Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 28



Adele menemui Jio.


Jio sangat marah dengan Adele.


“Apa yang kamu


lakukan? Bukankah aku memintamu secepatnya bebaskan aku dari sini.” Teriak Jio.


“Ada hal lain


yang harus aku lakukan, jadi bersabarlah.” Kata Adele.


“Aku tidak


peduli bagaimana caramu untuk bisa mengeluarkanku. Ada satu hal lagi yang harus


kamu lakukan untukku.” Kata Jio.


“Ada apa


lagi?” Tanya Adele.


“Aku curiga


ada orang lain yang membantu Abel. Dia tidak mungkin bisa melakukan semua ini


sendiri.” Kata Jio.


“Siapa yang


kamu curigai?” Tanya Adele.


“Jackson.”


Kata Jio.


“Sepertinya


dia bukan orang yang kamu curigai, buktinya dia bekerjasama dengan JK Group


meskipun kamu saat ini sedang dipenjara, harusnya dia mundur tapi dia tetap


bekerjasama dengan perusahaanmu.” Kata Adele.


“Setelah aku


keluar dari sini, aku akan kembali merebut JK Group dari Abel, dia sama sekali


tidak berhak mendapatkan dan menguasainya.” Kata Jio.


“Abel bisa


mendapatkan JK Group karena dia adalah wali dari Laura dan Celo.” Kata Adele.


“Aku memang


sengaja membiarkannya, tapi setelah aku keluar dari sini. Aku akan merebut


semuanya.” Kata Jio.


 “Nanti aku akan masuk ke ruang rahasia


milikmu. Aku akan membuat Abel menjadi tersangkanya.” Kata Adele.


“Jangan.” Kata


Jio.


“Kenapa?”


Tanya Adele.


“Belum


saatnya, buatlah agar Lily yang bersalah. Dia berani mengkhianatiku.” Kata Jio.


“Bukankah Abel


juga mengkhianatimu.” Tanya Adele.


“Lakukan saja


perintahku.” Kata Jio.


“Baiklah,


bagaimana pertemuanmu dengan Laura? Apakah dia akan membantumu?” Tanya Jio.


“Tentu saja


dia berada di pihakku, aku sangat ingin memeluknya dan memberitahunya bahwa aku


“Bersabarlah


sampai tiba waktunya.” Kata Jio.


**


Abel


mengajukan surat perceraiannya dengan Jio dan Abel mendapatkan hak asuh Celo


dan Laura. Laura ikut pula dengan Abel.


“Maafkan aku


harus memilih jalan untuk berpisah dengan papa kamu. Laura, meskipun saat ini


aku dan papamu berpisah dan akhirnya kamu ikut denganku, aku akan menganggapmu


seperti anak kandungku jadi anggaplah aku menjadi ibumu ya. Aku juga tidak akan


menghalangimu untuk bertemu dengan papamu tapi minta ijinlah terlebih dahulu


kepadaku sebelum bertemu dengan papa kamu. Setelah ini aku berencana tinggal di


Amerika, aku harap kamu juga bisa ikut denganku pergi kesana. Mari kita mulai


hidup kita disana dengan bahagia ya.” Kata Abel sambil memeluk Laura.


“Aku akan ikut


denganmu.” Kata Laura.


“Itu pilihan


yang terbaik, aku akan memasukkanmu ke sekolah bergengsi dan aku juga akan


mendaftarkanmu kelas vokal, disana kelas vokalnya juga tidak kalah bagus kok.”


Kata Abel.


“Sebenarnya


aku akan lebih senang jika tetap tinggal di Korea.” Kata Laura.


“Kita bisa


saja tetap tinggal disini, tapi jujur saja aku khawatir jika tinggal satu


negara dengan papa kamu.” Kata Abel.


“Baiklah kalau


begitu.” Kata Laura.


“Jangan


khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Kamu percaya kan kepadaku?” Tanya Abel.


“Tentu saja.”


Kata Laura.


“Nanti aku


akan mengirimmu terlebih dahulu kesana karena aku banyak urusan di kantor


terkait perusahaan.” Kata Abel.


“Lebih baik


kita pergi bersama saja.” Kata Laura.


“Baiklah kalau


begitu. Kita kembali pulang sekarang yuk.” Kata Abel.


“Terima


kasih.” Kata Laura sambil menunduk.


“Meskipun kamu


bukanlah anak kandungku, tapi aku akan menyayangimu seperti anakku sendiri.”


Kata Abel dalam hati sambil menggandeng tangan Laura.


Setelah itu


mereka berdua pun kembali pulang ke rumah.