
Laura segera
pergi ke laboratorium untuk mengetes DNA namun setibanya disana, dia kesal
karena kehilangan bukti yaitu sehelai rambut Adele. Akhirnya dia pun kembali
dengan kesal. Setibanya dirumah, Abel sedang dirumah untuk makan bersama
Jackson. Laura yang melihat mereka berdua menjadi sangat kesal.
“Dasar
menyebalkan, berani sekali dia sedang berdua bersama si Jackson. Apa
jangan-jangan Abel menjalin hubungan dengan Jackson?” Tanya Laura dalam hati.
Lalu dia pun mengambil foto mereka, namun suara kamera Laura terdengar oleh
Abel.
“Laura,
kamu sudah pulang?” Tanya Abel.
“Hai Laura,
bagaimana kabarmu?” Tanya Jackson.
“Kemarilah
sayang, kita makan bersama.” Kata Abel. Lalu Laura ikut bergabung untuk makan
bersama.
Abel
mengambilkan makanan untuk Laura.
“Aku bisa
mengambil sendiri.” Kata Laura.
“Ah
baiklah.” Kata Abel.
“Bersikaplah
baik dengan dia, bagaimanapun juga dia sangat menyayangimu seperti anaknya
sendiri.” Kata Jackson.
Laura
lalu membanting sendoknya.
“Urus saja
urusan kalian berdua dan jangan ikut campur denganku. Aku bersikap sesuai
dengan cara dia memperlakukanku.” Kata Laura, lalu dia pergi meninggalkan meja
makan.
“Laura
duduklah, aku tidak pernah mengajarimu bersikap seperti itu kepada orang yang
lebih tua darimu.” Kata Abel.
“Tidak
ada yang bisa aku pelajari juga darimu.” Kata Laura.
“Kenapa
dia semakin kasar denganmu?” Tanya Jackson.
“Aku juga
tidak tau, setelah dia bertemu dengan ayahnya kapan hari dia jadi seperti itu.
Aku penasaran apa yang Jio katakan kepada Laura sehingga dia menjadi seperti
itu padaku.” Kata Abel.
“Biarkan
saja dan jangan ikut campur dengannya. Bukankah itu permintaannya.” Kata
Jackson.
“Tetap
saja aku merasa memiliki rasa tanggung jawab lebih padanya apalagi setelah
mendapatkan hak asuhnya Laura dan Celo.” Kata Abel.
“Aku
hanya tidak ingin kamu terluka dan sakit hati karena sikap kasarnya kepadamu.
Oh iya bagaimana keadaan Celo? Apakah dia baik-baik saja disana?” Tanya
Jackson.
“Dia
baik-baik saja, minggu depan aku akan pergi kesana untuk menghampirinya.” Kata
Abel.
menemanimu.” Kata Jackson.
“Tidak
perlu, kamu kan sibuk dengan urusan di perusahaanmu.” Kata Abel.
“Aku bisa
membagi waktuku dengan baik kok.” Kata Jackson.
“Terima
kasih atas tawaranmu, tapi aku tidak ingin anak-anak salah paham dengan
kedekatan kita. lagipula statusku masih menjadi istri Jio.” Kata Abel.
“Jadi
kamu masih bertahan dengan status menjadi istri Jio? Bagaimana jika dia masih
saja menyusahkanmu dan membahayakanmu? Kamu kan menjadi pemilik rumah ini
juga.” Kata Jackson.
“Haruskah
aku berpisah dengannya?” Tanya Abel.
“Ikuti
apa kata hatimu, aku kembali sekarang. Jaga dirimu baik-baik, telfon aku jika
butuh bantuanku.” Kata Jackson sambil memeluk Abel, namun Abel menolaknya
perlahan.
“Hati-hati
dijalan.” Kata Abel.
“Terima
kasih, segeralah istirahat.” Kata Jackson.
Kemudian
Jackson pergi.
Abel
kembali ke kamarnya namun dia memergoki Laura di meja riasnya.
“Laura,
sedang apa kamu disini?” Tanya Abel.
“Aku
mencari barangku, siapa tau tertinggal disini dan ternyata tidak ada, aku
kembali dulu ke kamarku.” Kata Laura.
“Apa yang
kamu cari di meja riasku?” Tanya Abel.
“Tidak
ada.” Kata Laura. Kemudian Abel menarik tangan Laura.
“Apa yang
kamu sembunyikan dariku? Atau apa yang kamu ambil dari meja riasku?” Tanya
Abel.
“Aku
kehilangan key card ku. Aku pikir kamu yang mengambilnya.” Kata Laura.
“Kamu kan
bisa bertanya dulu kepadaku, aku akan mengurus key card milikmu. Maaf jika aku
mencurigaimu.” Kata Abel.
“Aku
pergi ke kamar dulu.” Kata Laura.
“Baiklah,
apakah besok kamu ada waktu?” Tanya Abel.
“Kenapa?”
Tanya Laura.
“Aku
ingin mengajakmu berkunjung ke tempat ayahmu.” Kata Abel.
“Baiklah.”
Kata Laura.