Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 2



Abel akan


segera disidang terkait kasus yang menimpa Lily. Dia sangat sedih dalam persidangan


tersebut. Jio dan kedua anaknya turut hadir dalam persidangan tersebut. Satu


jam kemudian, datanglah Lily. Dia memberikan kesaksian bahwa Abel bukanlah


pelakunya.


“Saya


akan memberikan kesaksian bahwa terdakwa tidak bersalah. Saat mobil saya


tertabrak, saya melihat dengan jelas bahwa pelakunya adalah seorang laki-laki


berambut pendek, dia memakai topi dan mesker hitam, saya memang tidak melihat


dengan jelas karena setelah kejadian itu saya jatuh pingsan. Namun saya ada


bukti bahwa terdakwa tidak bersalah. Dimobil saya terpasang kamera dasbor namun


memori penyimpanannya tidak ada, saya yakin pelaku telah mengambilnya. Selain itu


kamera cctv di jalan raya tersebut juga sedang rusak, saya yakin pelaku telah


merusaknya. Tapi saya mendapatkan bukti berupa foto pelaku. Saya mendapatkan


bukti dari kamera cctv toko swalayan di seberang tempat kejadian. Dari foto


tersebut memang tidak terlihat jelas, namun dari foto tersebut kita semua bisa


melihat bahwa pelakunya adalah seorang laki-laki. Saya harap segera menemukan pelaku


sebenarnya, bisa saja pelaku sengaja menggunakan mobil terdakwa untuk menjebak


terdakwa. ” Kata Lily.


Setelah kesaksian


Lily, akhirnya Abel dibebaskan dari tuduhan tersebut. Pihak kepolisian pun


akhirnya mencari tersangka yang sebenarnya. Memang cukup sulit karena mobil


yang digunakan untuk menabrak Lily ditemukan di jurang, memang tersangka


sengaja membuangnya untuk menghilangkan jejak.


**


Abel menemui Lily.


“Kenapa


kamu menyelamatkanku? Tanya Abel.


“Lebih


baik cari siapa pelaku sebenarnya daripada bertanya seperti itu padaku.” Bisik Lily.


“Apakah


kamu mencurigai Jio?” Tanya Abel.


“Entahlah,


itu tugas polisi untuk mencari siapa pelaku sebenarnya.” Kata Lily.


Setelah


itu Lily menghampiri kedua anaknya.


“Kenapa


mama memberi kesaksian itu? Bukankah itu kesempatan mama untuk menendang Abel


dari rumah?” Tanya Laura.


“Lupakan


masalah itu, kita makan yuk. Mama ingin makan bersama kalian.” Kata Lily.


“Pa aku


mau makan dengan mama Lily ya.” Kata Laura.


“Baiklah,


nanti supirmu yang akan menjemputmu.” Kata Jio.


“Masuklah


kedalam mobil, mama ingin bicara sebentar dengan papa kalian.” Kata Lily.


Kemudian Lily mengajak Jio berbicara.


“Ada apa


lagi?” Tanya Jio.


“Tega sekali kamu melakukan itu padaku


setelah semua yang aku berikan padamu, permainanmu benar-benar sangat bagus dan


sempurna namun tetap saja kamu bodoh. Seharusnya aku ungkapkan saja di


persidangan bahwa itu semua rencanamu, kamu mengirim sekretarismu untuk


melakukannya kepadaku dan bertepatan sekali kamu sedang makan bersama anak-anak. Kamu benar-benar


hebat telah menikahi istrimu yang sangat polos itu, tapi ingat dia tidak


sebodoh dan sepolos yang kamu kira.” Bisik Lily.


“Wah jadi


menghancurkanku.” Kata Jio.


“Sepertinya


kamu takut aku akan mengetahui semua kebohonganmu makanya kamu ingin menghilangkanku


kan?” Bisik Lily.


“Aku


takut denganmu? Sebaiknya kamu hidup dengan tenang tanpa ikut campur semua urusanku.” Bisik Jio. Kemudian Jio pergi, namun Abel tidak sengaja


mendengar semua percakapan Jio dan Lily. Dia syok dan menangis.


Kemudian Lily melihat Abel, akhirnya dia menghampirinya.


“Berhentilah


menangis dan cari semua kebenaran suamimu.” Kata Lily.


“Aku


mendengar semua pembicaraan kalian berdua.” Kata Abel.


“Aku


sangat lega saat mengetahui Jio menikahimu karena aku bisa lepas darinya,


namun dia pasti akan semakin menjadi. Dia tidak mudah untuk dikalahkan.” Kata Lily.


“Kenapa


dia melakukan hal itu kepadamu?” Tanya Abel.


“Sepertinya


dia mengetahui bahwa aku akan mengetes DNA antara aku dan Laura.” Kata Lily.


“Lalu apa


hasilnya?” Tanya Abel.


“Dokter


itu tiba-tiba menghilang tanpa memberitahuku apa hasilnya.” Kata Lily.


“Bagaimana


mungkin Jio mengetahui rencanamu?” Tanya Abel.


“Bukankah


aku sudah bilang padamu bahwa Jio tidak semudah itu melepaskanku, dan dia


pasti bisa menemukan dimanapun aku berada.” Kata Lily.


“Lalu apa


rencanamu?” Tanya Abel.


“Aku


tidak peduli lagi dengannya, aku hanya takut Jio akan menyakiti


anak-anakku.” Kata Lily.


“Lalu


apakah kamu akan menyerah begitu saja?” Tanya Abel.


“Aku


melakukan ini demi anak-anakku agar bisa hidup dengan baik. Aku tidak ingin Jio melukai


anakku lagi jadi lebih baik aku tidak ikut campur lagi, yang aku percaya bahwa


Laura adalah anak kandungku.” Kata Lily.


“Aku akan


membantumu mengambil hak asuh Laura, dan biar Celo ikut denganku saja.


Aku tidak rela jika anak-anak tinggal bersama Jio.” Kata Abel.


“Kamu


pikir mudah mengambil milik Jio? Bahkan aku ibunya Laura saja tidak


bisa memilikinya sepenuhnya.” Kata Lily.


“Bagaimana


aku bisa diam melihat Jio seperti itu? Aku seorang wanita, aku bahkan


mengandung anak Jio saat ini.” Kata Abel.


“Apa? Kamu


hamil anak Jio?” Tanya Lily.


“Iya,


tapi aku belum memberitahunya.” Kata Abel.


“Lahirkan


dia dan lindungi dia dari Jio.” Kata Lily.


“Tentu


saja.” Kata Abel.