
Jo keluar dari rumah sakit namun kondisinya tidak kunjung membaik bahkan kondisi dia semakin parah dan dia bahkan kesulitan berjalan akhirnya dia hanya tidur diranjang.
“Mas mulai sekarang lebih baik kamu pakai kursi roda dulu saja sementara ya.” Kata Marcella.
“Papa aku tidak lumpuh.” Bentak Celine.
“Aku tidak berkata seperti itu, memangnya sekarang siapa yang akan membantu dan merawatnya? Aku sibuk dengan pekerjaanku dikantor untuk menggantikan papa kamu, kalau kamu mau ya rawat papa kamu dengan baik.” Kata Marcella.
“Biar aku saja yang merawat papa tapi tolong carikan pembantu rumah tangga.” Kata Rafa.
“Sementara kalian berdua saja yang memasak kalau kalian mau makan, sekalian buatkan makanan juga untuk papa kamu ya. Aku pergi ke kantor dulu ya mas.” Kata Marcella.
“Tunggu dulu.” Kata Jo.
“Ada apa?” Tanya Marcella.
“Betul apa kata Rafa, cepat carikan pembantu rumah tangga.” Kata Jo.
“Iya nanti akan aku carikan, tapi untuk sementara anak-anak kamu saja yang memasak. Jangan biasakan untuk memberi banyak uang dan makan diluar, itu namanya pemborosan mas.” Kata Marcella lalu langsung pergi.
“Pa aku tidak menyukainya, kenapa papa betah dengannya sih?” Tanya Celine.
“Dia banyak berjasa untuk papa.” Kata Jo.
“Apa yang membuat papa bertahan dengannya?” Tanya Rafa.
“Papa mencintainya, papa benar-benar sangat mencintainya. Dia menolong papa, perusahaan papa saat itu hampir saja mengalami bangkrut dan papa terlilit hutang akhirnya papa bertemu dengannya dan papa jatuh cinta dengannya, dia membantu papa disaat kondisi papa sedang terpuruk ditambah lagi mama Alin juga sedang terkena masalah saat itu.” Kata Jo.
“Bisa jadi dia hanya ingin memanfaatkan kita saja pa.” Kata Rafa.
“Papa kenal seperti apa dia jadi tidak mungkin dia mengkhianati papa. Kamu tau sendiri kan apa balasan untuk orang yang berani mengkhianati papa?” Tanya Jo.
“Papa akan menyingkirkan siapapun yang mengkhianati papa.” Kata Celine.
“Tapi aku sangat membencinya, aku tidak akan pernah memaafkan kelakuan dia kepadaku begitupun sebaliknya, aku tidak akan pernah meminta maaf padanya karena aku tidak bersalah.” Kata Celine.
“Kalian pasti lapar ya, pakai atm papa saja. Kalian pergi saja keluar untuk membeli makanan ya.” Kata Jo.
“Papa bagaimana? Mana mungkin aku tega meninggalkan papa sendirian dirumah.” Kata Celine.
“Papa ikut saja ya bersama kami, biar Rafa yang menyetir mobil.” Kata Rafa.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Jo.
Akhirnya mereka bertiga pun pergi ke restoran untuk makan bersama.
Selesai makan, Rafa membayar makanannya menggunakan atm ayahnya namun ternyata atm Jo terblokir.
“Pa atm nya tidak bisa digunakan.” Kata Rafa.
“Maksud kamu atm papa terblokir?” Tanya Jo.
“Sepertinya begitu pa.” Kata Rafa.
“Pasti ini ulah si Marcella sialan.” Kata Celine.
“Jangan menuduh orang sembarangan, sebentar papa telfon dia dulu. Bayar pakai uang tunai saja dulu, ini dompet papa.” Kata Jo memberikan dompetnya kepada Rafa.
Jo menelfon Marcella.
“Hallo sayang, oh iya kenapa kartu atm ku tidak bisa digunakan ya? Aku dan anak-anak diluar sedang makan di restoran dan saat Rafa mau membayar pakai atm ku ternyata atm ku tidak bisa dipakai.” Kata Jo.
“Oh iya memang atm kamu terblokir mas, nanti akan aku urus.” Kata Marcella lalu langsung menutup telfonnya.