Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 16 (From Visual to Devil)



Alin menghampiri suaminya yang ada di ruang olahraga.


“Ada apa?” Tanya Jo.


“Kamu bilang ada apa? Apa yang kamu rahasiakan dengan si Ayu?” Tanya Alin sangat marah.


“Kamu bicara apa sih? Untuk apa kamu membahas orang yang sudah meninggal?” Tanya Jo.


“Kamu sedang merahasiakan sesuatu sama si Ayu kan? Ayu mengetahui ruang rahasia milikmu kan?” Tanya Alin.


“Kamu bicara apa sih? Keluarlah dari ruanganku, aku mau berolahraga.” Kata Jo.


“Jelaskan kepadaku, apa itu ruang rahasia? Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku selama ini?” Tanya Alin.


“Kamu kenapa sih? Kamu dengar dari siapa memangnya?” Tanya Jo kesal.


“Aku tidak sengaja mendengar dari anak-anaknya Ayu, dia membicarakan ruang rahasia milikmu, mereka bilang kalau Ayu mengetahui keberadaannya, bahkan mereka bilang seandainya Ayu masih hidup pasti mereka akan mengambil isi dari ruang rahasia tersebut. Ceritakan semuanya kepadaku.” Kata Alin.


“Mereka hanya asal bicara, aku sudah bilang padamu kan kalau aku sama sekali tidak ada hubungan dengannya, justru dia yang menggodaku kan. Sekarang kamu sudah berhasil menyingkirkan si Ayu, apakah kamu masih belum juga puas?” Tanya Jo.


Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari luar.


“Mas siapa itu? Bagaimana kalau dia mendengar pembicaraan kita?” Tanya Alin.


“Aku sudah pernah bilang padamu kan jangan pernah membahas orang yang sudah tidak ada lagi dirumah ini.” Kata Jo.


“Mas bagaimana kalau itu tadi suara Yudi?” Tanya Alin.


“Cepat keluar dan pastikan suara apa barusan.” Kata Jo.


“Baiklah mas.” Kata Alin.


Alin pun memeriksa suara apa barusan, dan ternyata tidak ada satu orangpun.


 


 


**


Yudi diam-diam masuk ke ruang olahraga Jo, lalu menodongkan pi*au ke arah Jo.


“Yudi apa yang kamu lakukan?” Tanya Jo sangat kaget.


“Apa? Membunuh istrimu? Mana mungkin aku tega melakukan itu.” Kata Jo.


“Jangan berbohong, apa benar kamu dan istrimu yang membunuhnya?” Tanya Yudi.


“Aku bisa menjelaskan semuanya kepadamu.” Kata Jo.


“Aku tidak percaya pada kalian.” Kata Yudi.


“Kamu adalah orang kepercayaanku dan kamu juga telah mengetahui semua kegiatanku setiap harinya jadi tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semua ini.” Kata Jo.


Akhirnya Yudi melepaskan Jo namun Yudi mengikat kedua tangan dan kaki Jo.


“Cepat katakanlah semuanya padaku.” Kata Yudi.


“Lepaskan tangan dan kakiku dulu.” Kata Jo.


“Tidak bisa, bisa saja nanti kamu akan kabur.” Kata Yudi.


“Tidak, percayalah padaku.” Kata Jo.


“Aku tidak mempercayai siapapun.” Kata Yudi sambil menggores jari tangan Jo.


“Aaaaaaaaaaa sakit sekali, baiklah aku akan ceritakan semuanya kepadamu.” Kata Jo sambil berteriak kesakitan.


“Cepat ceritakan semuanya dan jangan mengulur waktu, ingat ya aku telah merekam percakapanmu dengan istrimu dan aku bisa saja melaporkan kalian kepada pihak polisi.” Ancam Yudi.


“Baiklah aku akan ceritakan semuanya, saat itu istriku sangat marah kepadaku dan ingin menyingkirkan si Ayu, namun aku mencegahnya. Kemudian dia mengancamku akan membawa pergi anak-anak, akhirnya aku menuruti keinginannya. Dia memintaku untuk membantunya menyingkirkan Ayu. Semua adalah rencana istriku, jadi jika kamu ingin menyalahkan seseorang, salahkan saja istriku tapi jangan aku karena aku adalah seorang direksi di perusahaan, jika aku masuk penjara maka karirku akan berakhir dan anak-anakku yang akan jadi korban, jika istriku yang bertanggungjawab maka aku bisa saja mengirim anak-anakku ke luar negeri untuk sekolah.” Kata Jo.


“Apa yang akan aku dapatkan jika aku memaafkanmu?” Tanya Yudi.


“Aku akan menjamin hidupmu dan kedua anakmu, bagaimana?” Tanya Jo.


“Aku tidak percaya padamu, bisa saja kamu menjebakku.” Kata Yudi.


“Percayalah padaku.” Kata Jo.


Akhirnya Yudi mempercayai Jo.


Beberapa hari kemudian, Alin ditetapkan sebagai seorang tersangka dan masuk penjara karena tuduhan pembunuhan kepada Ayu. Kemudian Jo mempekerjakan Yudi di kantornya, sedangkan Yanti dan Yanto kembali sekolah di sekolah yang sama dengan Celine dengan tenang.