
Hari itu juga Abel menemui Jio, dia datang sendirian. Jio tampak
terkejut karena melihat Abel datang menemuinya sendiri tanpa ditemani suaminya.
“Waaaaw
siapa ini yang datang menemuiku? Welcome home mantan istriku tercinta. Kamu
sangat berani ya karena datang kesini seorang diri, apakah kamu tidak takut?
Aku tidak yakin kamu akan kembali ke rumah dalam keadaan hidup atau hanya
tersisa nama saja.” Kata Jio.
“Aku
datang kesini untuk menjemput Laura, dimana dia sekarang?” Tanya Abel.
“Laura
anakku jadi aku lebih berhak atas Laura, lagipula kenapa kamu mesti repot-repot
mengurus Laura, lagipula dia hanya anak tirimu. Kenapa kamu tidak fokus saja
dengan suami barumu lalu memiliki seorang anak dan membesarkannya. Oh atau
karena kamu tidak bisa memiliki seorang anak jadi kamu memilih mengadopsi Laura
sebagai anakmu? Hahahaha bagaimana rasanya tidak memiliki rahim? Kamu tidak
akan pernah bisa memiliki anak karena rahim mu di angkat hahahaha.” Kata Jio.
“Kenapa
kamu melakukan itu kepadaku?” Tanya Abel.
“Karena
kamu memulai mengkhianatiku, bukankah aku sudah bilang siapapun yang berani
mengkhianatiku akan menderita di tanganku. Bahkan kamu berusaha mengambil dan
meracuni otak kedua anakku untuk membenciku.” Kata Jio.
“Kamu
benar-benar laki-laki brengsek dan bajingan, manusia sepertimu tidak layak
untuk hidup di dunia ini. Kamu bahkan tidak berhak hidup bahagia.” Kata Abel.
“Hahahaha
lalu kenapa kamu dulu sangat mempercayaiku dan sangat yakin menikah denganku?”
Tanya Jio.
“Itu
adalah sebuah kesalahan dalam hidupku. Cepat katakan dimana Laura?” Tanya Abel.
“Kamu
tidak berhak mengambil dan membawa Laura pergi.” Kata Jio.
Kamudian
Jio mendekati Abel.
“Jangan
berani mendekat.” Kata Abel.
“Kamu
semakin cantik sayang, sepertinya Jackson merawatmu dengan sangat baik ya.”
Kata Jio sambil mengelus rambut Abel.
“Lepaskan
tanganmu.” Bentak Abel.
Kemudian Jio mencekik leher Abel.
“Lepaskan
aku.” Bentak Abel.
“Aku
akan melepaskanmu dan melepaskan nyawamu sekalian.” Kata Jio.
Kemudian
Abel menendang perut Jio dan dia berusaha menyelamatkan dirinya. Tapi Jio
mengeluarkan pistolnya dari sakunya dan menembakkan tepat mengenai kaki Abel.
“Ah ah
“Kamu
tidak akan bisa kabur dariku, aku akan mengirimkan jasadmu ke Jackson.” Kata
Jio.
“Kamu
tidak akan bisa membunuhku, justru aku yang akan membunuhmu.” Kata Abel. Abel
pun mengeluarkan pistol dari dalam tasnya.
“Kamu
pikir aku bodoh? Kamu pikir aku tidak menyiapkan banyak hal sebelum menemuimu?
Hari ini juga kamu akan mati di tanganku.” Kata Abel sambil menodongkan pistol
ke arah Jio.
“Kurang
ajar.” Kata Jio, lalu dia menembak Abel kembali dan beruntung Abel bisa
menghindarinya. Kemudian
Abel menembak Jio dan mengenai dadanya. Abel dengan sekuat tenaga
berjalan mendekati Jio dan menembaknya lagi mengenai dadanya lagi dan Jio pun
pingsan.
“Huh
huh akhirnya aku bisa membunuhmu.” Kata Abel.
Setelah
itu Abel menelfon suaminya.
“Hallo
kamu dimana? Cepat kemari, aku telah membunuh Jio, apa yang harus aku lakukan?”
Tanya Abel sambil menangis.
“Jangan
pergi kemanapun, aku akan segera menghampirimu sekarang juga.” Kata Jackson.
Tidak
lama kemudian, Jackson datang.
“Mas
aku takut.” Kata Abel.
“Tidak
apa-apa, kita berhasil dan kamu tidak bersalah. Biar aku yang mengurus
semuanya.” Kata Jackson.
“Bagaimana
dengan Laura dan Celo? Dimana dia sekarang?” Tanya Abel.
“Dia
bersama Lily, mereka di bandara sekarang menuju Korea.” Kata Jackson.
“Akhirnya
mas akhirnya aku berhasil menyingkirkannya. Tapi bagaimana setelah ini?
Bagaimana jika polisi mengetahui hal ini?” Tanya Abel.
“Jangan
khawatir, sekarang pergilah ke hotel X, aku akan mengurus sisanya.” Kata
Jackson.
“Adele
dimana mas? Dia tidak boleh sampai bertemu dengan Laura.” Kata Abel.
“Dia
sekarang aman, aku menyuruh anak buahku untuk menjaga Adele agar dia tidak bisa
kabur.” Kata Jackson.
Akhirnya
Abel pergi ke hotel dan Jackson mengurus Jio.