Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 12 (From Visual to Devil)



Hari itu Yanti tidak mau pergi ke sekolah karena setiap hari dia selalu mendapatkan bulian dari teman satu kelasnya.


“Kok kamu belum berangkat sekolah?” Tanya Ayu.


“Aku tidak ingin pergi ke sekolah bu, lebih baik aku belajar di rumah saja.” Kata Yanti.


“Kamu takut ya sayang?” Tanya Ayu.


“Aku tidak kuat bu dengan teman satu kelasku, semua teman-temanku membuliku dan juga kak Yanto, apalagi Celine adalah ketuanya bu, dia sangat kejam bahkan dia sering menyiksaku bu. Dia pernah menyeburkanku kedalam kolam renang dan mereka menyuruhku memakan makanan sisa yang tidak layak. Bahkan kakaknya yaitu Rafa pernah melecehkanku bu, dia dan gengnya mengurungku didalam rumah kosong lalu Celine dan teman-temannya megikatku dan menamparku berkali-kali bu begitu juga dengan Rafa, dia juga menamparku berkali-kali dan memukulku bu. Aku tidak tahan lagi dengan mereka bu, aku tidak mau masuk sekolah bu.” Kata Yanti sambil menangis.


“Apa? Tega sekali mereka melakukan itu kepadamu. Baiklah lupakan itu, ibu akan memberi mereka pelajaran. Kamu harus tetap sekolah agar bisa lulus sekolah dan melanjutkan kuliah sayang, ibu akan mengantar dan menjemputmu.” Kata Ayu.


“Aku takut bu, aku tidak berani pergi ke sekolah.” Kata Yanti.


“Kamu bisa melawan mereka sayang agar mereka tidak berani menindas kamu.” Kata Ayu.


“Bagaimana caranya bu?” Tanya Yanti.


“Kamu harus tetap masuk sekolah, nanti jika mereka berani macam-macam ibu akan menghampirimu. Ibu akan memberi mereka peringatan.” Kata Ayu.


“Jangan bu, bagaimana jika nanti mereka melukai ibu?” Tanya Yanti.


“Ibu tidak akan membiarkan mereka menyakiti ibu dan anak ibu.” Kata Ayu sambil memeluk anaknya.


“Terima kasih bu, tolong jangan bilang pada bapak ya bu. Aku tidak ingin bapak kepikiran dan marah.” Kata Yanti.


“Iya, biar ibu yang menyelesaikan masalah ini dan menghadapi mereka.” Kata Ayu.


**


Ayu menghampiri Jo di kantornya. Ayu tiba-tiba masuk kedalam ruangan Jo namun menggunakan pakaian yang diberikan oleh Jo serta masker dan topi untuk menutupi identitasnya.


“Apa yang kamu lakukan disini? Berani sekali kamu datang kemari?” Tanya Jo.


“Kenapa tuan tidak membalas pesanku? Kedua anak tuan membuli anakku di sekolah, ini buktinya. Aku akan melaporkan perbuatan anak tuan kepada pihak polisi dengan begitu anak tuan akan masuk penjara dan keluarga tuan akan menanggung malu dan dicap buruk.” Ancam Ayu.


“Baiklah maafkan kelakuan kedua anakku, mereka masih labil. Jangan lakukan hal itu, aku akan memberi mereka peringatan dan kejadian tersebut tidak akan terulang kembali.” Kata Jo.


“Bisakah aku mempercayai tuan? Kalau tuan berbohong, aku akan melaporkan hal ini kepada pihak polisi.” Ancam Ayu.


“Percayalah kepadaku, bagaimana kalau kita bercinta sebentar disini?” Tanya Jo sambil meraba tubuh Ayu.


“Bereskan dulu masalah anakmu.” Kata Ayu, lalu dia pergi.


**


Yudi telah mengetahui perbuatan Jo terhadap istrinya, namun Yudi dan Ayu justru memanfaatkan Jo.


“Bagaimana dengan Jo? Aku sangat kesal melihat anak mereka melakukan hal kejam kepada Yanti dan Yanto.” Kata Yudi.


“Aku tadi mengancamnya mas dengan bukti yang kita miliki, lalu dia ketakutan mas. Kita tunggu saja mas.” Kata Ayu.


“Bagaimana dengan Tika? Kamu bilang ingin menyingkirkan Tika?” Tanya Yudi.


“Jangan dulu mas, dia kan tau segalanya tentang keluarga ini jadi kita bisa bertanya kepada Tika.” Kata Ayu.


“Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita.” Kata Yudi.


Kemudian Yudi dan Ayu saling bermesraan layaknya pasangan pengantin baru.