
Abel semakin khawatir dengan
kondisi Laura. Abel mengejar Laura.
“Tunggu.” Kata Abel.
“Lepaskan aku, jangan ikut campur
dengan urusanku.” Kata Laura.
“Ikut aku sekarang juga.” Paksa
Abel.
“Tidak mau, lepaskan aku.” Bentak
Laura.
Namun Abel berhasil membawa Laura.
Abel menuju ke rumah sakit untuk
memeriksakan luka memar di tangan Laura.
“Untuk apa pergi ke rumah sakit?”
Tanya Laura.
“Lukamu harus di obati.” Kata Abel.
“Aku tidak butuh, lebih baik
antarkan aku pulang.” Kata Laura.
“Kamu ingat kan jika papa kamu
pernah berkata padaku jika semua urusanmu adalah urusanku juga.” Kata Abel.
“Apa? Jangan karena kamu menikahi
papaku lalu kamu bisa mengatur semua urusanku.” Kata Laura.
“Percayalah padaku, sampai
kapanpun aku akan disampingmu untuk melindungimu.” Kata Abel sambil menggenggam
tangan Laura.
“Aku tau sebenarnya kamu
sebenarnya anak baik dan penurut namun orang tuamu salah mendidikmu.” Kata Abel
dalam hati.
“Kita masuk dulu lalu kita
periksakan lukamu, lukamu butuh perawatan. Memangnya kamu mau memiliki bekas
luka seperti itu apalagi kamu masih muda.” Kata Abel.
Selesai ke rumah sakit, Abel dan
Laura kembali ke rumah.
“Jangan kahwatir, lukamu
baik-baik saja jika kamu rutin meminum obat dan mengoleskan salep.” Kata Abel.
“Apakah kamu ingin pergi ke suatu
tempat atau melakukan sesuatu?” Tanya Abel.
“Aku muak dengan rumah itu dan
seluruh orang yang ada didalamnya.” Kata Laura.
“Setiap orang tidak bisa memilih
ingin terlahir dari siapa dan keluarga yang seperti apa tapi banyak orang yang
menginginkan kehidupan sepertimu. Bertahanlah.” Kata Abel.
“Bahkan tidak ada yang
menyayangiku termasuk orang tuaku sendiri.” Kata Laura.
“Anggaplah aku sebagai ibumu, sejak
aku menikahi papa kamu, saat itu juga aku menerimamu dan Celo sebagai
anakku.” Kata Abel.
“Memangnya sampai kapan kamu bisa
bertahan dengan papaku yang seperti itu? Bagaimana jika dia tau kalau kamu
mengalami keguguran? Pasti papa akan sangat murka denganmu.” Kata Laura.
“Jangan khawatir, aku baik-baik
saja.” Kata Abel.
**
Tiga bulan kemudian, Jio
ditangkap oleh polisi terkait pembunuhan terhadap ibu kandung Celo yang
bernama Yeri Han. Abel menyerahkan semua bukti bahwa Jio telah membunuh
Yeri Han. Abel telah menemukan bukti melalui buku diari Yeri Han dimana di buku
diari tersebut tertulis bahwa Jio menculik dan menyiksa Yeri Han dengan
alasan mencoba kabur darinya setelah membawa beberapa uang tunai dan emas
batang milik Jio, selain itu Yeri Han mencoba membawa Celo oleh karena itu
Jio menculik dan menyembunyikannya di ruang rahasia. Bahkan ditemukan abu
milik Yeri Han sehingga pihak kepolisian yakin bahwa Jio adalah pelakunya. Namun
Jio dan pengacaranya mengajukan keberatan karena dia merasa tidak bersalah.
**
pembunuhan Yeri Han. Abel dan Laura turut hadir dalam persidangan
tersebut, sedangkan Celo pergi ke luar negeri bersama bibi Kang, Abel sengaja
mengirim Celo ke luar negeri agar dia tidak mengetahui berita tentang
ayahnya.
Jio tidak berhasil
mendapatkan bukti bahwa dia tidak bersalah, justru Lily tiba-tiba datang dan
memberikan kesaksian.
“Nama saya Lily Han akan
memberikan kesaksian terkait kasus ini. Jadi saat itu saya terpaksa
berpura-pura hamil Celo karena Jio mengancam saya akan menyiksa putri
saya yaitu Laura, akhirnya saya menyetujuinya dan setelah Celo lahir
saya membawa Celo kembali ke rumah namun mendiang Yeri Han masih saja
mengganggu mantan suami saya dan saya terganggu, akhirnya saya mendatangi
kediamannya untuk memberi peringatan namun setibanya disana, saya justru
menemukan mendiang Yeri Han dalam keadaan pingsan dan berlumuran darah. Saya membawanya
ke rumah sakit lalu karena disana ada pihak keluarga sehingga saya kembali ke
rumah, namun keesokan harinya saya ditangkap polisi karena tuduhan membunuhnya.
Saat itu saya ingin melakukan autopsi terhadap mendiang namun pihak keluarga
mengatakan bahwa mereka telah memakamkannya. Saat saya selidiki keluarga
mendiang ternyata berada di luar negeri semua. Ini saya lampirkan bukti pesan
pribadi saya kepada mendiang. Mendiang tidak pernah membalas pesan saya, saya
juga melampirkan foto bahwa saya tidak pernah menyakiti mendiang. Setelah saya
mengantarnya ke rumah sakit, saya kembali ke kediamannya dan saya tidak melihat
lagi bekas noda, lalu rumah tersebut kosong termasuk semua pakaian mendiang.” Kata
Lily.
Berdasarkan kesaksian Lily
tersebut, akhirnya Jio terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman penjara
selama 15 tahun.
Lily dan Abel sangat puas
dengan keputusan tersebut.
“Kamu pikir dengan aku masuk
penjara, kamu bisa aman? Lihat saja pembalasanku. Aku bisa dengan mudah keluar
dari sini karena aku adalah Jio, Park Jio tidak semudah itu aku bisa
masuk penjara.” Kata Jio kepada Lily.
“Aku akan segera mengajukan hak
asuh atas Laura dan Celo.” Kata Lily.
“Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan
bukanlah ibu kandung Laura.” Kata Jio.
“Aku tidak peduli, aku selama ini
telah mengaggap Laura sebagai putri kandungku. Selamat membusuk didalam
penjara.” Kata Lily, lalu dia pergi meninggalkan Jio.
Setelah itu Abel menghampiri Jio.
“Masuklah kedalam mobil, aku akan
menemui ayahmu sebentar.” Kata Abel kepada Laura.
“Apakah kamu yakin akan
menemuinya?” Tanya Laura.
“Jangan khawatir.” Kata Abel.
Kemudian Abel menemui Jio.
“Untuk apa kamu menemuiku? Dasar
kurang ajar. Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa menghentikanku apalagi
menghancurkanku.” Kata Jio.
“Buktinya kamu bisa kalah dariku,
jangan khawatir aku akan menggantikanmu sebagai CEO JK Group, dan aku akan
menjadi wali Laura dan Celo.” Kata Abel.
“Dasar kurang ajar, setelah kamu
membunuh anakku lalu kamu menghancurkanku. Lihat saja pembalasanku.” Kata Jio.
“Tutup mulutmu, justru kamu yang
membuatku kehilangan anakku. Lagipula dia tidak ingin lahir sebagai anakmu.” Kata
Abel.
“Hei hei hei awas kamu.” Teriak
Jio.