Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 6



Jio


menemui Laura dikamarnya.


“Laura.” Kata Jio.


“Ada apa


pa?” Tanya Laura.


Tanpa basa


basi Jio menampar Laura berkali-kali hingga dia kesakitan.


“Apa yang


papa lakukan? Memangnya apa salahku?” Tanya Laura.


“Kenapa


kamu tidak ikut les bernyanyi di sekolahmu? Guru vokalmu bilang kamu telah


membolos selama tiga hari.” Bentak Jio.


“Aku


tidak suka bernyanyi dan aku ingin berhenti, papa tidak pernah menanyakan apa


keinginanku. Yang papa lakukan hanyalah memaksakan keinginan papa. Aku tidak


suka bernyanyi tapi tetap saja memaksaku. Lalu Celo juga tidak suka bermain musik


tapi papa selalu memaksanya. Aku lelah dengan bernyanyi.” Kata Laura.


“Kamu memang tidak cukup pintar dalam pelajaran dan hanya bernyanyi yang bisa


menyelamatkanmu bahkan menyelamatkan hidupmu. Setidaknya di keluarga kita harus


ada seorang penyanyi dan pemain musik kan? Papa akan menghukum siapapun yang


tidak menuruti keinginan papa termasuk anak papa sendiri, ikut aku.” Kata Jio sambil menarik tangan Laura.


“Ampun


pa, baiklah aku akan bernyanyi kembali aku mohon pa.”


Kata Laura sambil berlutut dan memohon ampun.


“Papa


tidak suka melihat anak papa memohon seperti itu. Jangan banyak bicara dan


cepat ikut papa sekarang juga.” Kata Jio.


Jio


memanggil sekretaris Kim.


“Cepat bawa


dia kedalam mobil.” Kata Jio.


“Baik


tuan.” Kata Sekretaris Kim.


“Lepaskan


aku, kamu tidak punya hak untuk membawaku pergi. Lepaskan aku.” Teriak Laura. Celo juga


melihatnya namun dia takut karena jika dia menolong kakaknya maka dia juga akan


dihukum oleh ayahnya sehingga dia hanya bisa menangis dari dalam kamar. Kemudian


Celo menelfon Abel agar segera pulang.


“Cepat


Tidak lama


kemudian Abel datang, sedangkan Laura dipaksa oleh sekretaris Kim


untuk masuk kedalam mobil.


“Lepaskan


aku pa, aku mohon.” Kata Laura.


“Lepaskan


dia.” Teriak Abel.


“Ini


bukan urusanmu, ini urusan ku dan anakku jadi lebih baik kamu masuk kedalam.” Kata


Jio.


“Tega


sekali kamu melakukan hal itu pada anakmu sendiri mas, memangnya apa yang


terjadi?” Tanya Abel sambil melepaskan Laura dari tangan sekretaris Kim.


“Dia


bersalah jadi aku harus memberinya pelajaran.” Kata Jio.


“Tapi


tidak dengan cara seperti itu, kita bisa bicara baik-baik dengannya. Lihat dia


sampai ketakutan seperti itu. Kamu benar-benar sangat


jahat mas, aku tidak akan membiarkanmu menghukum Laura.” Kata Abel.


“Dia


anakku dan kamu hanyalah ibu tiri jadi akulah yang berhak mengatur hidupnya.” Kata


Jio.


“Kesalahan


apa yang dilakukan oleh Laura sehingga kamu bisa sekejam ini?” Tanya Abel.


“Dia


tidak ikut les vokal selama tiga hari.” Kata Jio.


“Dia


bernyanyi karenamu mas, tolong jangan menyiksa dia seperti ini. Mungkin dia


lelah sehingga tidak ikut les vokal. Biar aku yang memarahinya dan aku yang


akan mengawasi dia untuk ikut les vokal kembali. Dia juga anakku dan seorang


ibu wajib melindungi anaknya. Ayo masuk kedalam kamar.” Kata Abel sambil


menggandeng Laura dan membawanya masuk kedalam kamar.


“Abel


Abel Abel arghhhhh.” Teriak Jio.


Abel benar-benar lega setelah berhasil menyelamatkan Laura dari Jio.


"Kasihan sekali Laura, dia selalu mendapatkan perlakuan kasar dari ayahnya, Jio benar-benar tega dengan anaknya sendiri. Aku harus melindungi Laura dan Celo. Dia juga seperti itu karena didikan ayahnya." Kata Abel dalam hati.