
Hari itu Adele sudah diperbolehkan untuk kembali pulang, dia kembali pulang ke rumah Abel dan Jackson karena Abel sendiri yang membawanya. Kemudian Abel segera memasak untuk makan malam.
“Makan malam sudah siap.” Kata Abel.
“Harusnya aku yang menyiapkan makan malam untuk kalian.” Kata Adele.
“Sudahlah jangan khawatir, lagipula kamu juga baru saja pulang dari rumah sakit kan.” Kata Abel.
“Aku baik-baik saja kok, jangan khawatir.” Kata Adele.
“Sudahlah, duduklah dan kita akan makan malam bersama.” Kata Abel.
Kemudian Laura dan Jackson juga menuju ke meja makan.
“Loh kenapa dia disini? Apakah dia akan tinggal dirumah ini?” Tanya Laura.
“Mulai sekarang dia akan menjaga kamu, dia juga akan selalu menemanimu kemanapun dia pergi. Anggap saja dia guru tutor sekaligus pengasuh kamu Laura.” Kata Abel.
“Aku tidak butuh dia, aku bisa mengurus diriku sendiri. Lagipula gara-gara dia, aku hampir terluka saat di bandara.” Kata Laura.
“Kenapa kamu bicara seperti itu kepadanya? Bagaimanapun juga dia telah menyelamatkanmu, dia berkorban untukmu.” Kata Abel.
“Apa? Berkorban? Kalau begitu dimana ibu kandungku? Aku sama sekali tidak mempercayainya.” Tanya Laura.
“Ibu kandungmu saat ini sedang bersama papa kamu, papa kamu yang menyembunyikan ibu kandungmu dan tidak akan pernah mempertemukanmu dengan ibu kandungmu. Adele disini juga akan melindungimu dari papa kamu.” Kata Abel.
“Aku benar-benar dengan kalian semua, kalian anggap aku seperti orang bodoh dirumah ini.” Kata Laura. kemudian dia pergi ke kamarnya.
“Biar aku yang memberikan makan malam ke kamarnya.” Kata Adele.
“Seharusnya kamu bilang kepadanya bahwa kamu adalah ibu kandungnya.” Kata Jackson.
“Tidak, saat ini kondisi dia sedang tidak stabil dan banyak pikiran. AKu tidak ingin dia stres hanya memikirkan siapa ibu kandungnya.” Kata Adele.
“Tapi dia tidak sopan kepadamu, aku kasihan kepadamu.” Kata Abel.
“Aku tidak apa-apa, setiap hari melihatnya sudah cukup membuatku bahagia.” Kata Adele.
**
Abel dan Jackson sedang pergi berdua, mereka pergi ke ke sekolah Laura untuk mendaftarkannya masuk kelas vokal.
“MAs, aku benar-benar tidak enak dengan Adele, Laura sangat membencinya.” Kata Abel.
“Laura butuh waktu saat ini, aku yakin Adele bisa menangani Laura dengan baik. KIta hanya mendukung mereka saja dan memastikan mereka berdua semakin membaik dan akur.” Kata Jackson.
“Mungkin Adele punya cara sendiri yang menurut dia lebih baik, sudahlah jangan terlalu ikut campur dengan mereka berdua. Adele kan ibunya pasti dia lebih tau apa yang dia lakukan untuk Laura.” Kata Jackson.
“Aku akan memperingatkan kepada Laura agar lebih bersikap baik kepada Adele.” Kata Abel.
“Iya sayang, jika ada sesuatu kamu harus memberitahuku, dan jangan dipendam semuanya sendiri. Bagaimanapun juga saat ini aku adalah suamimu dan kamu adalah istriku.” Kata Jackson.
“Iya sayang. Terima kasih telah mengerti aku.” Kata Abel.
Setibanya di sekolah.
“Saya ingin mendaftarkan anak saya di kelas vokal, ini saya lampirkan data anak saya.” Kata Abel.
“Baik, tunggu sebentar. Saya akan memasukkan data siswa terlebih dahulu.” Kata staff.
Selagi menunggu, Abel berkeliling ke sekolah tersebut. Dan dia mendengarkan seseorang yang sedang menelfon.
“Baik, saya akan menolak siswa Laura. Siswa Laura tidak akan diterima di kelas vokal. Terima kasih sebelumnya.”
Abel yang mendengarnya pun sangat kaget, sehingga dia menghampiri orang tersebut.
“Permisi, maaf sebelumnya anda barusan menelfon siapa? Pasti yang ditelpon barusan adalah Jio kan?” Tanya Abel.
“Maaf, saya tidak mengenal orang bernama Jio. Permisi.” Kata orang tersebut.
“Saya yakin pasti itu JIo, Jio sengaja menghalangi saya untuk memasukkan anak saya di kelas vokal ini kan? Memangnya dia membayarmu berapa? Berani sekali si Jio.” Kata Abel sangat marah.
“Permisi, saya tidak mengenal anda apalagi Jio.” Kata orang tersebut, lalu orang tersebut segera pergi.
Laura segera menghampiri Jackson dan menceritakan semuanya.
“Jio sengaja menghalangiku untuk mendaftarkan Laura masuk kelas vokal mas, Jio benar-benar mencari gara-gara lagi padaku.” Kata Abel.
“Sudahlah, lagipula masih banyak kok kelas vokal yang lebuh bagus daripada disini. Aku akan mencarikan Laura sekolah Vokal yang lebih bagus dibandingkan disini, jangan khawatir sayang.” Kata Jackson.
“Tapi Laura sangat menginginkan bisa masuk kelas vokal di sekolah ini mas, pasti dia akan kecewa padaku dan marah pastinya.” Kata Abel.
“Jelaskan semuanya kepada Laura apa yang sebenarnya terjadi. Aku yakin Laura pasti bisa mengerti.” Kata Jackson.
“Baiklah, nanti aku akan menjelaskannya padanya bahwa papanya yang menghalanginya masuk kelas vokal di sekolah ini. Sekarang kita kembali pulang saja mas.” Kata Abel.
“Iya sayang.” Kata Jackson.