
Adele masih dirawat dirumah sakit untuk proses pemulihan. Malam harinya, dia diam-diam pergi keluar dari rumah sakit. Ternyata dia menemui Jio. Setibanya di tempat Jio. Adele membungkam mulut Jio sampai pingsan. Kemudian dengan sekuat tenaga dia menyeret Jio dan membawanya ke suatu tempat yaitu ke tepi jurang. Setibanya di tepi jurang, dia menyiram wajah Jio dengan air sampai Jio terbangun.
“Argh.” Teriak Jio karena kaget.
“Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku.” Teriak Jio.
“Siapa kamu? Lepaskan maskermu dan kacamata serta topimu.” Teriak Jio.
“Selamat malam tuan Jio.” Kata Adele.
“Kamu? Berani sekali kamu melakukan ini padaku, dasar wanita licik.” kata Jio.
“Tega sekali kamu menembakku. Kamu pikir aku dengan mudah bisa mati? Bagaimana jika Laura mengetahui bahwa kamulah yang menembak ibu kandungnya? Laura sampai saat ini masih belum tau bahwa aku adalah ibu kandungnya.” Kata Adele.
“Apa mau kamu?” Teriak Jio.
“Aku ingin Laura tinggal denganku dan juga JK Group.” Kata Adele.
“Apa kamu bilang? Jangan bermimpi bisa memiliki keduanya.” Kata Jio.
“Maka aku akan mendorong mobilmu masuk kedalam jurang. Dengan begitu kamu akan di anggap mati karena kecelakaan.” Kata Adele.
“Kita bisa membicarakan semuanya dengan baik.” Kata Jio.
“Aku tidak mempercayaimu lagi.” Kata Adele.
“Memangnya kamu ingin Laura tidak memiliki seorang ayah? Dia bisa hidup mewah dan enak berkat aku, ayahnya.” Kata Jio.
“Tapi kamu tega melukai Laura, dasar brengsek.” Kata Adele.
“Aku hanya memberi dia pelajaran dan peringatan kepadanya.” Kata Jio.
Kemudian Adele mendorong mobil Jio dan Jio terjatuh ke jurang.
“Selamat tinggal tuan muda Jio.” Kata Adele lalu mendorong Jio.
“Aaaaaaaaaaa astaga kenapa aku bermimpi seperti itu, aku membunuh Jio. Ternyata aku hanya bermimpi.” Kata Adele terbangun dari tidurnya.
**
“Bagaimana keadaanmu? Laura sedang pergi bersama Leo jadi aku tidak mengajaknya kesini.” Kata Abel.
“Aku lumayan membaik sekarang. Jadi dia tinggal denganmu?’ Tanya Adele.
“Awalnya dia ingin menemui Jio namun aku melarangnya dan mengatakan padanya bahwa bisa saja Jio yang menembakmu.” Kata Abel.
“Apakah Laura mempercayainya? Laura sangat mempercayai semua ucapan Jio.” Kata Adele.
“Sepertinya dia percaya karena Laura juga saat ini tidak punya tempat tujuan. Aku nanti akan bicara padanya bahwa kamu akan tinggal bersama dan akan bekerja sebagai guru tutor dia. Tapi bagaimana jika dia bertanya kepadamu kembali tentang ibu kandungnya?” Kata Abel.
“Jangan khawatir, aku bisa menjelaskannya sendiri kepadanya.” Kata Adele.
“Kamu akan memberitahunya bahwa kamu adalah ibu kandungnya?” Tanya Abel.
“Belum saatnya, jangan khawatir aku akan menyelesaikannya dengan caraku. Lebih baik fokuskan dirimu dengan suamimu. Selamat atas pernikahanmu dengan Jackson ya, semoga kalian berdua selalu bahagia dan pastinya terbebas dari Jio brengsek.” Kata Adele.
“Terima kasih, aku benar-benar tidak habis pikir kenapa dia tega melakukan itu padamu padahal dia sangat mencintaimu dan dia menganggap bahwa kamulah wanita satu-satunya yang dia cintai.” Kata Abel.
“Karena aku mengkhianatinya jadi dia menyerangku, apalagi dia tau bahwa aku ingin merebut Laura. Laura adalah tambang emas baginya.” Kata Adele.
“Maksud kamu?” Tanya Abel.
“Tuan Park memberikan ruang rahasia miliknya kepada Laura. Kamu ingat kan ruang rahasia yang berisi setumpuk emas dan juga uang tunai beserta semua aset milik tuan Park tersimpan didalam ruang rahasia tersebut, tuan Park mewariskannya kepada Laura.” Kata Adele.
“Apa? Kenapa? Padahal tuan Park juga memiliki cucu lain dari kakak Jio, bahkan mereka adalah anak kandung tuan Park. Kenapa justru memberikannya kepada Laura yang bukan cucu kandungnya?” Tanya Abel heran.
“Karena mereka terlibat kasus saat itu dan ibu kandung Jio akhirnya mendesak tuan Park agar mewariskannya kepada Jio, namun tuan Park lebih memilih untuk memberikannya kepada Laura dan Celo. Sebenarnya mereka tidak terlibat kasus, semua itu adalah ulah ibu kandung Jio dan juga Jio sendiri.” Kata Adele.
“Oh my God ibu kandung Jio dan Jio benar-benar sangat kejam.” Kata Abel.
“Aku mengetahui semua rahasia keluarga tuan Park bahkan sampai sekarang tuan Park masih sering menghubungiku untuk sekedar menanyakan kabarku.” Kata Adele.
“Apakah ada lagi yang ingin kamu ceritakan tentang keluarga Jio?” Tanya Abel.
“Masih banyak lagi tapi aku tidak akan menceritakan semuanya kepadamu. Oh iya aku harus melakukan terapi sekarang.” Kata Adele.
“Aku akan mengantar dan menemanimu.” Kata Abel.