
Keesokan
paginya.
Abel dan Laura
sedang sarapan bersama.
“Laura-a.”
Kata Abel.
“Ada apa?”
Tanya Laura sambil terus menyantap makanannya.
“Ada yang
ingin mama tanyakan padamu.” Kata Abel.
“Tanya tentang
apa?” Tanya Laura.
“Apa benar
kemarin kamu menemui papa kamu?” Tanya Abel.
“Memangnya aku
tidak boleh bertemu dengan papaku? Meskipun saat ini kamu adalah waliku, bukan berarti
kamu bisa melarangku untuk menemui papaku.” Kata Laura sambil membanting
sendok.
“Laura-a Laura-a,
duduklah.” Kata Abel.
“Mama tidak
pernah melarangmu untuk menemui papa kamu tapi seharusnya kamu memberitahuku,
mama bisa mengantarmu untuk menemui papa kamu.” Kata Abel.
“Apakah kamu
akan memberiku ijin untuk menemuinya?” Tanya Laura.
“Mama akan
memikirkannya.” Kata Abel.
“Kamu bilang
kalau kita adalah keluarga, bukankah keluarga saling menutupi aib keluarga itu sendiri
tapi yang kamu lakukan adalah menghancurkan keluarga.” Kata Laura.
“Suatu saat
kamu akan mengerti kenapa mama melakukan ini, papa kamu sedang mendapatkan
hukuman atas apa yang telah dia lakukan.” Kata Abel.
“Hukuman?
Memangnya kamu berhak untuk menghukumnya? Sejak awal kamu hanya mengincar harta
milik keluargaku kan termasuk apartemen ini? Apartemen ini seharusnya atas
namaku tapi kamu mengubahnya menjadi atas nama milikmu.” Kata Laura.
“Apa yang
telah papa kamu katakan sehingga kamu berubah seperti ini? Kemarin kamu tidak
seperti ini.” Kata Abel.
“Aku harus
pergi ke sekolah, satu hal lagi kembalikan supir lamaku, aku tidak suka dengan
supir baruku pilihanmu.” Kata Laura.
“Baiklah, aku
akan menyuruh supir lamamu kembali bekerja.” Kata Abel.
**
Adele
mendatangi Jio.
“Kemana saja
kamu? Kenapa kamu baru muncul sekarang?” Tanya Jio.
hal yang harus aku lakukan, bagaimana kabarmu?” Tanya Adele.
“Tidak bisakah
kamu melihat keadaanku sekarang seperti apa?” Gerutu Jio.
“Aku lihat
penjaramu bahkan seperti sebuah hotel, apa rencanamu? Apakah kamu akan membusuk
disini? Istrimu bahkan saat ini menjadi CEO JK Group.” Kata Adele.
“Tidak akan
kubiarkan dia menguasai perusahaan milikku.” Kata Jio.
“Lalu apa
rencanamu?” Tanya Adele.
“Keluarkan aku
dari sini secepatnya. Aku akan membayar berapapun asalkan aku bisa bebas.” Kata
Jio.
“Bagaimana
caranya? Bahkan kita tidak memiliki cukup bukti.” Kata Adele.
“Aku kira kamu
pintar, nyatanya kamu sama saja bodoh.” Kata Jio.
“Aku akan
memikirkannya, tapi aku butuh uang untuk hidup.” Kata Adele.
“Kamu bisa
menemui sekretaris Kim.” Kata Jio.
“Dia dipecat
oleh istrimu.” Kata Adele.
“Dia akan
meminta bantuan kepada ibuku.” Kata Jio.
“Baiklah, aku
pergi dulu.” Kata Adele.
**
10 menit
setelah Adele pergi, Abel datang untuk menemui Jio.
“Masih berani
kamu menemuiku? Nikmati hidupmu sebelum aku keluar dari penjara sebentar lagi.”
Kata Jio.
“Bukankah
sudah aku peringatkan padamu untuk jauhi Laura dan jangan bicara apapun
dengannya.” Kata Abel.
“Wah kenapa?
Apakah Laura tidak menganggapmu lagi? Seburuk apapun aku, aku tetaplah ayah
kandungnya dan kamu, kamu hanyalah ibu tirinya dia. Kamu telah memisahkan aku
dan anak-anakku tentu saja dia sangat membencimu.” Kata Jio.
“Aku tidak
akan membiarkan anak-anak bertemu denganmu.” Kata Abel.
“Kamu tidak
ada hak untuk melarangku bertemu dengan anak-anakku. Memangnya kamu siapa?”
Tanya Jio.
“Tentu saja
aku punya hak atas anak-anak, anak-anak ada didalam kendaliku. Justru mereka
tidak berhak tinggal dengan ayah kejam sepertimu.” Kata Abel, lalu dia pergi
dengan sangat kesal dan penuh kebencian terhadap Jio.