
Jio
menemui Laura dikamarnya.
“Laura.” Kata Jio.
“Ada apa
pa?” Tanya Laura.
Tanpa basa
basi Jio menampar Laura berkali-kali hingga dia kesakitan.
“Apa yang
papa lakukan? Memangnya apa salahku?” Tanya Laura.
“Kenapa
kamu tidak ikut les bernyanyi di sekolahmu? Guru vokalmu bilang kamu telah
membolos selama tiga hari.” Bentak Jio.
“Aku
tidak suka bernyanyi dan aku ingin berhenti, papa tidak pernah menanyakan apa
keinginanku. Yang papa lakukan hanyalah memaksakan keinginan papa. Aku tidak
suka bernyanyi tapi tetap saja memaksaku. Lalu Celo juga tidak suka bermain musik
tapi papa selalu memaksanya. Aku lelah dengan bernyanyi.” Kata Laura.
“Kamu memang tidak cukup pintar dalam pelajaran dan hanya bernyanyi yang bisa
menyelamatkanmu bahkan menyelamatkan hidupmu. Setidaknya di keluarga kita harus
ada seorang penyanyi dan pemain musik kan? Papa akan menghukum siapapun yang
tidak menuruti keinginan papa termasuk anak papa sendiri, ikut aku.” Kata Jio sambil menarik tangan Laura.
“Ampun
pa, baiklah aku akan bernyanyi kembali aku mohon pa.”
Kata Laura sambil berlutut dan memohon ampun.
“Papa
tidak suka melihat anak papa memohon seperti itu. Jangan banyak bicara dan
cepat ikut papa sekarang juga.” Kata Jio.
Jio
memanggil sekretaris Kim.
“Cepat bawa
dia kedalam mobil.” Kata Jio.
“Baik
tuan.” Kata Sekretaris Kim.
“Lepaskan
aku, kamu tidak punya hak untuk membawaku pergi. Lepaskan aku.” Teriak Laura. Celo juga
melihatnya namun dia takut karena jika dia menolong kakaknya maka dia juga akan
dihukum oleh ayahnya sehingga dia hanya bisa menangis dari dalam kamar. Kemudian
Celo menelfon Abel agar segera pulang.
“Cepat
Tidak lama
kemudian Abel datang, sedangkan Laura dipaksa oleh sekretaris Kim
untuk masuk kedalam mobil.
“Lepaskan
aku pa, aku mohon.” Kata Laura.
“Lepaskan
dia.” Teriak Abel.
“Ini
bukan urusanmu, ini urusan ku dan anakku jadi lebih baik kamu masuk kedalam.” Kata
Jio.
“Tega
sekali kamu melakukan hal itu pada anakmu sendiri mas, memangnya apa yang
terjadi?” Tanya Abel sambil melepaskan Laura dari tangan sekretaris Kim.
“Dia
bersalah jadi aku harus memberinya pelajaran.” Kata Jio.
“Tapi
tidak dengan cara seperti itu, kita bisa bicara baik-baik dengannya. Lihat dia
sampai ketakutan seperti itu. Kamu benar-benar sangat
jahat mas, aku tidak akan membiarkanmu menghukum Laura.” Kata Abel.
“Dia
anakku dan kamu hanyalah ibu tiri jadi akulah yang berhak mengatur hidupnya.” Kata
Jio.
“Kesalahan
apa yang dilakukan oleh Laura sehingga kamu bisa sekejam ini?” Tanya Abel.
“Dia
tidak ikut les vokal selama tiga hari.” Kata Jio.
“Dia
bernyanyi karenamu mas, tolong jangan menyiksa dia seperti ini. Mungkin dia
lelah sehingga tidak ikut les vokal. Biar aku yang memarahinya dan aku yang
akan mengawasi dia untuk ikut les vokal kembali. Dia juga anakku dan seorang
ibu wajib melindungi anaknya. Ayo masuk kedalam kamar.” Kata Abel sambil
menggandeng Laura dan membawanya masuk kedalam kamar.
“Abel
Abel Abel arghhhhh.” Teriak Jio.
Abel benar-benar lega setelah berhasil menyelamatkan Laura dari Jio.
"Kasihan sekali Laura, dia selalu mendapatkan perlakuan kasar dari ayahnya, Jio benar-benar tega dengan anaknya sendiri. Aku harus melindungi Laura dan Celo. Dia juga seperti itu karena didikan ayahnya." Kata Abel dalam hati.