Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 6 (From Visual to Devil)



Saat Ayu mengelap keringat Jo, tiba-tiba Alin memergokinya sehingga seketika Alin kesal dan marah kepada Ayu dan suaminya.


“Ayu.” Teriak Alin.


“Astaga apa yang kamu lakukan, dia menggodaku.” Kata Jo sambil mendorong Ayu.


“Saya hanya melakukan apa yang disuruh oleh tuan, tadi tuan menyuruh saya untuk mengelap keringatnya.” Kata Ayu.


“Hei jangan fitnah kamu ya, dasar orang miskin jelek tidak tau diri, rasakan ini.” Kata Jo sambil menyiram kopi ke wajah Ayu. Ayu pun berteriak kepanasan.


“Aaaaaaa panas panas panas.” Teriak Ayu.


“Biarkan saja dia mas, ayo cepat bersiaplah mas karena kita harus pergi.” Kata Alin.


“Dasar tidak tau diri.” Kata Jo sambil menendang Ayu. Ayu pun menangis karena kesakitan dan kepanasan. Dia pun pergi ke kamarnya sambil merintih kesakitan. Tiba-tiba Tika melihatnya dan menghampirinya.


“Ayu apa yang terjadi? Ada apa dengan wajahmu? Biar aku obati ya.” Kata Tika.


“Panas dan terasa sangat sakit.” Kata Ayu merintih kesakitan.


“Kita ke dokter saja yuk, aku akan mengantarmu ya.” Kata Tika.


“Panggilkan saja suamiku, biar dia yang mengantarku ke dokter.” Kata Ayu.


“Baiklah, tunggu sebentar ya.” Kata Tika. Akhirnya Tika berlari untuk memanggil Yudi. Yudi pun sangat kaget melihat kondisi istrinya.


“Sayang apa yang terjadi denganmu? Wajahmu kenapa?” Tanya Yudi.


“Cepat bawa istrimu ke dokter terdekat, di gang sebelah. Dia harus mendapatkan perawatan secepatnya.” Kata Tika.


“Ah iya iya baiklah.” Kata Yudi. Yudi pun segera membawa istrinya ke dokter.


**


Malam harinya, Ayu menangis karena kesakitan di bagian wajahnya yang terkena tumpahan kopi.


“Aku tidak kuat lagi bekerja disini mas, mereka sangat kejam dan tega. Aku takut mereka akan melakukan hal yang sama kepada anak-anak.” Kata Ayu.


“Bersabarlah sayang.” Kata Yudi.


“Lalu kamu ingin kita keluar dari rumah ini dan kembali ke desa kita?” Tanya Yudi.


“Tentu saja aku tidak mau tapi mereka benar-benar sangat kejam mas.” Kata Ayu.


“Bertahanlah sayang, aku janji akan membalas perbuatan mereka karena telah melukaimu.” Kata Yudi.


“Membalas? Membalas dengan cara apa? Mereka majikan kita sedangkan kita hanyalah seorang art. Mereka tidak sebanding dengan kita.” Kata Ayu.


“Aku akan membuat mereka menyesal karena telah melukaimu.” Kata Yudi.


“Oh iya tadi Yanti bilang kepadaku bahwa dia ingin sekolah mas. Dia ingin bersekolah di sekolah yang sama dengan si Celine.” Kata Ayu.


“Aku akan mendaftarkan Yanti dan Yanto di sekolah yang sama dengan si Celine.” Kata Yudi.


“Memangnya kita sanggup membiayai mereka sekolah disana?” Tanya Ayu.


“Kita kan bisa mengajukan keringanan ke pihak sekolah.” Kata Yudi.


“Baiklah kalau begitu. Oh iya mas kenapa kamu tidak jadi supir pribadinya tuan Jo saja?” Tanya Ayu.


“Tuan Jo sudah punya supir pribadi.” Kata Yudi.


“Singkirkan supir pribadinya dan kamu yang akan menggantikannya. Dengan begitu kamu bisa mengetahui apa saja yang dilakukan oleh tuan Jo. Katanya kamu ingin membalasnya.” Kata Ayu.


“Boleh juga ide kamu sayang, tapi bagaimana caraku untuk menyingkirkan supir dia.” Kata Yudi.


“Jebak dia mas agar tuan Jo memecatnya.” Kata Ayu.


“Kamu pintar juga sayang, baiklah aku akan melakukan apapun.” Kata Yudi.


“Aku akan membantumu mas.” Kata Ayu.


“Terima kasih sayang, sekarang tidurlah. Besok kan kamu harus bangun pagi.” Kata Yudi.


“Iya, besok daftarkan Yanti dan Yanto sekolah ya mas.” Kata Ayu.


“Iya sayang.” Kata Yudi.