Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 49



Keesokan harinya.


Adele sangat sedih atas kepergian ibunya. Jio terus menghibur Adele namun Sora justru berusaha memisahkan mereka berdua.


“Jio kamu harus pergi untuk acara makan malam bersama para petinggi JK Group.” Kata Sora.


“Aku mohon ijinkan aku menghibur Adele bu, dia sangat sedih setelah kepergian ibunya.” Kata Jio.


“Untuk apa menangisi seseorang yang tidak menghargai hidupnya, Ina pergi karena keinginannya sendiri.” Kata Sora.


“Aku harus mencari tau penyebab kepergian ibuku.” Kata Adele.


“Aku pasti akan membantumu.” Kata Jio.


“Untuk apa mencari tau, ibumu pergi karena bunuh diri, dia sengaja melompat ke laut. Sudah seharusnya kamu ikhlas melepaskan kepergiannya. Jangan terus berlarut dalam kesedihan.” Kata Sora.


Tiba-tiba Adele pingsan.


“Adele Adele sadarlah, cepat bangun.” Kata Jio.


“Ada-ada saja, ibu dan anak sama-sama menyusahkan keluargaku.” Gerutu Sora.


Akhirnya Adele dibawa ke rumah sakit. Setibanya dirumah sakit, dokter segera memeriksa kondisi Adele.


“Bagaimana kondisi pasien?” Tanya Jio kepada dokter.


“Pasien sedang mengandung, usia kehamilan dia saat ini adalah 1 bulan.” Kata dokter.


“Apa? Jadi Adele hamil? Aku akan menjadi seorang ayah? Akhirnya aku akan menikahi wanita yang aku cintai.” Kata Jio sangat bahagia.


“Tidak, ibu sudah menjodohkanmu dengan seorang pewaris tunggal, dia adalah anak seorang dokter yang merawat ayahmu selama ini, keluarga kita berhutang budi kepada keluarga mereka. Oleh karena itu ayah dan ibu sepakat menikahkanmu dengan anak mereka.” Kata Sora.


“Tapi aku sangat mencintai Adele bu. Adele saat ini sedang mengandung.” Kata Jio.


“Biar ibumu yang mengurus Adele dan bayi yang dikandungnya, kamu fokuslah dengan persiapan pernikahanmu dengan Lily.” Kata tuan Park.


“Ayah dan ibu tidak bisa memaksaku seperti ini.” Kata Jio.


“Urus anakmu.” Kata tuan Park kepada Sora, lalu tuan Park pergi meninggalkan Sora.


“Dengarkan ibu, ini semua demi kebaikan kita sayang. Dengan kamu menikahi Lily, keluarga mereka akan membantu perusahaan ayahmu, dengan begitu JK Group akan menjadi milikmu. Ibu selama ini melakukan banyak hal demi kamu sayang. Sudah saatnya kekuasaan ini berpihak kepada kita. Jika kamu menolak, maka ibu akan melenyapkan bayimu dan ibunya sekaligus.” Kata Sora.


“Aku mohon jangan lakukan itu bu, aku serahkan Adele dan bayinya kepada Ibu, tapi pastikan Adele melahirkan bayinya dengan selamat dan besarkan dia dengan baik.” Kata Jio.


“Jangan khawatir, kamu hanya fokus menikah dengan Lily. Perusahaan farmasi milik keluarga Lily harus kamu dapatkan sekaligus. Ingat masa lalu kita dulu, kita bahkan pernah hidup menderita jadi sudah saatnya kita bangkit dan berkuasa. Jika kamu menolak semua perintah ibu, nyawa Adele dan bayinya yang akan jadi taruhannya.” Ancam Sora.


“Baiklah bu.” Kata Jio.


 


 


**


Hari pernikahan Jio dan Lily.


Tiba-tiba Adele datang ke pesta pernikahan tersebut.


“Untuk apa kamu datang kesini? Bukankah aku sudah memberimu banyak uang dan menyuruhmu pergi untuk meninggalkan Jio dan keluargaku.” Kata Sora.


“Jangan berani melawanku.” Kata Sora.


“Aku tidak takut dengan siapapun.” Kata Adele.


Akhirnya Adele berlari menghampiri Jio dan pengantin wanita tersebut.


“Jio.” Panggil Adele.


“Siapa dia? Apakah kamu teman dari Jio?” Tanya Lily.


“Aku Adele, aku adalah.” Kata Adele. Tiba-tiba tuan Park menarik tangan Adele dan mengajaknya ke suatu tempat.


“Lepaskan saya.” Kata Adele.


“Apa maumu? Bukankah istriku sudah mengirimmu pergi ke luar negeri?” Tanya tuan Park.


“Uangku sudah habis, kenapa kalian tega mengirimku pergi ke luar negeri? Bayi yang aku kandung ini jauh lebih berhak atas semua ini daripada bayi yang sedang dikandung pengantin wanita itu. OH apakah kalian tidak tau bahwa dia juga sedang hamil dari kekasihnya? Aku yakin kalian sudah mengetahuinya tapi berpura-pura tidak tau demi bisnis kalian kan? Untuk membangun sebuah apartemen mewah kan? Wah benar-benar luar biasa licik kalian semua.” Kata Adele.


“Tutup mulutmu, apa sih maumu?” Tanya tuan Park.


“Aku ingin ruang rahasia milikmu beserta isinya wahai ayah.” Kata Adele.


“Berani sekali kamu memanggilku seperti itu? Dasar anak pembantu tidak punya sopan santun? Inikah balasanmu setelah aku membesarkanmu bahkan menyekolahkanmu dan tinggal di rumahku.” Kata tuan Park.


“Ibuku selama ini menyembunyikan fakta bahwa aku adalah anakmu, tapi aku tidak sengaja menemukan bukti di buku diari milik ibuku. Pantas saja kamu memperlakukanku sangat baik.” Kata Adele.


“Ibumu yang terobsesi denganku dan menggodaku, dan hadirnya dirimu adalah sebuah kesalahan sekaligus penyesalan terbesarku.” Kata tuan Park.


“Apa? Kesalahan dan penyesalan? Bukankah tuan Park dan ibuku sering menghabiskan waktu bersama di ruang rahasia itu? Bagaimana jika Sora mengetahuinya? Tentu saja dia tidak akan tinggal diam. Tapi aku akan menyimpan rahasia ini dengan baik asalkan ruang rahasia beserta isinya menjadi milikku.” Kata Adele.


“Ina kurang ajar.” Kata tuan Park.


“Jangan menyebut nama ibuku dengan mulut kotormu.” Bentak Adele.


“Dia tidak lebih dari seorang pelacur dan penggoda.” Kata tuan Park.


“Cukup cukup cukup.” Teriak Adele. Tiba-tiba Adele mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkan tepat di depan wajah tuan Park.


“Apa yang kamu lakukan? Kamu tidak akan berani melakukannya karena kamu akan ditangkap saat kamu menembakku dan ruang rahasia itu tidak akan jadi milikmu.” Kata tuan Park.


“Aku tidak sebodoh itu wahai ayahku tercinta, berikan kunci ruang rahasia itu atau aku akan menembakmu dan aku juga akan membongkar semua rahasia ini. Tamat sudah riwayatmu.” Kata Adele.


“Jangan lakukan itu kepada ayahmu.” Kata tuan Park.


“Cepat berikan kunci itu.” Bentak Adele.


Saat tuan Park akan memberikan kunci tersebut, tiba-tiba tuan Park memukul kepala Adele dengan vas bunga.


“Aaaaaaaaaah kepalaku.” Teriak Adele.


Tuan Park pun segera melarikan diri dan menyuruh Sora untuk mengurus Adele.


“Urus dia.” Kata tuan Park.


“Jangan khawatir, aku akan membuangnya ke tempat yang sangat jauh.” Kata Sora.