Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 15



Jio


menghampiri tempat cinta pertamanya yaitu Adele. Adele menginap di vila pribadi


milik Jio.


“Sayang.” Kata


Jio.


“Hei masuklah,


aku membuatkanmu makanan kesukaanmu.” Kata Adele.


“Aku sangat


kesal hari ini.” Kata Jio.


“Bukankah


menyenangkan karena bisa makan bersama Laura? Kapan aku bisa bertemu dengannya?


Apakah dia tau bahwa ibunya masih hidup?” Tanya Adele.


“Tidak, tunggu


sampai semua rencanaku berhasil semua, setelah itu kita bisa tinggal bersama


dan membesarkan anak kita.” Kata Jio.


“Lalu


bagaimana dengan Celo dan istri barumu? Kenapa kamu harsu menikahinya?” Tanya Adele.


“Rawatlah Celo,


bagaimanapun juga dia adalah anak kandungku. Setelah Abel melahirkan aku akan


berpisah dengannya dan anakku akan tinggal bersama denganku.” Kata Jio.


“Kenapa kamu


harus menikahinya? Memangnya belum cukup ada aku dan Lily?” Tanya Adele.


“Abel, wanita


itu memang sedikit misterius, cantik, menawan, pintar dan berkelas meskipun


hidupnya terpuruk setelah bisnis orang tuanya hancur dan orang tuanya pergi


untuk selamanya. Orang tua dia khususnya perusahaan orang tua dia dulunya


adalah rekan bisnis ayahku. Saat itu ayahku memang menaruh saham yang cukup


banyak namun kemudian perusahaan itu beralih ke tangan istri keduanya ayah Abel


yaitu Viona. Viona mengambil alih perusahaan itu lalu dia pergi begitu saja


meninggalkan Negara Indonesia, aku bahkan tidak tau dia dimana saat ini. Aku


ingin mengambil kembali hak milik ayahku tapi aku kehilangan si Viona. Yang aku


tau keluarga ayah Abel hanya ada Abel dan adiknya. Kebetulan sekali kan dia


datang ke Korea.” Kata Jio.


“Tapi tetap


saja perusahaan itu saat ini kan menjadi milik si Viona. Kenapa kamu tidak


mencari Viona saja lalu jelaskan semuanya.” Kata Adele.


“Dia itu punya


banyak identitas untuk menipu orang, aku saja belum menemukan dia.” Kata Jio.


Abel tau dimana keberadaan si Viona? Sepertinya dia tidak tau, jangan bertindak


gegabah apalagi dengan menikahi si Abel, dan sekarang si Abel sedang hamil


anakmu.” Kata Adele.


“Aku butuh


bantuanmu.” Kata Jio.


“Apa yang bisa


aku lakukan untukmu?” Tanya Adele.


“Sepertinya


dia yakin bahwa kamu masih hidup, lebih baik temui dia dan cari tau dimana


Viona berada. Viona itu memiliki banyak identitas dan dia bahkan seringkali merubah


wajahnya dengan operasi. Wajar saja jika aku tidak tau dimana keberadaannya.


Terakhir yang aku tau adalah, dia sedang berada di Korea. Itupun tidak mudah


untuk mencarinya.” Kata Jio.


“Baiklah, aku


akan membantumu. Tapi secepatnya pertemukan aku dengan Laura. Sampai kapan kamu


akan terus mengejar harta dan kekuasaan sayang? Kamu berhasil mendapatkan JK


Group, perusahaan farmasi milik Lily juga jatuh ke tangan Laura, kemudian kamu


juga akan bekerjasama dengan si milyarder Jackson. Kenapa tiba-tiba Jackson?”


Kata Adele.


“Jackson itu


merupakan tambang emas bagiku, siapa yang tidak tertarik bekerjasama dengannya.


Dia hanyalah rekan bisnisku saja, aku tidak ada maksud apapun padanya.” Kata Jio.


“Aku kira


Jackson ada kaitannya denganmu seperti si Abel.” Kata Adele.


“Tidak ada.”


Kata Jio.


“Menginaplah


disini malam ini.” Kata Adele.


“Tentu saja.”


Kata Jio.


“Cepat


makanlah.” Kata Adele.


“Terima kasih


sayang, hanya kamu wanitaku.” Kata Jio.


 "Aku selama ini telah melakukan banyak hal kepadamu bahkan aku sangat ingin tinggal bersamamu dan juga anak kita." Kata Adele.


"Bersabarlah, sebentar lagi kita akan tinggal bersama." Kata Jio.