Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 45



Saat itu keluarga besar tuan Park sedang berlibur ke pulau Jeju. Itu adalah liburan pertama kali bagi Jio dan Sora, tentu saja mereka sangat bahagia.


“Jio, apakah kamu pernah pergi ke pulau Jeju sebelumnya?” Tanya tuan Park.


“Ini adalah pertama kalinya aku dan ibuku berlibur ke pulau Jeju.” Kata Jio.


“Benarkah? Wah ayah tidak salah mengajak kalian pergi berlibur kesana berarti ya, ini semua ide ibumu karena ingin menyenangkan hatimu Jio sayang.” Kata tuan Park.


“Harusnya kita pergi ke luar negeri yah, kenapa ayah harus menuruti kemauan Ahjuma sih?” Tanya Elia.


“Berlibur dimana saja itu sama saja asalkan bisa full team.” Kata tuan Park.


“Full team itu jika ibu ikut dengan kita bukannya Ahjuma rendahan sepertinya.” Kata Elia.


“Cukup cukup, ayah tidak ingin liburan kita menjadi kacau, ayo kita berangkat.” Kata tuan Park.


“Aku ingin mobil terpisah, aku akan satu mobil dengan Harys.” Kata Elia.


“Baiklah.” Kata tuan Park.


“Ina tolong berangkatlah terlebih dahulu untuk menyiapkan tempat disana.” Kata tuan Park.


“Baik tuan.” Kata Ina.


“Bibi Ina bolehkah aku satu mobil denganmu?” Tanya Jio.


“Silahkan naik kedalam mobil.” Kata Ina.


**


Setibanya di penginapan di pulau Jeju. Mereka pun segera masuk kedalam kamar masing-masing.


“Tuan muda Jio, maukah kamu ikut denganku untuk pergi ke tepi pantai?” Tanya Adele.


“Tentu saja.” Kata Jio.


“Baiklah, aku tunggu di lobby ya.” Kata Adele.


Namun Elia mendengar percakapan antara Adele dan Jio, akhirnya Elia pun mengajak Jio pergi naik kapal pesiar bersama.


“Jio, kamu mau pergi dengan Adele ya?” Tanya Elia.


“Iya kak, kenapa memangnya?” Tanya Jio.


“Aku dan Harys ingin naik kapal pesiar, maukah kamu ikut denganku? Sepertinya kita harus mencoba untuk bersikap baik dan saling akrab.” Kata Elia.


“Ikutlah bersama kita.” Ajak Harys.


“Untuk apa mengajak anak pembantu, dia bahkan tidak layak pergi bersama kita.” Kata Elia.


“Berarti hanya kita bertiga saja?” Tanya Jio.


“Tentu saja, aku tunggu di lobby setelah ini ya.” Kata Elia.


“Baiklah kak.” Kata Jio dengan senang hati.


**


Di tepi pantai.


“Ayo cepat naiklah.” Teriak Elia kepada Jio.


“Tunggu aku kak, aku akan segera naik.” Kata Jio.


Sesaat setelah Jio naik kapal, kemudian Elia dan Harys segera berlari turun dari kapal, sebelumnya dia menyalakan mesin kapalnya terlebih dahulu. Jio yang baru sadar bahwa kedua kakaknya ada tepi pantai pun berteriak meminta tolong.


“Kak, tolong aku.” Teriak Jio.


“Selamat tinggal hahahahahaha.” Teriak Harys dan Elia. Kemudian mereka berdua kembali ke penginapan. Sedangkan Jio yang berada di atas kapal pun menangis dan berteriak meminta tolong. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat seseorang mengendarai perahu boat sedang mengejar kapal yang ditumpangi oleh Jio.


“Tolong aku.” Teriak Jio sambil melambaikan tangan. Perahu boat tersebut semakin melaju mendekati kapal yang ditumpangi Jio. Dan yang mengendarai perahu boat tersebut adalah Ina.


“Cepat naiklah ke perahu boat.” Kata Ina.


“Aku takut, bagaimana caraku menaiki perahu boat.” Kata Jio.


“Melompatlah cepat, tidak ada waktu lagi. Di perahu tersebut terpasang bom.” Kata Ina.


Akhirnya Jio pun melompat ke arah perahu boat tersebut dan Ina pun segera membawanya ke tepi pantai. Setibanya di tepi pantai.


“Jio apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu terluka?” Tanya Adele.


“Aku sangat takut, bibi Ina bilang kalau di kapal tersebut terdapat bom, jika tidak ada yang menyelamatkanku pasti aku tidak akan selamat.” Kata Jio sambil menangis.


“Aku membohongimu agar kamu segera melompat. Jangan mudah percaya pada mereka berdua, sampai kapanpun mereka tidak akan bisa menerimamu maupun ibumu. Kamu harus jadi laki-laki pemberani, kuat dan cerdas untuk bisa mengalahkan mereka berdua.” Kata Ina.


“Ayo kita kembali ke penginapan.” Kata Adele.


“Aku akan mengajarkan kalian berdua ilmu bela diri.” Kata Ina.


“Termasuk aku juga bu?” Tanya Adele.


“Tentu saja, memangnya kamu mau diremehkan oleh mereka berdua terus menerus? Ibu tidak rela jika anak ibu diperlakukan seperti itu oleh mereka meskipun mereka adalah majikan kita dan kita hanya seorang pelayan.” Kata Ina.