
Adele menemui Jio.
Jio sangat marah dengan Adele.
“Apa yang kamu
lakukan? Bukankah aku memintamu secepatnya bebaskan aku dari sini.” Teriak Jio.
“Ada hal lain
yang harus aku lakukan, jadi bersabarlah.” Kata Adele.
“Aku tidak
peduli bagaimana caramu untuk bisa mengeluarkanku. Ada satu hal lagi yang harus
kamu lakukan untukku.” Kata Jio.
“Ada apa
lagi?” Tanya Adele.
“Aku curiga
ada orang lain yang membantu Abel. Dia tidak mungkin bisa melakukan semua ini
sendiri.” Kata Jio.
“Siapa yang
kamu curigai?” Tanya Adele.
“Jackson.”
Kata Jio.
“Sepertinya
dia bukan orang yang kamu curigai, buktinya dia bekerjasama dengan JK Group
meskipun kamu saat ini sedang dipenjara, harusnya dia mundur tapi dia tetap
bekerjasama dengan perusahaanmu.” Kata Adele.
“Setelah aku
keluar dari sini, aku akan kembali merebut JK Group dari Abel, dia sama sekali
tidak berhak mendapatkan dan menguasainya.” Kata Jio.
“Abel bisa
mendapatkan JK Group karena dia adalah wali dari Laura dan Celo.” Kata Adele.
“Aku memang
sengaja membiarkannya, tapi setelah aku keluar dari sini. Aku akan merebut
semuanya.” Kata Jio.
“Nanti aku akan masuk ke ruang rahasia
milikmu. Aku akan membuat Abel menjadi tersangkanya.” Kata Adele.
“Jangan.” Kata
Jio.
“Kenapa?”
Tanya Adele.
“Belum
saatnya, buatlah agar Lily yang bersalah. Dia berani mengkhianatiku.” Kata Jio.
“Bukankah Abel
juga mengkhianatimu.” Tanya Adele.
“Lakukan saja
perintahku.” Kata Jio.
“Baiklah,
bagaimana pertemuanmu dengan Laura? Apakah dia akan membantumu?” Tanya Jio.
“Tentu saja
dia berada di pihakku, aku sangat ingin memeluknya dan memberitahunya bahwa aku
“Bersabarlah
sampai tiba waktunya.” Kata Jio.
**
Abel
mengajukan surat perceraiannya dengan Jio dan Abel mendapatkan hak asuh Celo
dan Laura. Laura ikut pula dengan Abel.
“Maafkan aku
harus memilih jalan untuk berpisah dengan papa kamu. Laura, meskipun saat ini
aku dan papamu berpisah dan akhirnya kamu ikut denganku, aku akan menganggapmu
seperti anak kandungku jadi anggaplah aku menjadi ibumu ya. Aku juga tidak akan
menghalangimu untuk bertemu dengan papamu tapi minta ijinlah terlebih dahulu
kepadaku sebelum bertemu dengan papa kamu. Setelah ini aku berencana tinggal di
Amerika, aku harap kamu juga bisa ikut denganku pergi kesana. Mari kita mulai
hidup kita disana dengan bahagia ya.” Kata Abel sambil memeluk Laura.
“Aku akan ikut
denganmu.” Kata Laura.
“Itu pilihan
yang terbaik, aku akan memasukkanmu ke sekolah bergengsi dan aku juga akan
mendaftarkanmu kelas vokal, disana kelas vokalnya juga tidak kalah bagus kok.”
Kata Abel.
“Sebenarnya
aku akan lebih senang jika tetap tinggal di Korea.” Kata Laura.
“Kita bisa
saja tetap tinggal disini, tapi jujur saja aku khawatir jika tinggal satu
negara dengan papa kamu.” Kata Abel.
“Baiklah kalau
begitu.” Kata Laura.
“Jangan
khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Kamu percaya kan kepadaku?” Tanya Abel.
“Tentu saja.”
Kata Laura.
“Nanti aku
akan mengirimmu terlebih dahulu kesana karena aku banyak urusan di kantor
terkait perusahaan.” Kata Abel.
“Lebih baik
kita pergi bersama saja.” Kata Laura.
“Baiklah kalau
begitu. Kita kembali pulang sekarang yuk.” Kata Abel.
“Terima
kasih.” Kata Laura sambil menunduk.
“Meskipun kamu
bukanlah anak kandungku, tapi aku akan menyayangimu seperti anakku sendiri.”
Kata Abel dalam hati sambil menggandeng tangan Laura.
Setelah itu
mereka berdua pun kembali pulang ke rumah.