
10 tahun kemudian, Jio berusia 17 tahun saat itu. Dia mulai berubah setelah semua yang di ajarkan oleh Ina dan Adele. Selama ini Ina mengajarkan ilmu bela diri dan selalu menerapkan untuk tidak kalah dan harus selalu menang, akhirnya Jio dan Adele pun benar-benar berubah. Bahkan Jio mulai berani menghadapi kedua kakaknya. Selama ini Sora juga selalu mengawasi ajaran Ina kepada putranya.
Hari itu Elia lulus kuliah S2 nya, dia ingin bekerja di perusahaan ayahnya dan secepatnya menjadi penerus alias CEO JK Group. Tentu saja Sora tidak rela akhirnya dia melakukan berbagai cara agar Elia tidak bisa bekerja di JK Group. Sora membujuk suaminya agar tidak menuruti keinginan Elia.
“Mas, ada yang ingin aku katakan kepadamu.” Kata Sora.
“Ada apa sayang?” Tanya tuan Park.
“Apa benar Elia akan bekerja di perusahaanmu?” Tanya Sora.
“Iya benar sayang.” Kata tuan Park.
“Memangnya kamu tidak khawatir jika menempatkan Elia di posisi yang sangat tinggi? Dia bahkan baru saja lulus dan dia belum pernah memiliki pengalaman untuk bekerja. Jujur saja aku sangat khawatir sayang.” Kata Sora.
“Jangan khawatir, lagipula ada sekretarisku yang membantunya dan juga mengawasinya sayang.” Kata tuan Park.
“Bagaimana jika dia melakukan kesalahan dan semena-mena dengan staff yang lain? Pasti citra keluarga kita akan tercemar, aku tidak ingin nama baik kamu juga tercemar, selama ini kamu sangat sempurna dalam memimpin JK Group.” Kata Sora.
“Bagaimana jika kamu yang mengawasi Elia? Kamu kan bisa sekalian bekerja untukku dan membantuku juga, bagaimana menurutmu?” Tanya tuan Park.
“Mana mungkin Elia mengijinkanku, pasti dia akan sangat membenciku sayang. Aku tidak ingin hal itu terjadi.” Kata Sora.
“Kamu bisa mengawasinya secara diam-diam sayang.” Kata tuan Park.
“Baiklah kalau begitu, aku melakukan ini semua demi kamu ya.” Kata Sora.
“Kamu benar-benar istriku yang luar biasa, aku beruntung menikahimu.” Kata tuan Park.
**
Saat itu Sora mulai mengatur rencana untuk menghancurkan Elia agar tidak lagi bekerja di perusahaan tuan Park. Sora mengikuti Elia ke tempar kerjanya. Setibanya di tempat kerja, seluruh staff mengacuhkan dan tidak memperdulikan kedatangan Elia. Bahkan tidak ada satupun yang menyapa Elia. Hari itu Elia sedang memimpin sebuah meeting, dia menjadi pembicara dalam meeting kali ini. Namun saat Elia sedang menjelaskan dan memaparkan sesuatu, seluruh staff bahkan tidak ada yang mendengarkan dan justru asyik menggunjing. Hal ini membuat Elia kesal dan marah.
“Perhatian semuanya, kalian semua tidak mendengarkan penjelasanku ya? Kalian tau tidak aku ini anak pemilik perusahaan ini. Aku bisa saja memecat kalian semua dan mengusir kalian sekarang juga.” Kata Elia.
“Maaf tapi bu Elia tidak pantas bekerja di perusahaan ini, bu Elia benar-benar membuat nama baik perusahaan ini menjadi buruk dan saat ini saham perusahaan JK Group turun karena skandal yang ibu perbuat. Bu Elia sama sekali tidak layak bahkan tidak berhak ada disini, lagipula pemilik perusahaan ini adalah ayah ibu dan bukan ibu Elia.” Kata salah satu staff.
“Apa kamu bilang? Berani sekali kamu bicara seperti itu.” Kata Elia sambil menendang staff tersebut.
Tiba-tiba sekretaris Do datang.
“Aku akan memecat semua yang ada di ruangan ini, ingat kalian semua ya.” Bentak Elia, kemudian dia pergi ke ruangan meeting direksi.
Setibanya disana.
“Ada apa ini semua? Kenapa wanita ini ada disini juga.” Kata Elia, Sora saat itu ikut juga dalam meeting tersebut.
“Jaga ucapanmu, lebih baik kamu duduk di tengah.” Kata tuan Park.
“Memangnya ada apa sih ini?” Tanya Elia.
“Baiklah, disini saya berbicara sebagai CEO JK Group bukan sebagai ayah kandung nona Elia. Saya benar-benar kaget dengan beredarnya video itu dan juga insiden yang menimpa nona Elia. Saya sangat kecewa dengan nona Elia jadi untuk mempersingkat semua ini sekaligus mengatasi masalah ini, nona Elia tidak akan bisa bekerja lagi di perusahaan ini dan akan dihapus dari pemegang saham. Saya mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya.” Kata tuan Park sambil membungkuk begitu juga dengan Sora.
“Video? Memangnya video apa? Aku bahkan tidak tau apa-apa. Ayah tidak bisa melakukan hal ini kepadaku. Aku mau melihat videonya dulu, aku tidak bersalah. Baiklah aku terima jika aku tidak bisa bekerja di perusahaan ini tapi aku tidak terima jika ayah menghapus namaku dari pemegang saham ini. Aku mohon ayah jangan lakukan ini kepadaku.” Kata Elia.
Tiba-tiba polisi datang dan membawa Elia.
**
Di kantor polisi. PIhak polisi menjelaskan tentang masalah yang terjadi.
“Nona Elia dijatuhi hukuman karena melakukan pembunuhan terhadap teman nona yang bernama Nana. Nona Nana saat itu sedang bersama nona Elia dan setelah anda bersama nona Nana, keesokan harinya dia ditemukantidak sadarkan diri dengan luka tusuk, bahkan senjata yang digunakan terdapat sidik jari nona Elia. Kemudian kami juga menemukan beberapa obat terlarang didalam apartemen milik nona Nana.” Kata polisi.
“Apa? Nana adalah sahabat saya, mana mungkin saya membunuhnya, ini semua fitnah dan ada yang ingin menjebak saya. Saya juga tidak memakai obat terlarang seperti itu.” Kata Elia kesal.
“Kami telah menggeledah kamar nona dan kami menemukan obat terlarang tersebut di kamar dan mobil nona. Jadi nona tidak bisa mengelaknya, kami juga akan melakukan tes untuk memastikan apakah anda pemakai obat tersebut atau tidak. Mohon kerjasamanya.” Kata polisi.
“Lepaskan saya, saya tidak bersalah.” Kata Elia, tba-tiba Sora datang.
“Wah kebetulan sekali ibu saya datang, dia bisa menjelaskan kepada kalian semua kalau saya tidak bersalah. Bahkan dia tau kalau kemarin saya pergi bersama Nana lalu setelah itu kami berdua pulang ke apartemen masing-masing karena kemarin saat saya pergi bersama Nana, saya bertemu dengan ibu saya.” Kata Elia.
“Cepat jelaskan kepada mereka jika aku tidak bersalah, kamu datang kesini untuk menolong dan mengeluarkanku dari sini kan.” Kata Elia.
“Saya kemarin tidak bertemu dengan anak saya, kemarin saya dan suami saya sedang menghadiri pertemuan.” Kata Sora.
“Apa? Dasar kurang ajar kamu ya, apakah ini bagian dari rencanamu, dasar wanita licik.” Kata Elia.
“Saya serahkan semuanya kepada anda pak, mohon segera selesaikan semuanya. Jika memang benar anak saya bersalah, saya dan keluarga tidak keberatan jika dia harus dihukum.” Kata Sora.