Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 9 (From Visual to Devil)



Saat jam istirahat, Celine dan teman-temannya mengajak Yanti dan Yanto ke ruang olahraga.


“Kenapa kalian mengajak kita kesini?” Tanya Yanti.


“Duduklah, kita disini akan mengadakan pesta penyambutan murid baru spesial untuk kalian.” Kata Celine.


“Aku dengar Yanto sangat jago olahraga ya, kalau begitu kamu tidak keberatan kan jika Daniel dan timnya mengajakmu battle untuk boxing?” Tanya Celine.


“Aku tidak bisa, aku bahkan tidak bisa boxing.” Kata Yanto.


“Tangkap dia dan lawan dia sekarang juga.” Kata Celine.


Akhirnya Daniel dan timnya memegangi dan menghalangi Yanto, lalu Daniel menghajar Yanto berkali-kali hingga Yanto kesakitan.


“Lepaskan kakakku aku mohon Celine.” Kata Yanti.


“Duduklah dan kita lihat pertunjukan ini bersama ya.” Kata Celine.


Celine dan teman-temannya pun tertawa terbahak-bahak melihat Yanto yang dihajar oleh Daniel dan timnya. Yanto pun menjadi tidak berdaya dan berdarah di bagian wajahnya maupun tangan kakinya, Yanti yang melihatnya hanya bisa menangis melihat kakaknya kesakitan karena Celine dan teman-temannya menghalangi Yanti untuk menolong Yanto.


Setelah selesai menghajar Yanto, Celine mengajak Yanti ke suatu tempat.


“Ayo ikut aku.” Kata Celine.


“Lepaskan aku, aku mohon Celine. Ampuni aku kali ini, aku janji akan menuruti semua keinginanmu tapi aku mohon lepaskan aku dan biarkan aku menolong kakakku.” Kata Yanti.


“Dasar anak miskin, jelek bahkan namamu saja kampungan. Berani sekali kamu bersekolah di sekolah yang sama sepertiku. Aku sangat membencimu.” Bisik Celine sambil menampar pipi Yanti.


Kemudian Celine dan teman-temannya membawa Yanti ke kolam renang.


“Guys ikat dia dan suruh dia berdiri dipinggir kolam.” Kata Celine kepada teman-temannya.


Akhirnya Celine cs mengikat Yanti dan menyruhnya berdiri di pinggir kolam.


“Kenapa aku harus melepaskanmu?” Tanya Celine.


“Kenapa kamu sangat jahat kepadaku? Memangnya apa salahku?” Tanya Yanti.


“Kesalahanmu adalah berani sekolah di sekolah yang denganku, harusnya kamu sadar diri dan tau tempat. Kamu hanyalah anak majikan yang miskin, jelek, kotor dan kampungan. Kenapa kamu tidak mati saja dan menghilang dari pandanganku?” Kata Celine.


“Aku merasa kasihan denganmu, pasti kamu tertekan dengan kehadiranku di sekolah ini kan? Padahal kamu anak orang kaya raya tapi suka menindas orang lain bahkan kelakuanmu sangatlah buruk.” Kata Yanti karena sakit hati dengan perkataan Celine.


Akhirnya Celine mendorong Yanti ke kolam renang dengan tangan Yanti yang terikat sehingga Yanti kesulitan untuk menyelamatkan dirinya.


Celine dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak melihat Yanti tenggelam di kolam renang. Tiba-tiba Yanto datang lalu segera menyelamatkan adiknya dan membawanya ke tepi kolam renang.


“Yanti sadarlah aku mohon.” Kata Yanto.


“Kalian benar-benar kejam. Aku akan melaporkan perbuatan kalian.” Kata Yanto.


“Silahkan laporkan pada semua guru. Ayo kita pergi dari sini.” Kata Celine lalu dia pergi dengan teman-temannya.


Kemudian Yanto membawa adiknya ke uks.


“Bu tolong adik saya, dia tenggelam di kolam renang.” Kata Yanto kepada petugas uks.


“Baringkan di kasur, nanti juga dia akan sadar.” Kata petugas uks.


“Apa? Tapi dia tenggelam dan harus segera ditolong bu.” Kata Yanto kesal.


“Kamu lihat kan saya sedang sibuk membuat laporan, dia hanya tenggelam kan? Nanti juga dia akan sadar dengan sendirinya.” Kata petugas uks.


Akhirnya Yanto membawa Yanti keluar sekolah dan membawanya ke klinik terdekat. Beruntung Yanti segera ditangani oleh dokter sehingga dia segera sadar.