Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 35



Abel sangat cemas karena Laura tiba-tiba keluar dan tidak bisa dihubungi.


“Sayang, ayo acaranya akan segera dimulai.” Kata Jackson.


“Tunggu sebentar, aku mau menelfon Laura dulu.” Kata Abel.


“Aku sudah menyuruh Leo untuk mencari Laura. Kita tidak bisa menunda acara kita sayang, semua keluarga sudah berkumpul bahkan adikmu datang dari Indonesia juga untuk menyaksikan hari bahagia kita.” Kata Jackson.


“Baiklah.” Kata Abel.


Jackson menggandeng tangan Abel.


Saat acara berlangsung, tiba-tiba Laura datang bersama Jio dan Celo. Tentu saja hal ini membuat Abel dan Jackson sangat kaget dengan kedatangan mereka. Apalagi penampilan Laura yang sangat berbeda dari biasanya.


“Laura.” Panggil Abel.


“Maaf aku datang terlambat karena harus menjemput dan menyambut kedatangan papaku. Mama tidak keberatan kan jika aku bertemu dengan papa?” Tanya Laura.


“Mama kamu kan sangat baik tentu saja dia tidak akan marah.” Kata Jio.


“Selamat atas pernikahan Ahjuma (bibi dalam bahasa Korea) dan Ahjushi (paman dalam bahasa Korea).” Kata Celo.


“Aku tidak ingin melihatmu, pergi kamu dari sini.” Bisik Abel.


“Jika mama mengusir papa pergi, aku akan ikut tinggal bersama papa.” Ancam Laura.


“Kenapa kamu harus mengajaknya untuk datang ke acara ini.” Kata Abel.


“Mama sangatlah egois, bagaimanapun juga papa harus mengetahui dan menyaksikan pernikahan mama dan Ahjushi. Apakah mama pernah menanyakan bagaimana perasaanku sebenarnya? Aku hanya butuh papaku karena dia selalu menuruti semua kemauanku. Aku ingin sekolah di Korea saja, aku juga ingin bergabung dengan kelas musik kembali, aku ingin tampil bernyanyi di atas panggung.” Kata Laura.


“Mama yang menentukan, kamu tidak bisa asal pindah begitu saja. Lagipula mama bisa memasukkanmu ke sekolah yang jauh lebih baik disini. Mama sangat khawatir denganmu dan tidak rela jika kamu tinggal bersama papa kamu. Apakah kamu tidak tau apa saja yang dilakukan oleh papa kamu? Bahkan dia seringkali melukaimu Laura.” Kata Abel.


“Ada sesuatu yang harus aku korbankan jika aku ingin mendapatkan sesuatu.” Kata Laura.


“Tunggu sampai acara ini selesai, baru kita bicara lagi.” Kata Abel.


“Kamu benar-benar egois.” Kata Laura.


**


Selesai acara, Abel segera berganti pakaian lalu menghampiri Laura dikamarnya.


“Laura kamu sedang apa? Kenapa kamu mengemasi semua barang milikmu?” Tanya Abel.


“Laura cukup.” Teriak Abel.


“Kenapa? Tunjukkan jati dirimu sebenarnya, kamu pasti ingin menamparku kan? Silahkan tampar saja, aku tidak peduli denganmu meskipun saat ini kamu memiliki hak asuhku. Lagipula usiaku sebentar lagi akan memasuki 20 tahun, dan aku bukan lagi anak-anak.” Kata Laura. Kemudian dia segera pergi sambil membawa koper dan menghampiri Jio. Jio menunggu Laura didalam mobil.


Laura menghampiri Jio.


“Ayo pa kita berangkat sekarang.” Kata Laura.


“Dimana ibumu? Apakah dia benar-benar telah merelakanmu pergi?” Tanya Jio.


“Aku tidak peduli lagi dengannya.” Kata Laura.


“Apakah Jackson ada didalam?” Tanya Jio.


“Sepertinya begitu, ayo cepat pa kita pergi dari sini.” Kata Laura.


Tiba-tiba Abel berlari mengejar Laura dan Jio.


“Tunggu.” Kata Abel.


“Ada apa lagi? Laura ingin tinggal denganku, bahkan dia sangat kesal denganmu.” Kata Jio.


“Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu sebelum pergi.” Kata Abel kepada Jio.


**


Jackson menemani Abel berbicara dengan Jio.


“Ada apa lagi? Aku sudah tidak ada urusan lagi dengan kalian.” Kata Jio.


“Apakah Laura tau bahwa Adele masih hidup? Kamu benar-benar bodoh, wanitamu bahkan telah mengkhianatimu padahal kamu begitu menyukainya.” Kata Abel.


“Banyak sekali yang kamu ketahui tentangku.” Kata Jio, kemudian Jio menelfon sekretarisnya untuk segera membawa pergi Laura.


“Kamu ingin menelfon siapa? Terlambat, saat ini Adele sedang menghampiri Laura.” Kata Abel.


“Kurang ajar kalian berdua.” Kata Jio. Kemudian Jio segera meninggalkan Abel dan menghampiri Laura. Ternyata Laura sudah tidak ada didalam mobil, begitu juga dengan Celo.


“Arghhhhhhhh sial sial sial.” Teriak Jio.