Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 14 (From Visual to Devil)



Yudi dan kedua anaknya kembali ke rumah sakit.


“Ada apa itu kok rame?” Tanya Yanto.


“Bapak juga tidak tau, ayo kita segera menemui ibu saja.” Kata Yanti.


“Tunggu sebentar pak, aku mau melihat disana seperti ada yang terjatuh dari atas.” Kata Yanto.


“Jangan kak, ayo kita menemui ibu saja.” Kata Yanti.


“Sebentar saja pak.” Kata Yanto.


Akhirnya mereka menghampiri kejadian.


“Siapa yang jatuh suster?” Tanya Yudi kepada salah satu perawat.


“Pasien dikamar inap melati nomor 12 pak.” Kata perawat tersebut. Pasien kamar inap melati nomor 12 adalah Ayu, seketika Yanti dan Yanto pun menangis histeris.


“Ibu Ibu Ibu jangan pergi bu.” Kata Yanti.


“Ibu kenapa bisa seperti ini? Ibu jangan tinggalkan kami bu.” Kata Yanto.


“Tidak mungkin, tidak mungkin kamu pergi secepat ini.” Kata Yudi sambil membuka kain penutup yang menutupi istrinya namun dicegah oleh perawat tersebut sehingga Yudi tidak bisa melihat kondisi istrinya.


“Maaf pak.” Kata perawat tersebut.


“Saya hanya ingin melihat dan memastikan apakah benar dia orang yang saya kenal.” Kata Yudi.


“Mohon maaf, kami harus segera membawanya kedalam untuk dilakukan tindakan.” Kata perawat tersebut.


**


Setelah kepergian Ayu untuk selamanya, kini hidup Yudi dan kedua anaknya pun semakin kacau. Mereka masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Ayu telah pergi.


“Pak kita akan tinggal dimana? Aku yakin bahwa ibu tidak melakukan bunuh diri kan pak? Pasti ada kesalahpahaman kan pak, aku ingin membuktikan bahwa sebenarnya ada yang mendorong dan menjatuhkan ibu, saat itu ibu masih tidak sadarkan diri pak jadi mana mungkin tiba-tiba ibu naik ke lantai paling atas, itu mustahil pak.” Kata Yanto.


“Ikhlaskan kepergian ibu, ayo kita pergi.” Kata Yudi.


“Tapi pak, apakah bapak akan diam saja? Pasti ini semua ulah keluarga tuan Jo.” Kata Yanto.


“Tentu saja, kita tidak punya tempat tinggal lagi.” Kata Yudi.


“Tapi mereka telah membuat ibu seperti ini pak.” Kata Yanti.


“Ini semua adalah takdir, kita harus bisa menerimanya.” Kata Yudi lalu pergi, sedangkan Yanti dan Yanto masih ingin membuktikan atas kematian Ayu.


“Kak, aku yakin ini ada hubungannya dengan keluarga tuan Jo.” Kata Yanti.


“Aku juga sependapat denganmu, tapi pihak rumah sakit bilang kalau tidak ada rekaman cctv.” Kata Yanto.


“Pasti ada yang menghapusnya kak.” Kata Yanti.


“Aku akan mencari kebenaran ini dan aku akan membalas mereka semua.” Kata Yanto.


“Satu-satunya cara kita untuk bisa bertahan adalah dengan tinggal dirumah tuan Jo, mungkin ini rencana bapak juga kak.” Kata Yanti.


“Sepertinya begitu.” Kata Yanto.


Setelah itu mereka berdua kembali ke rumah keluarga Jo.


**


Setibanya dirumah keluarga Jo.


“Aku turut berduka atas kepergian Ayu istrimu, apakah kamu akan tetap menuntut istriku? Padahal istrimu sendiri yang memilih untuk melakukan bunuh diri. Bahkan pihak polisi juga telah menutup kasus tersebut dan menetapkan penyebab Ayu meninggal adalah bunuh diri.” Kata Jo.


“Aku sudah ikhlas tuan, tolong tetap pekerjakan saya dirumah ini dan biarkan kedua anak saya tinggal dirumah ini.” Kata Yudi.


“Memang seharusnya begitu, cari saja istri baru lagi.” Kata Jo sambil tersenyum kepada Yudi.


“Lihat saja pembalasanku kepada keluargamu.” Kata Yudi dalam hati.


“Sekarang antarkan aku ke suau tempat, kamu adalah orang kepercayaanku mulai hari ini.” Kata Jo.


“Baik tuan.” Kata Yudi.