Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 23



Laura segera


pergi ke laboratorium untuk mengetes DNA namun setibanya disana, dia kesal


karena kehilangan bukti yaitu sehelai rambut Adele. Akhirnya dia pun kembali


dengan kesal. Setibanya dirumah, Abel sedang dirumah untuk makan bersama


Jackson. Laura yang melihat mereka berdua menjadi sangat kesal.


“Dasar


menyebalkan, berani sekali dia sedang berdua bersama si Jackson. Apa


jangan-jangan Abel menjalin hubungan dengan Jackson?” Tanya Laura dalam hati.


Lalu dia pun mengambil foto mereka, namun suara kamera Laura terdengar oleh


Abel.


“Laura,


kamu sudah pulang?” Tanya Abel.


“Hai Laura,


bagaimana kabarmu?” Tanya Jackson.


“Kemarilah


sayang, kita makan bersama.” Kata Abel. Lalu Laura ikut bergabung untuk makan


bersama.


Abel


mengambilkan makanan untuk Laura.


“Aku bisa


mengambil sendiri.” Kata Laura.


“Ah


baiklah.” Kata Abel.


“Bersikaplah


baik dengan dia, bagaimanapun juga dia sangat menyayangimu seperti anaknya


sendiri.” Kata Jackson.


Laura


lalu membanting sendoknya.


“Urus saja


urusan kalian berdua dan jangan ikut campur denganku. Aku bersikap sesuai


dengan cara dia memperlakukanku.” Kata Laura, lalu dia pergi meninggalkan meja


makan.


“Laura


duduklah, aku tidak pernah mengajarimu bersikap seperti itu kepada orang yang


lebih tua darimu.” Kata Abel.


“Tidak


ada yang bisa aku pelajari juga darimu.” Kata Laura.


“Kenapa


dia semakin kasar denganmu?” Tanya Jackson.


“Aku juga


tidak tau, setelah dia bertemu dengan ayahnya kapan hari dia jadi seperti itu.


Aku penasaran apa yang Jio katakan kepada Laura sehingga dia menjadi seperti


itu padaku.” Kata Abel.


“Biarkan


saja dan jangan ikut campur dengannya. Bukankah itu permintaannya.” Kata


Jackson.


“Tetap


saja aku merasa memiliki rasa tanggung jawab lebih padanya apalagi setelah


mendapatkan hak asuhnya Laura dan Celo.” Kata Abel.


“Aku


hanya tidak ingin kamu terluka dan sakit hati karena sikap kasarnya kepadamu.


Oh iya bagaimana keadaan Celo? Apakah dia baik-baik saja disana?” Tanya


Jackson.


“Dia


baik-baik saja, minggu depan aku akan pergi kesana untuk menghampirinya.” Kata


Abel.


menemanimu.” Kata Jackson.


“Tidak


perlu, kamu kan sibuk dengan urusan di perusahaanmu.” Kata Abel.


“Aku bisa


membagi waktuku dengan baik kok.” Kata Jackson.


“Terima


kasih atas tawaranmu, tapi aku tidak ingin anak-anak salah paham dengan


kedekatan kita. lagipula statusku masih menjadi istri Jio.” Kata Abel.


“Jadi


kamu masih bertahan dengan status menjadi istri Jio? Bagaimana jika dia masih


saja menyusahkanmu dan membahayakanmu? Kamu kan menjadi pemilik rumah ini


juga.” Kata Jackson.


“Haruskah


aku berpisah dengannya?” Tanya Abel.


“Ikuti


apa kata hatimu, aku kembali sekarang. Jaga dirimu baik-baik, telfon aku jika


butuh bantuanku.” Kata Jackson sambil memeluk Abel, namun Abel menolaknya


perlahan.


“Hati-hati


dijalan.” Kata Abel.


“Terima


kasih, segeralah istirahat.” Kata Jackson.


Kemudian


Jackson pergi.


Abel


kembali ke kamarnya namun dia memergoki Laura di meja riasnya.


“Laura,


sedang apa kamu disini?” Tanya Abel.


“Aku


mencari barangku, siapa tau tertinggal disini dan ternyata tidak ada, aku


kembali dulu ke kamarku.” Kata Laura.


“Apa yang


kamu cari di meja riasku?” Tanya Abel.


“Tidak


ada.” Kata Laura. Kemudian Abel menarik tangan Laura.


“Apa yang


kamu sembunyikan dariku? Atau apa yang kamu ambil dari meja riasku?” Tanya


Abel.


“Aku


kehilangan key card ku. Aku pikir kamu yang mengambilnya.” Kata Laura.


“Kamu kan


bisa bertanya dulu kepadaku, aku akan mengurus key card milikmu. Maaf jika aku


mencurigaimu.” Kata Abel.


“Aku


pergi ke kamar dulu.” Kata Laura.


“Baiklah,


apakah besok kamu ada waktu?” Tanya Abel.


“Kenapa?”


Tanya Laura.


“Aku


ingin mengajakmu berkunjung ke tempat ayahmu.” Kata Abel.


“Baiklah.”


Kata Laura.