
Beberapa hari setelah kejadian di hotel.
Yeri Han menghampiri Adele.
“Ada apa tiba-tiba menemuiku?” Tanya Adele.
“Ada yang ingin aku katakan kepadamu dan juga Jio.” Kata Yeri Han.
“Jio sedang sibuk, ada apa?” Tanya Adele.
“Aku hamil anak Jio.” Kata Yeri Han.
Seketika Adele sangat kaget dengan ucapan Yeri Han.
“Apa? Tidak mungkin, pasti itu anakmu dengan laki-laki lain kan?” Tanya Adele sambil mencekik Yeri Han.
“Ah ah ah.” Kata Yeri kesakitan. Akhirnya Adele melepaskannya kemudian dia menelfon Jio.
“Kamu dimana? Cepat datang kemari sekarang juga atau aku yang menghampirimu.” Bentak Adele.
Tidak lama kemudian Jio datang.
“Ada apa?” Tanya Jio.
Adele menampar pipi Jio berulang kali.
“Apa yang kamu lakukan?” Bentak Jio.
“Yeri bilang dia hamil anakmu, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi hah?” Teriak Adele.
“Itu semua hanya kesalahan, aku bahkan tidak ingat saat melakukannya, aku sangat mabuk saat itu. Suruh dia untuk menggugurkan kandungannya.” Kata Jio.
“Aku tidak mau, aku ingin melahirkan anak ini.” Kata Yeri tiba-tiba keluar dari kamar Adele.
“Ini pasti rencanamu kan? Aku tidak yakin itu anakku.” Kata Jio kepada Yeri.
“Aku hanya melakukannya denganmu, ini anakmu. Kamu harus menikahiku, jika tidak aku akan membongkar semuanya kepada istrimu.” Ancam Yeri.
“Dasar kurang ajar, aku menyuruhmu hanya untuk berpura-pura saja tapi kenapa kamu mengkhianatiku hah?” Bentak Adele kepada Yeri.
“Karena aku dan Jio saling menyukai, justru Jio yang mengkhianatimu.” Bisik Yeri kepada Adele.
“Tenang semuanya, baiklah lahirkan saja anak itu.” Kata Jio.
“Apa kamu bilang? Tidak bisa.” Kata Adele.
“Pelankan suaramu, bagaimana jika Yeri mendengarnya. Dia bisa menggunakan anak itu untuk mengancam kita berdua.” Bisik Jio.
“Dasar bodoh.” Bisik Adele.
“Untuk sementara lebih baik dia melahirkan anak itu saja, setelah itu barulah kita menyingkirkan Lily.” Bisik Jio.
“Bagaimana jika dia memintamu untuk menikahinya? Kenapa kamu tidak membunuh keduanya saja, si Yeri dan juga anak dalam kandungannya.” Bisik Adele.
“Dia anakku, mana mungkin aku melakukan hal itu.” Bisik Jio.
“Kamu percaya begitu saja dengan semua ucapannya.” Bisik Adele.
“Bukankah ini bagian dari rencanamu hah? Kamu yang menyarankanku untuk berpura-pura berkencan dengannya untuk memancing amarah Lily.” Bisik Jio.
“Tapi aku tidak menyuruhmu untuk menghamilinya dasar bodoh.” Bisik Adele.
“Tenangkan dulu, lebih baik suruh dia pulang. Saat ini dirumah sedang banyak masalah.” Bisik Jio.
“Yeri sekarang kembalilah pulang terlebih dahulu.” Kata Jio.
“Lalu bagaimana denganku? Aku tidak mau membesarkan anak ini sendirian.” Kata Yeri.
“Gugurkan saja kandunganmu.” Bentak Adele.
“Dia harus melahirkan anakku.” Kata Jio.
“Dasar menyebalkan.” Bentak Adele lalu dia masuk kedalam kamarnya.
“Pulanglah dulu, aku akan memikirkan jalan keluarnya.” Kata Jio.
“Tapi kamu akan menikahiku kan?” Tanya Yeri.
“Aku sudah memiliki keluarga, aku tidak mungkin menikahimu.” Kata Jio.
“Kalau begitu haruskah aku mengatakan yang sebenarnya kepada istrimu. Aku merekam kesepakatan kita bertiga yang menyatakan bahwa kamu dan Adele menyuruhku untuk berkencan denganmu untuk memancing emosi istrimu sekaligus menyingkirkan istrimu. Bagaimana jika istrimu mengetahui rekaman ini?” Ancam Yeri.
“Jangan lakukan itu, aku sedang memikirkan bagaimana solusinya. Sekarang kembalilah pulang terlebih dahulu.” Kata Jio.
“Belikan aku apartemen seperti Adele sekarang juga. Bagaimanapun juga saat ini aku sedang hamil anakmu.” Kata Yeri.
“Baiklah baiklah, aku akan membelikanmu apartemen.” Kata Jio.