Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 16



Keesokan


paginya.


“Selamat pagi


sayang.” Kata Adele.


“Astaga


harusnya aku kembali pulang tapi aku justru menginap disini.” Kata Jio.


“Makanlah


dulu, aku membuatkanmu sup pereda mabuk. Semalam kamu minum terlalu banyak. Oh


iya semalam ponselmu bordering terus dan istrimu yang menelfon.” Kata Adele.


“Aku semakin


muak melihatnya.” Kata Jio.


“Lalu jika


kamu muak padanya kenapa kamu menikahinya dan bahkan saat ini dia sedang


hamil.” Kata Adele.


“Selain karena


aku harus mencari tahu keberadaan Viona, aku juga menyimpan dendam pada


keluarganya.” Kata Jio.


“Ada apa lagi


memangnya?” Tanya Adele.


“Kakeknya Abel


telah melakukan pembunuhan terhadap kakak dan ayah kandungku.” Kata Jio.


“Apa maksudmu?


Bukankah kamu putra dari pemilik JK Group alias tuan Park atau ayahmu?” Tanya Adele.


“Dia ayah


tiriku. Sebelum ibuku menikah dengan ayah tiriku, dia menikah dengan laki-laki


biasa, kemudian memiliki dua orang anak yaitu kakakku dan aku. Kemudian kami


sekeluarga berpindah ke Indonesia karena ayahku bekerja di sebuah konstruksi


dan sedang menyelesaikan sebuah proyek pembangunan, yang tidak lain perusahaan


milik kakeknya Abel. Kemudian kakakku saat itu sedang sakit dan ayahku meminjam


uang kepada kakeknya Abel namun mereka justru tidak memberi sepeserpun bahkan


mereka menjebak ayahku dengan melakukan korupsi terhadap dana yang digunakan


untuk pembangunan proyek tersebut. Akhirnya ayahku masuk penjara, saat itu


usiaku masih sangat kecil. Ibuku berusaha memohon kepada mereka agar


membebaskan ayahku namun mereka tidak peduli, sedangkan kondisi kakakku terus


memburuk dan akhirnya kakakku pergi. Tidak lama kemudian ayahku dibebaskan


namun dia dituduh melakukan pembunuhan seorang art dirumah mereka. Ayahku


kembali masuk kedalam penjara dan bahkan mereka mengajukan hukuman eksekusi.”


Kata Jio.


“Lalu ayahmu


pergi untuk selamanya?” Tanya Adele.


“Iya, aku dan


ibuku benar-benar sangat terpuruk kemudian kami memutuskan untuk kembali ke


korea dan ibuku bekerja di sebuah bar, disanalah ibuku bertemu dengan tuan Park


yaitu ayah tiriku saat ini. Ibuku terus memberikan perhatian lebih padanya


begitu pula sebaliknya hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.


Disitulah ibuku mulai merasakan kebahagiaan dan keserakahan mulai menyiksa


dirinya. Ibuku haus akan kekuasaan dan harta. Makanya ibuku menginginkan agar


aku menjadi pewaris JK Group. Ibuku berusaha membuat agar anak-anak ayahku


tidak pantas menjadi pewaris. Kamu tau sendiri kan kakak perempuan maupun kakak


laki-lakiku. Ibuku melakukan apapun agar aku bisa menjadi pewaris JK Group.”


Kata Jio.


“Aku bisa


merasakan penderitaan yang kamu alami sayang, aku pasti akan membantumu apapun


“Terima kasih


sayang, sepertinya aku harus pulang sekarang.” Kata Jio.


“Baiklah,


setibanya dirumah segera hubungi aku ya.” Kata Adele.


**


Laura sedang


pergi bersama Abel, mereka menikmati makan siang bersama.


“Kenapa Celo


tidak ikut?” Tanya Laura sambil menyantap makanannya.


“Dia harus


ikut les musik karena keinginannya.” Kata Abel.


“Oh iya aku


telah mendapatkan surat rekomendasi dari wali kelas dan kepala sekolah untuk


bisa masuk ke SNU tahun depan. Aku sangat lega, aku hanya tinggal duduk sambil


menunggu tes masuk SNU tiba.” Kata Laura.


“Benarkah?


Dari mana kamu bisa mendapatkan surat rekomendasi itu? Bukankah kamu memiliki


beberapa poin dari kesalahanmu kapan hari.” Tanya Abel.


“Papa


melakukan banyak hal untukku.” Kata Laura.


“Bukankah kamu


berjanji akan menurutiku, aku bisa membuatmu masuk SNU dengan adil Laura


sayang. Aku tidak keberatan jika kamu tidak kuliah di SNU, yang aku harapkan


darimu adalah lakukanlah apapun yang membuatmu bahagia, bukankah kamu bernyanyi


karena terpaksa dan dipaksa oleh papa kamu.” Kata Abel.


“Apapun yang


aku dapatkan tidaklah gratis, ada yang harus aku bayar jika aku mendapatkan


sesuatu. Lagipula hanya bernyanyi yang bisa aku lakukan agar membuat papa


bangga padaku.” Kata Laura.


Abel pun


curiga dan menarik lengan Laura dan dia melihat memar dan luka biru di sekujur


tangan Laura.


“Jadi ini


alasanmu selalu memakai pakaian lengan panjang. Apakah papa kamu yang melakukan


ini lagi padamu?” Tanya Abel.


“Bukan


urusanmu, hanya dia yang aku miliki saat ini. Hanya dia yang aku butuhkan dan


dia bisa memberiku apapun yang aku inginkan. Bahkan ibuku atau siapapun yang


mengaku sebagai ibuku tidak bisa melakukan apapun yang aku inginkan, mereka


hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Bahkan Lily yang selama ini aku


anggap sebagai ibuku pergi meninggalkanku.” Kata Laura.


“Ada aku, aku


ibumu dan sampai kapanpun aku akan melindungimu.” Kata Abel sambil memeluk Laura.


“Lepaskan aku,


kita baru kenal beberapa bulan saja jadi aku tidak bisa menganggapmu sebagai


seseorang yang harus aku panggil ibu.” Kata Laura, kemudian dia pergi.


“Laura Laura.”


Teriak Abel.


Ternyata Jio


menyuruh sekretaris Kim untuk mengikuti Laura. Makanya Laura kembali bersikap


kasar pada Abel.