Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 22



Laura pergi menemui seseorang,


yaitu Adele.


“Hei, aku disini.” Panggil Adele.


“Maaf terlambat karena aku baru saja


selesai les vokal.” Kata Laura.


“Tidak apa-apa, duduklah. Tunggu


sebentar, aku akan memesankan minuman untukmu. Kamu mau minum apa?” Kata Adele.


“Aku mau jus strawberry saja. Terima


kasih banyak.” Kata Laura.


Tidak lama kemudian, Adele


kembali membawa minuman Laura dan dirinya.


“Ini minuman untukmu, perkenalkan


namaku Adele, kamu bisa memanggilku bibi atau nona atau terserah kamu.” Kata Adele.


Dia sangat senang akhirnya bisa melihat Laura langsung.


“Aku sangat merindukanmu anakku sayang.”


Kata Adele dalam hati.


“Aku akan memanggilmu bibi saja.


Apa benar kamu bisa membebaskan ayahku? Kenapa kamu tiba-tiba menelfonku? Siapa


kamu sebenarnya dan ada hubungan apa dengan ayahku?” Kata Laura.


“Aku sangat dekat dengan ayahmu,


aku berhutang budi dengan ayahmu karena telah membantuku dulu, jadi aku ingin


membantunya.” Kata Adele.


“Apa rencanamu?” Tanya Laura.


“Saat ini ruang rahasia milik


ayahmu ada di tangan ibu tirimu kan?” Tanya Adele.


“Iya, apa yang akan kamu lakukan


dengan ruang rahasia itu? Kenapa kamu bisa tau tentang ruang rahasia milik


ayahku?” Tanya Laura.


“Aku mengenal dekat dengan ayahmu


dan dulu aku bekerja untuk ayahmu sehingga aku tau banyak tentang ayahmu.


Disana ada banyak hal yang tersimpan, aku bisa membuktikan bahwa ayahmu tidak


bersalah.” Kata Adele.


“Bisakah aku mempercayaimu? Aku


bisa saja membantumu masuk kesana tapi aku butuh bukti bahwa kamu adalah orang


kepercayaan ayahku.” Kaat Laura.


“Apa yang bisa membuatmu bisa


mempercayaiku?” Tanya Adele.


“Aku akan menelfonmu kembali.”


Kata Laura.


“Baiklah,


aku ke toilet sebentar.” Kata Adele.


Ketika Adele


ke toilet, Laura diam-diam mengambil tas milik Adele dan mengambil sisir milik Adele,


lalu mengambil sehelai rambut dan memasukkannya kedalam tasnya.


dia ibuku? Abel pernah bertanya padaku bahwa kemungkinan ibu kandungku masih


hidup, seharusnya aku mencari tau sendiri.” Kata Laura dalam hati.


Tidak


lama kemudian, Adele kembali.


“Maaf


menunggu lama, setelah ini kamu mau pergi kemana? Aku akan mengantarmu.” Kata Adele.


“Tidak


perlu, aku bisa pergi sendiri.” Kata Laura.


“Baiklah,


jadi bisakah aku masuk kedalam ruang rahasia ayahmu? Aku akan membuktikan bahwa


ayahmu tidak bersalah.” Kata Adele.


“Memangnya


di ruang rahasia ayahku ada bukti? Jika tidak bisa menemukan bukti bagaimana?”


Tanya Laura.


“Jika


tidak ada bukti, maka kita harus membuatnya. Bukankah begitu cara ayahmu


mendidikmu?” Tanya Adele.


“Benar.”


Kata Laura.


Setelah


itu Laura segera pergi, namun tiba-tiba Adele menghampiri Laura kembali.


“Maaf,


bisakah kamu merahasiakan hal ini dari ayahmu? Aku tulus ingin membantu ayahmu


agar bisa bebas.” Kata Adele.


“Baik.”


Kata Laura. Kemudian Adele menumpahkan minuman dan mengenai baju Laura, saat


itu juga Adele diam-diam mengambil sehelai rambut yang ada didalam tas Laura.


“Maafkan


aku, aku benar-benar tidak sengaja, biar aku bantu untuk membersihkannya.” Kata


Adele.


“Lepaskan


tanganmu, aku tidak suka orang lain menyentuhku.” Kata Laura.


“Maaf.”


Kata Adele. Kemudian Laura pergi begitu saja.


“Aku


tidak ingin kamu tau bahwa aku ibumu sayang, aku ibu yang buruk. Aku melakukan


ini semua demi kamu sayang termasuk menuruti semua keinginan Jio agar kamu bisa


hidup enak dan tinggal dirumah mewah.” Kata Adele dalam hati.


Jadi saat


Adele pergi ke toilet, dia memperhatikan apa yang dilakukan dengan Laura


sehingga dia segera mengambil bukti agar Laura tidak mengetahui bahwa Adele


adalah ibunya.