
Setibanya didepan ruang kerja Jio, Abel segera masuk.
“Ada apa tiba-tiba
kamu datang kemari? Bukankah seharusnya kita bertemu di kafe?” Tanya Jio.
“Tidak apa-apa, aku
hanya ingin menemuimu karena merindukanmu.” Kata Abel.
“Astaga, tapi aku ada
meeting setelah ini, bagaimana?” Tanya Jio.
“Pergilah, aku akan
menunggumu disini sambil menikmati teh di kantormu.” Kata Abel sambil memeluk suaminya.
“Baiklah, apakah kamu
baik-baik saja dengan kehamilanmu?” Tanya Jio.
“Aku baik-baik saja kok,
pergilah dan jangan khawatirkan aku.” Kata Abel.
“Sampai jumpa nanti.” Kata
Jio sambil mencium kening istrinya dan disaat itulah Abel mengambil
ponsel Jio di saku jas suaminya.
Ketika Jio keluar, Abel
segera membuka ponsel suaminya dan menghapus aplikasi penyadap suara
tersebut dari ponsel suaminya.
“Huft syukurlah,
aku tidak boleh ketahuan oleh dia kalau aku sedang menyelidiki ruang
rahasianya.” Kata Abel dalam hati. Setelah itu Abel meletakkan ponsel suaminya
di atas meja kerjanya.
Abel melihat lihat
sekeliling ruang kerja Jio dan dia tampak asing dengan salah satu lukisan di
ruangan kerja Jio.
“Lukisan ini, tampak asing
bagiku tapi sepertinya aku pernah melihatnya. Ah benar Laura
pernah menggambar sketsa seorang wanita dari belakang. Apa jangan-jangan wanita
ini adalah ibu kandung Laura? Lalu kenapa dia menggantungnya di ruangan
kerjanya.” Tanya Abel dalam hati. Kemudian dia melihat dibalik lukisan tersebut
dan ternyata ada sebuah tombol berupa on/off, saking penasarannya Abel pun
menekan tombol on dan setelah itu dinding dibalik lukisan tersebut memunculkan
sebuah layar dimana untuk membukanya membutuhkan sidik jari.
“Apa ini? Apa jangan-jangan
ini ada hubungannya dengan ruang rahasia milik Jio? Aku yakin pasti ruang
rahasia itu ada di ruang kerja Jio.” Kata Abel dalam hati. Kemudian
Abel segera kembali pulang dengan alasan tidak enak badan.
**
Selesai meeting, Jio kembali
ke ruangannya dan dia kaget karena ponselnya tergeletak diatas
meja kerjanya.
“Kenapa ponselku ada
tadi ponselku memang tertinggal ya, sepertinya aku harus melihat rekaman cctv
di ruanganku.” Kata Jio. Betapa kagetnya Jio saat melihat rekaman cctv
tersebut.
“Apa ini? Jadi Abel
menyelidiki dimana ruang rahasia milikku? Dia tidak akan bisa membuka dan
masuk kedalamnya karena hanya aku yang bisa. Apa yang dia rencanakan?Lebih baik
aku harus segera menemuinya sekarang juga.” Kata Jio. Dia pun
segera kembali pulang ke rumah.
Setibanya dirumah.
“Abel Abel Abel dimana kamu?” Teriak Jio.
“Dia sedang sakit pa karena kelelahan.” Kata Laura.
“Sakit?” Tanya Jio.
“Iya sepulang dari kantor
papa, dia mengeluh kesakitan katanya kelelahan.” Kata Laura.
“Masuklah ke kamar dan
belajarlah.” Kata Jio sambil mengelus rambut putrinya.
Jio menghampiri istrinya namun istrinya tertidur.
“Apa yang kamu
sembunyikan dariku? Apakah kamu akan mengkhianatiku? Dia tidak akan berani
mengkhianatiku.” Kata Jio.
**
Keesokan paginya.
“Mas semalam kamu pulang
jam berapa? Maaf aku kelelahan jadi aku tertidur.” Kata Abel.
“Apa yang kamu lakukan di
kantorku kemarin? Kamu pikir kamu bisa mengkhianatiku dan bermain di
belakangku? Kamu tidak tau kan kalau aku memasang cctv di ruanganku? Apa yang
sedang kamu cari?” Tanya Jio. Abel merasa terjepit posisinya, tiba-tiba dia
memeluk suaminya.
“Maafkan aku mas,
seharusnya aku mengatakannya langsung padamu.” Kata Abel sambil sesenggukan.
“Apa yang kamu cari
sebenarnya?” Tanya Jio.
“Tidak ada, aku hanya
takut kamu akan meninggalkanku. Aku curiga jika kamu sedang berkencan dengan
wanita lain, aku tidak ingin itu terjadi mas karena aku sangat mencintaimu.”
Kata Abel berpura-pura.
“Astaga, aku tidak akan
berpaling darimu. Jika kamu curiga padaku lebih baik tanyakan saja
padaku. Oh iya kenapa kamu tertarik dengan lukisan yang ada di ruanganku?” Tanya Jio.
“Lukisanmu sangat bagus, siapa dia mas? Itu lukisan gambar seorang wanita.” Tanya Abel.
“Bukan siapa-siapa, aku hanya menyukai lukisan itu lalu membelinya.” Kata Jio.