
Sora mengambil bayi Lily dan meletakkannya didepan pintu panti asuhan. Diam-diam Adele mengikuti Sora dan mengamatinya dari kejauhan. Setelah Sora menyelesaikan misinya, dia pun kembali. Lalu Adele mendekati bayi tersebut dan mengambilnya lalu membawanya ke apartemen tempat dia tinggal.
Setibanya di apartemen. Adele menyusui bayi tersebut dan berencana merawatnya tanpa sepengetahuan Jio dan keluarganya.
“Kamu sangat kasihan padahal kamu tidak bersalah, aku akan merawatmu karena suatu saat pasti kamu akan bermanfaat bagiku bahkan bisa menjadi kartu AS untukku. Pasti kamu kehausan kan, minumlah. Aku akan berbaik hati memberikan asi untukmu. Aku akan memberikanmu nama yang cocok untukmu. Mulai sekarang namamu adalah Emma.” Kata Adele.
Satu tahun kemudian.
Adele sempat bingung dengan keberadaan bayi Emma. Hari itu juga akhirnya dia kembali ke Korea, setibanya disana dia berencana untuk menitipkan Emma ke panti asuhan namun dia merasa kasihan dengan bayi tersebut.
“Entah kenapa aku merasa kasihan denganmu, kamu sama sekali tidak bersalah tapi keluarga Jio sangat keterlaluan. Anggap saja inilah balas budiku kepadamu. Kamu akan di asuh oleh orang kepercayaanku dan hidupmu akan bahagia setelah ini.” Kata Adele.
Akhirnya Adele menemui seseorang. Adele bertemu dengan salah satu kerabatnya.
“Adele.” Kata wanita tersebut.
“Tante Yumi, lama tidak bertemu dengan tante.” Kata Adele.
“Siapa bayi ini? Apakah ini anakmu?” Tanya Yumi.
“Anggap saja begitu, aku ingin tante merawat dan membesarkan bayi ini.” Kata Adele.
“Memangnya kenapa?” Tanya Yumi.
“Banyak hal yang belum siap untuk aku ceritakan kepada tante. Bisa tidak tante Yumi mengadopsi bayi ini?” Tanya Adele.
“Tentu saja, tante dan om akan merawat bayi ini. Tapi bisakah kamu membelikan tante rumah yang layak untuk tante? Ya bagaimanapun juga dulu ibumu banyak meminjam uang kepada tante dan om.” Kata Yumi.
“Jangan khawatir, aku akan memberikan apapun untuk tante.” Kata Adele.
“Terima kasih, berikan bayi itu kepada tante.” Kata Yumi.
“Jaga dia dengan baik dan pastikan dia tidak menderita, saat nanti dia sudah dewasa aku akan mengambilnya.” Kata Adele.
**
Adele menemui Jio dirumahnya, ternyata Jio sedang mengadakan sebuah pesta perayaan ulang tahun putrinya yang pertama. Adele mengintip kebahagiaan Jio dan istrinya dari kejauhan. Setelah itu barulah dia diam-diam menghampiri Jio kedalam kamarnya.
Adele perlahan mendekati Jio dan memeluknya dari belakang.
“Ada apa istriku sayang? Kamu merindukanku ya?” Tanya Jio.
“Lama tak berjumpa sayang.” Kata Adele sambil mencekik leher Jio dengan dasi.
“Aaaaa aaaaa sakit sekali.” Teriak Jio, kemudian Adele melepaskannya.
“Hai.” Kata Adele.
“Adele, bagaimana mungkin kamu ada disini? Bukankah aku mengatakan kepadamu bahwa jangan datang kemari dan tunggu aku menghampirimu.” Kata Jio.
“Dasar pembohong, aku lama menunggumu tapi kamu tak kunjung menghampiriku. Apakah kamu mulai mencintai Lily istrimu? Ingat ya, aku juga istrimu.” Kata Adele.
“Jangan terlalu keras nanti yang lainnya mendengar, sekarang pergilah ke sebuah hotel, nanti aku akan menemuimu.” Kata Jio.
“Aku merindukan Laura.” Kata Adele.
“Bersabarlah, aku akan membantumu untuk menemui anak kita, saat ini Laura sedang tidur karena kelelahan setelah acara tadi.” Kata Jio.
“Hmmmm baiklah, aku akan menunggumu di hotel dalam waktu satu jam, jika kamu terlambat aku akan membongkar semuanya kepada Lily.” Kata Adele.
“Aku tidak akan terlambat.” Kata Jio sambil mencium Adele.