Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 8 (From Visual to Devil)



Dikamar Tika tidak ditemukan cincin rubi milik Alin. Lalu mereka mengecek Agus, mereka menggeledah tas dan saku Agus dan ternyata ditemukan cincin rubi tersebut didalam tas milik Agus.


“Itu cincinku mas.” Kata Alin.


“Kenapa cincin ini ada didalam tas milikmu?” Tanya Jo.


“Saya juga tidak tau tuan, saya benar-benar tidak tau dan saya tidak merasa mengambilnya.” Kata Agus.


“Dasar kurang ajar.” Kata Alin lalu menampar Agus.


“Padahal kamu sudah bekerja denganku belasan tahun tapi apa yang kamu lakukan? Sekarang juga aku memecatmu dan keluar kamu dari rumah.” Kata Jo sambil menendang Agus.


“Kasihani dia tuan, saya mengerti bagaimana kerjanya pak Agus, dia tidak mungkin mengambil cincin milik nyonya.” Kata Tika.


“Tidak, sejak kapan aku mengasihani art dirumah ini.” Kata Jo.


“Lebih baik laporkan saja dia ke polisi mas.” Kata Alin.


“Tidak perlu, kita hanya perlu membuang orang rendahan sepertinya.” Kata Jo. Akhirnya Agus dipecat oleh Jo dan Alin dan keluar dari rumah tersebut.


Kemudian Yudi mulai menawarkan diri untuk menjadi supir pribadi Jo.


“Tuan jika tidak keberatan, saya bisa menggantikan posisi Agus.” Kata Yudi.


“Memangnya kamu bisa mengemudi dengan benar?” Tanya Jo.


“Tuan bisa mengetes saya kok.” Kata Yudi.


“Baiklah, nanti aku akan mengetesmu. Jika berhasil, maka siang harinya kamu harus jadi supirku dan malam harinya kamu jadi satpam rumah, mengerti?” Kata Jo.


“Siap tuan.” Kata Yudi.


Kemudian Yudi menghampiri istrinya.


“Sayang aku berhasil membujuk tuan Jo, aku menawarkan diri untuk menjadi supir pribadi mereka. Kamu benar-benar istri hebat.” Kata Yudi.


“Aku tidak mengambil cincin itu.” Kata Ayu.


“Tika, sepertinya Tika punya dendam dengan Agus. Aku melihatnya sendiri saat itu Tika masuk kedalam kamar nyonya lalu mengambil cincin itu dan dimasukkan didalam tas milik Agus. Setelah itu dia pergi ke ruang cctv untuk menghapus video rekaman cctv.” Kata Ayu.


“Kalau begitu cepat cari tau kenapa Tika melakukan hal itu pada Agus.” Bisik Yudi.


“Aku memang sedang menyelidiki si Tika mas.” Bisik Ayu.


“Kamu harus berhasil jadi supir pribadi tuan Jo karena ini kesempatan yang bagus untuk kita.” Bisik Ayu.


“Jangan khawatir, aku pasti berhasil.” Bisik Yudi.


 


 


**


Di sekolah Yanti dan Yanto.


Hari itu adalah hari pertamanya dia sekolah di sekolah yang sama dengan Celine. Kebetulan Yanti dan Yanto satu kelas dengan Celine. Yanti pun menyapa Celine.


“Mbak Celine.” Sapa Yanti.


“Kamu? Sedang apa kamu disini?” Tanya Celine kaget.


“Aku sekolah disini mbak.” Kata Yanti.


“Ikut aku sekarang juga.” Kata Celine menarik tangan Yanti dan membawanya ke suatu tempat.


“Ada apa mbak Celine?” Tanya Yanti.


“Berani sekali kamu sekolah di sekolah yang sama denganku hah? Awas ya kalau kamu bilang ke orang lain kalau kita saling kenal. Jangan pernah bilang kepada siapapun kalau kamu dan keluargamu bekerja dirumahku. Orang miskin dan jelek sepertimu tidak pantas bergaul dengan putri kaya raya sepertiku. Jika kamu melanggarnya maka aku akan membuat keluargamu di usir dari rumahku.” Kata Celine lalu pergi meninggalkan Yanti.


Yanti sangat sedih dan syok melihat sikap Celine kepadanya. Setelah itu dia masuk ke kelasnya. Ternyata Yanti dan Yanto tidak diterima oleh siswa di kelas itu karena Celine telah mempengaruhi seluruh teman dikelasnya agar membenci dan membuli Yanti dan Yanto. Dikelas itu Celine di anggap seperti ketua dan harus patuh dengan ucapannya karena dia merasa sangat berkuasa, selain itu dia juga sering memberikan sesuatu kepada teman satu kelasnya. Jadi setiap aturan Celine maka seluruh siswa dikelas harus mematuhinya.