
Keesokan
paginya.
“Selamat pagi
sayang.” Kata Adele.
“Astaga
harusnya aku kembali pulang tapi aku justru menginap disini.” Kata Jio.
“Makanlah
dulu, aku membuatkanmu sup pereda mabuk. Semalam kamu minum terlalu banyak. Oh
iya semalam ponselmu bordering terus dan istrimu yang menelfon.” Kata Adele.
“Aku semakin
muak melihatnya.” Kata Jio.
“Lalu jika
kamu muak padanya kenapa kamu menikahinya dan bahkan saat ini dia sedang
hamil.” Kata Adele.
“Selain karena
aku harus mencari tahu keberadaan Viona, aku juga menyimpan dendam pada
keluarganya.” Kata Jio.
“Ada apa lagi
memangnya?” Tanya Adele.
“Kakeknya Abel
telah melakukan pembunuhan terhadap kakak dan ayah kandungku.” Kata Jio.
“Apa maksudmu?
Bukankah kamu putra dari pemilik JK Group alias tuan Park atau ayahmu?” Tanya Adele.
“Dia ayah
tiriku. Sebelum ibuku menikah dengan ayah tiriku, dia menikah dengan laki-laki
biasa, kemudian memiliki dua orang anak yaitu kakakku dan aku. Kemudian kami
sekeluarga berpindah ke Indonesia karena ayahku bekerja di sebuah konstruksi
dan sedang menyelesaikan sebuah proyek pembangunan, yang tidak lain perusahaan
milik kakeknya Abel. Kemudian kakakku saat itu sedang sakit dan ayahku meminjam
uang kepada kakeknya Abel namun mereka justru tidak memberi sepeserpun bahkan
mereka menjebak ayahku dengan melakukan korupsi terhadap dana yang digunakan
untuk pembangunan proyek tersebut. Akhirnya ayahku masuk penjara, saat itu
usiaku masih sangat kecil. Ibuku berusaha memohon kepada mereka agar
membebaskan ayahku namun mereka tidak peduli, sedangkan kondisi kakakku terus
memburuk dan akhirnya kakakku pergi. Tidak lama kemudian ayahku dibebaskan
namun dia dituduh melakukan pembunuhan seorang art dirumah mereka. Ayahku
kembali masuk kedalam penjara dan bahkan mereka mengajukan hukuman eksekusi.”
Kata Jio.
“Lalu ayahmu
pergi untuk selamanya?” Tanya Adele.
“Iya, aku dan
ibuku benar-benar sangat terpuruk kemudian kami memutuskan untuk kembali ke
korea dan ibuku bekerja di sebuah bar, disanalah ibuku bertemu dengan tuan Park
yaitu ayah tiriku saat ini. Ibuku terus memberikan perhatian lebih padanya
begitu pula sebaliknya hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.
Disitulah ibuku mulai merasakan kebahagiaan dan keserakahan mulai menyiksa
dirinya. Ibuku haus akan kekuasaan dan harta. Makanya ibuku menginginkan agar
aku menjadi pewaris JK Group. Ibuku berusaha membuat agar anak-anak ayahku
tidak pantas menjadi pewaris. Kamu tau sendiri kan kakak perempuan maupun kakak
laki-lakiku. Ibuku melakukan apapun agar aku bisa menjadi pewaris JK Group.”
Kata Jio.
“Aku bisa
merasakan penderitaan yang kamu alami sayang, aku pasti akan membantumu apapun
“Terima kasih
sayang, sepertinya aku harus pulang sekarang.” Kata Jio.
“Baiklah,
setibanya dirumah segera hubungi aku ya.” Kata Adele.
**
Laura sedang
pergi bersama Abel, mereka menikmati makan siang bersama.
“Kenapa Celo
tidak ikut?” Tanya Laura sambil menyantap makanannya.
“Dia harus
ikut les musik karena keinginannya.” Kata Abel.
“Oh iya aku
telah mendapatkan surat rekomendasi dari wali kelas dan kepala sekolah untuk
bisa masuk ke SNU tahun depan. Aku sangat lega, aku hanya tinggal duduk sambil
menunggu tes masuk SNU tiba.” Kata Laura.
“Benarkah?
Dari mana kamu bisa mendapatkan surat rekomendasi itu? Bukankah kamu memiliki
beberapa poin dari kesalahanmu kapan hari.” Tanya Abel.
“Papa
melakukan banyak hal untukku.” Kata Laura.
“Bukankah kamu
berjanji akan menurutiku, aku bisa membuatmu masuk SNU dengan adil Laura
sayang. Aku tidak keberatan jika kamu tidak kuliah di SNU, yang aku harapkan
darimu adalah lakukanlah apapun yang membuatmu bahagia, bukankah kamu bernyanyi
karena terpaksa dan dipaksa oleh papa kamu.” Kata Abel.
“Apapun yang
aku dapatkan tidaklah gratis, ada yang harus aku bayar jika aku mendapatkan
sesuatu. Lagipula hanya bernyanyi yang bisa aku lakukan agar membuat papa
bangga padaku.” Kata Laura.
Abel pun
curiga dan menarik lengan Laura dan dia melihat memar dan luka biru di sekujur
tangan Laura.
“Jadi ini
alasanmu selalu memakai pakaian lengan panjang. Apakah papa kamu yang melakukan
ini lagi padamu?” Tanya Abel.
“Bukan
urusanmu, hanya dia yang aku miliki saat ini. Hanya dia yang aku butuhkan dan
dia bisa memberiku apapun yang aku inginkan. Bahkan ibuku atau siapapun yang
mengaku sebagai ibuku tidak bisa melakukan apapun yang aku inginkan, mereka
hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Bahkan Lily yang selama ini aku
anggap sebagai ibuku pergi meninggalkanku.” Kata Laura.
“Ada aku, aku
ibumu dan sampai kapanpun aku akan melindungimu.” Kata Abel sambil memeluk Laura.
“Lepaskan aku,
kita baru kenal beberapa bulan saja jadi aku tidak bisa menganggapmu sebagai
seseorang yang harus aku panggil ibu.” Kata Laura, kemudian dia pergi.
“Laura Laura.”
Teriak Abel.
Ternyata Jio
menyuruh sekretaris Kim untuk mengikuti Laura. Makanya Laura kembali bersikap
kasar pada Abel.