uang untuk hidupku. Setelah ini terserah kamu akan menerima atau menolak tawaran tuan Jo.” Kata Tika, lalu Tika segera kembali.
Tidak lama kemudian Jo datang dan segera masuk kedalam kamar di vila tersebut. Jo sangat terpesona melihat kecantikan Ayu, terlebih lagi Ayu memakai baju yang cantik dan terlihat belahan dadanya sehingga membuat Jo semakin terpikat. Jo mendekati Ayu secara perlahan, kemudian Jo menyentuh ujung kaki Ayu dan membelainya. Tiba-tiba Ayu terbangun.
“Aku dimana? Kenapa ruangannya gelap? Ahhhh siapa kamu? Mas Yudi?” Tanya Ayu.
“Hai Ayu.” Bisik Jo. Ayu sangat kaget mendengar suara tersebut kemudian dia segera bangun.
“Tuan Jo? Apa yang tuan lakukan? Lepaskan saya tuan, tuan tidak boleh melakukan ini kepada saya.” Kata Ayu berusaha melepaskan diri dari rayuan dan pelukan Jo.
“Kamu tidak bisa kabur Ayu sayang, ternyata kulitmu sangat mulus pasti dalamnya sangat waaaaw hahaha.” Kata Jo sambil tertawa terbahak-bahak.
“Kamu berbeda dengan Tika, tubuhmu jauh lebih mulus daripada punya Tika dan milikmu jauh lebih besar daripada milik si Tika, cepat layani tuanmu.” Kata Jo.
“Jangan tuan, aku tidak bisa. Aku akan melakukan apapun asalkan jangan seperti ini.” Kata Ayu.
Lalu Ayu mendorong Jo dan berlari.
“Kurang ajar, mau lari kemana kamu?” Kata Jo.
Ayu berusaha kabur namun kamarnya terkunci.
“Mau lari kemana kamu? Kamu tidak akan pernah bisa kabur dari sini sayang hahaha, cepat layani tuanmu.” Kata Jo, lalu dia menangkap Ayu dan membuka baju Ayu.
“Waaaaaw besar sekali milikmu, pasti rasanya sangat enak waaaaaw.” Kata Jo.
“Lepaskan saya tuan, saya mohon.” Kata Ayu sambil menangis.
“Semakin kamu menolak semakin aku ingin melakukannya. Jangan khawatir, aku akan memberimu sesuatu jika kamu memenuhi permintaanku, apa maumu?” Kata Jo.
“Apapun yang aku inginkan?” Tanya Ayu.
“Tentu saja asalkan kamu melayaniku dengan baik.” Kata Jo.
“Aku ingin tuan menyingkirkan Tika dan aku ingin nyonya tidak lagi merundungku.” Kata Ayu.
“Sangat mudah bagiku, kalau begitu cepat layani aku dengan baik dan pastinya berkali-kali hahaha.” Kata Jo.
Akhirnya Ayu pun melayani tuan Jo.
“Tunggu sebentar tuan, ada lagi yang aku inginkan.” Kata Ayu.
“Apalagi? Jangan membuatku menunggu terlalu lama, aku sudah tidak sabar.” Kata Jo.
“Bagaimana jika kita minum terlebih dahulu?” Tanya Ayu.
“Cepat ambil botol wine didalam kulkas, tapi jangan terlalu lama.” Kata Jo.
“Baik tuan.” Kata Ayu.
“Di dunia ini tidak ada yang gratis, pembalasan dimulai. Aku akan membuatmu dan keluargamu hancur karena ulah anakmu yang merundung kedua anakku. Aku akan pastikan kalian satu keluarga hancur di tanganku.” Kata Ayu dalam hati.
Ayu sangat dendam dengan keluarga Jo terutama saat Celine membuli kedua anaknya.