Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 59



Hari itu Jio menemui Laura secara diam-diam, dia menghampiri ke sekolah Laura.


“Laura.” Panggil Jio.


“Papa?” Kata Laura, Laura pun berlari menghampiri Jio lalu memeluknya.


“Bagaimana sekolahmu?” Tanya Jio.


“Aku lebih suka sekolah di Korea pa daripada disini, kalau sekolah disini aku harus melakukan semuanya sendiri dengan usahaku sendiri, tapi jika di Korea ada papa yang selalu membantuku.” Kata Laura.


“Kita pergi makan siang bersama yuk, papa sangat merindukanmu. Oh iya Celo sangat merindukanmu.” Kata Jio.


“Benarkah? Tapi nanti Bu Adele dan mama Abel pasti akan mencariku.” Kata Laura.


“Jangan khawatir, papa yang akan mengurusnya.” Kata Jio.


“Baiklah kalau begitu pa, ayo pa.” Kata Laura.


Kemudian Jio mengambil dan mematikan ponsel Laura.


Jio mengajak Laura pergi ke restoran.


Setibanya di restoran.


“Wah restoran makanan Korea, aku rindu sekali dengan makanan Korea pa.” Kata Laura.


“Makanlah yang banyak kalau begitu.” Kata Jio.


“Oh iya pa Celo dimana?” Tanya Laura.


“Dia sedang ada kegiatan di sekolah, lain kali papa akan mengajak kalian bertiga makan bersama. Cepat makanlah yang banyak, papa sudah memesan banyak makanan untuk kita berdua.” Kata Jio.


“Terima kasih pa, papa sekarang menetap disini selamanya ya?” Tanya Laura.


“Untuk sementara begitu, karena banyak yang harus papa kerjakan disini. Bagaimana dengan Abel? Apakah dia memperlakukanmu dengan baik?” Tanya Jio.


“Dia sangat baik dan perhatian padaku tapi bu Adele tidak menyukainya, bu Adele selalu memaksaku dan menuruti semua keinginannya, aku ingin terbebas darinya pa. Kenapa juga sih mama Abel harus memilih bu Adele sebagai pengasuhku? Aku sudah besar dan aku bisa mengurus diriku sendiri pa.” Kata Laura.


“Apakah Abel dan Adele pernah mengatakan sesuatu kepadamu?” Tanya Jio.


“Tidak pernah, hampir setiap hari aku selalu bersama bu Adele dan dia tidak mengijinkanku untuk banyak bicara kepada mama Abel pa.” Kata Laura.


“Apa? Jadi ibu kandungku masih hidup? Dan ibu kandungku adalah bu Adele pengasuhku? Papa jangan bercanda ya, kenapa harus dia pa. Kalau memang dia adalah ibu kandungku kenapa dia memperlakukanku dengan buruk pa? Kenapa dia tega membuangku pa?” Tanya Laura.


“Karena dia tidak menginginkanmu.” Kata Jio.


“Lalu kenapa sekarang dia berusaha mendekatiku pa?” Tanya Laura.


“Karena kamu pewaris perusahaan papa dan mama Lily juga memberikanmu saham perusahaan farmasinya. Lalu sekarang kamu tinggal dengan Abel dan Jackson yang sangat kaya raya, apalagi yang dia cari kalau bukan menguasai semua harta tersebut.” Kata Jio.


“Apa? Pa tolong aku pa, aku tidak mau tinggal dengan bu Adele, lebih baik aku tinggal dengan papa dan Celo saja, aku mohon pa tolong aku.” Kata Laura.


“Papa akan membantumu sayang, papa hanya punya kamu dan juga Celo, tentu saja papa akan melakukan apapun untuk anak papa. Kamu adalah segalanya untuk papa.” Kata Jio sambil memeluk Laura.


Tiba-tiba Adele datang dan menghampiri mereka.


“Laura, ayo kita pulang.” Kata Adele sambil menari tangan Laura.


“Papa tolong aku papa papa.” Teriak Laura.


“Ayo pulang, bukankah aku sudah bilang untuk tidak bertemu dengan dia.” Bentak Adele.


“Tapi bu, bagaimanapun juga dia ayahku ayah kandungku.” Kata Laura.


Lalu Adele menampar pipi Laura.


Plak


“Apa yang kamu lakukan? Jangan berani menyentuh putriku, kamu tidak berhak melukainya.” Kata Jio.


“Ayo ikut papa pulang.” Ajak Jio, lalu Jio pun mengajak Laura pergi.


“Laura Laura Laura.” Teriak Adele.


Adele sangat kesal, kemudian dia menelfon Abel.


“Hallo kamu dimana? Laura dibawa pergi sama Jio.” Kata Adele.


“Apa? Bagaimana bisa Jio membawa Laura? Jio menjemput Laura di sekolah?” Tanya Abel.


“Kamu sebagai ibu tidak bejus mengurus anak.” Bentak Adele lalu menutup telfonnya.