Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 19



Keesokan


paginya.


Abel dan Laura


sedang sarapan bersama.


“Laura-a.”


Kata Abel.


“Ada apa?”


Tanya Laura sambil terus menyantap makanannya.


“Ada yang


ingin mama tanyakan padamu.” Kata Abel.


“Tanya tentang


apa?” Tanya Laura.


“Apa benar


kemarin kamu menemui papa kamu?” Tanya Abel.


“Memangnya aku


tidak boleh bertemu dengan papaku? Meskipun saat ini kamu adalah waliku, bukan berarti


kamu bisa melarangku untuk menemui papaku.” Kata Laura sambil membanting


sendok.


“Laura-a Laura-a,


duduklah.” Kata Abel.


“Mama tidak


pernah melarangmu untuk menemui papa kamu tapi seharusnya kamu memberitahuku,


mama bisa mengantarmu untuk menemui papa kamu.” Kata Abel.


“Apakah kamu


akan memberiku ijin untuk menemuinya?” Tanya Laura.


“Mama akan


memikirkannya.” Kata Abel.


“Kamu bilang


kalau kita adalah keluarga, bukankah keluarga saling menutupi aib keluarga itu sendiri


tapi yang kamu lakukan adalah menghancurkan keluarga.” Kata Laura.


“Suatu saat


kamu akan mengerti kenapa mama melakukan ini, papa kamu sedang mendapatkan


hukuman atas apa yang telah dia lakukan.” Kata Abel.


“Hukuman?


Memangnya kamu berhak untuk menghukumnya? Sejak awal kamu hanya mengincar harta


milik keluargaku kan termasuk apartemen ini? Apartemen ini seharusnya atas


namaku tapi kamu mengubahnya menjadi atas nama milikmu.” Kata Laura.


“Apa yang


telah papa kamu katakan sehingga kamu berubah seperti ini? Kemarin kamu tidak


seperti ini.” Kata Abel.


“Aku harus


pergi ke sekolah, satu hal lagi kembalikan supir lamaku, aku tidak suka dengan


supir baruku pilihanmu.” Kata Laura.


“Baiklah, aku


akan menyuruh supir lamamu kembali bekerja.” Kata Abel.


**


Adele


mendatangi Jio.


“Kemana saja


kamu? Kenapa kamu baru muncul sekarang?” Tanya Jio.


hal yang harus aku lakukan, bagaimana kabarmu?” Tanya Adele.


“Tidak bisakah


kamu melihat keadaanku sekarang seperti apa?” Gerutu Jio.


“Aku lihat


penjaramu bahkan seperti sebuah hotel, apa rencanamu? Apakah kamu akan membusuk


disini? Istrimu bahkan saat ini menjadi CEO JK Group.” Kata Adele.


“Tidak akan


kubiarkan dia menguasai perusahaan milikku.” Kata Jio.


“Lalu apa


rencanamu?” Tanya Adele.


“Keluarkan aku


dari sini secepatnya. Aku akan membayar berapapun asalkan aku bisa bebas.” Kata


Jio.


“Bagaimana


caranya? Bahkan kita tidak memiliki cukup bukti.” Kata Adele.


“Aku kira kamu


pintar, nyatanya kamu sama saja bodoh.” Kata Jio.


“Aku akan


memikirkannya, tapi aku butuh uang untuk hidup.” Kata Adele.


“Kamu bisa


menemui sekretaris Kim.” Kata Jio.


“Dia dipecat


oleh istrimu.” Kata Adele.


“Dia akan


meminta bantuan kepada ibuku.” Kata Jio.


“Baiklah, aku


pergi dulu.” Kata Adele.


**


10 menit


setelah Adele pergi, Abel datang untuk menemui Jio.


“Masih berani


kamu menemuiku? Nikmati hidupmu sebelum aku keluar dari penjara sebentar lagi.”


Kata Jio.


“Bukankah


sudah aku peringatkan padamu untuk jauhi Laura dan jangan bicara apapun


dengannya.” Kata Abel.


“Wah kenapa?


Apakah Laura tidak menganggapmu lagi? Seburuk apapun aku, aku tetaplah ayah


kandungnya dan kamu, kamu hanyalah ibu tirinya dia. Kamu telah memisahkan aku


dan anak-anakku tentu saja dia sangat membencimu.” Kata Jio.


“Aku tidak


akan membiarkan anak-anak bertemu denganmu.” Kata Abel.


“Kamu tidak


ada hak untuk melarangku bertemu dengan anak-anakku. Memangnya kamu siapa?”


Tanya Jio.


“Tentu saja


aku punya hak atas anak-anak, anak-anak ada didalam kendaliku. Justru mereka


tidak berhak tinggal dengan ayah kejam sepertimu.” Kata Abel, lalu dia pergi


dengan sangat kesal dan penuh kebencian terhadap Jio.