
Laura pergi menemui seseorang,
yaitu Adele.
“Hei, aku disini.” Panggil Adele.
“Maaf terlambat karena aku baru saja
selesai les vokal.” Kata Laura.
“Tidak apa-apa, duduklah. Tunggu
sebentar, aku akan memesankan minuman untukmu. Kamu mau minum apa?” Kata Adele.
“Aku mau jus strawberry saja. Terima
kasih banyak.” Kata Laura.
Tidak lama kemudian, Adele
kembali membawa minuman Laura dan dirinya.
“Ini minuman untukmu, perkenalkan
namaku Adele, kamu bisa memanggilku bibi atau nona atau terserah kamu.” Kata Adele.
Dia sangat senang akhirnya bisa melihat Laura langsung.
“Aku sangat merindukanmu anakku sayang.”
Kata Adele dalam hati.
“Aku akan memanggilmu bibi saja.
Apa benar kamu bisa membebaskan ayahku? Kenapa kamu tiba-tiba menelfonku? Siapa
kamu sebenarnya dan ada hubungan apa dengan ayahku?” Kata Laura.
“Aku sangat dekat dengan ayahmu,
aku berhutang budi dengan ayahmu karena telah membantuku dulu, jadi aku ingin
membantunya.” Kata Adele.
“Apa rencanamu?” Tanya Laura.
“Saat ini ruang rahasia milik
ayahmu ada di tangan ibu tirimu kan?” Tanya Adele.
“Iya, apa yang akan kamu lakukan
dengan ruang rahasia itu? Kenapa kamu bisa tau tentang ruang rahasia milik
ayahku?” Tanya Laura.
“Aku mengenal dekat dengan ayahmu
dan dulu aku bekerja untuk ayahmu sehingga aku tau banyak tentang ayahmu.
Disana ada banyak hal yang tersimpan, aku bisa membuktikan bahwa ayahmu tidak
bersalah.” Kata Adele.
“Bisakah aku mempercayaimu? Aku
bisa saja membantumu masuk kesana tapi aku butuh bukti bahwa kamu adalah orang
kepercayaan ayahku.” Kaat Laura.
“Apa yang bisa membuatmu bisa
mempercayaiku?” Tanya Adele.
“Aku akan menelfonmu kembali.”
Kata Laura.
“Baiklah,
aku ke toilet sebentar.” Kata Adele.
Ketika Adele
ke toilet, Laura diam-diam mengambil tas milik Adele dan mengambil sisir milik Adele,
lalu mengambil sehelai rambut dan memasukkannya kedalam tasnya.
dia ibuku? Abel pernah bertanya padaku bahwa kemungkinan ibu kandungku masih
hidup, seharusnya aku mencari tau sendiri.” Kata Laura dalam hati.
Tidak
lama kemudian, Adele kembali.
“Maaf
menunggu lama, setelah ini kamu mau pergi kemana? Aku akan mengantarmu.” Kata Adele.
“Tidak
perlu, aku bisa pergi sendiri.” Kata Laura.
“Baiklah,
jadi bisakah aku masuk kedalam ruang rahasia ayahmu? Aku akan membuktikan bahwa
ayahmu tidak bersalah.” Kata Adele.
“Memangnya
di ruang rahasia ayahku ada bukti? Jika tidak bisa menemukan bukti bagaimana?”
Tanya Laura.
“Jika
tidak ada bukti, maka kita harus membuatnya. Bukankah begitu cara ayahmu
mendidikmu?” Tanya Adele.
“Benar.”
Kata Laura.
Setelah
itu Laura segera pergi, namun tiba-tiba Adele menghampiri Laura kembali.
“Maaf,
bisakah kamu merahasiakan hal ini dari ayahmu? Aku tulus ingin membantu ayahmu
agar bisa bebas.” Kata Adele.
“Baik.”
Kata Laura. Kemudian Adele menumpahkan minuman dan mengenai baju Laura, saat
itu juga Adele diam-diam mengambil sehelai rambut yang ada didalam tas Laura.
“Maafkan
aku, aku benar-benar tidak sengaja, biar aku bantu untuk membersihkannya.” Kata
Adele.
“Lepaskan
tanganmu, aku tidak suka orang lain menyentuhku.” Kata Laura.
“Maaf.”
Kata Adele. Kemudian Laura pergi begitu saja.
“Aku
tidak ingin kamu tau bahwa aku ibumu sayang, aku ibu yang buruk. Aku melakukan
ini semua demi kamu sayang termasuk menuruti semua keinginan Jio agar kamu bisa
hidup enak dan tinggal dirumah mewah.” Kata Adele dalam hati.
Jadi saat
Adele pergi ke toilet, dia memperhatikan apa yang dilakukan dengan Laura
sehingga dia segera mengambil bukti agar Laura tidak mengetahui bahwa Adele
adalah ibunya.