Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 57



Jio membawa dan menyekap Yeri ke ruang rahasia miliknya setelah konferensi pers berlangsung saat itu.


Hari itu Jio menghampiri Yeri di ruang rahasia milik Jio. Setibanya di ruang rahasia tersebut.


“Lepaskan aku, dimana anakku?” Teriak Yeri.


“Bukankah sudah aku bilang kalau anakmu sekarang akan menjadi anakku dan istriku dan kita sudah tidak ada lagi hubungan apapun, aku akan mengirimmu ke suatu tempat dan jangan pernah berani menemuiku atau mengatakan yang tidak-tidak tentangku.” Kata Jio.


“Aku tidak takut denganmu, aku bahkan memiliki rekaman yang membuktikan bahwa anak itu adalah anakku dan kamu serta perselingkuhanmu dan pernikahanmu dengan Adele. Aku tinggal menyebarkannya saja, aku tidak sebodoh yang kamu kira.” Kata Yeri.


“Jadi kamu berani mengancamku?” Tanya Jio.


“Sudah kubilang kalau aku tidak takut denganmu.” Kata Yeri.


Tiba-tiba Lily menelfon Jio.


“Kamu dimana mas? Aku ingin bertemu dengan Yeri.” Kata Lily.


“Biar aku yang mengurusnya.” Kata Jio.


“Katakan dimana Yeri sekarang. Aku harus bertemu dengannya.” Kata Lily.


“Aku akan mengirim alamatnya, tunggu sebentar.” Kata Jio.


Kemudian Jio menelfon Adele.


“Sayang bagaimana ini? Lily ingin bertemu dengan Yeri.” Kata Jio.


“Kirim Yeri ke hotel, biar aku yang menyelesaikan masalah ini.” Kata Adele.


“Baiklah.” Kata Jio.


**


Lily menghampiri Yeri di sebuah hotel.


“Dimana anakku? Aku ingin bertemu dengan anakku, aku mohon ijinkan aku menyusui anakku untuk yang pertama dan terakhir sebelum aku pergi.” Kata Yeri.


“Tidak bisa, Jio pasti melarangmu untuk bertemu dengan anakmu. Jangan khawatir, aku akan menjaga dan membesarkan anak itu. Sekarang pergilah dari sini dan jangan pernah menemui suamiku serta mengganggu keluargaku, Jio akan membiayai hidupmu.” Kata Lily.


Kemudian Lily memberikan foto kepada Yeri.


“Aku mengambil foto bayimu.” Kata Lily.


“Terima kasih, tampan dan lucu sekali anakku.” Kata Yeri sambil memandangi foto anaknya.


“Marcelo.” Kata Lily.


“Jio memberi nama anak itu Marcelo.” Kata Lily.


“Nama yang bagus dan cocok sekali.” Kata Yeri.


“Ada apa dengan wajah dan tanganmu? Apakah Jio yang melukaimu?” Tanya Lily.


“Dia memukulku di ruang rahasia, dia mengikat dan mengurungku disana.” Kata Yeri.


“Ruang rahasia?” Tanya Lily.


“Memangnya kamu tidak tau ruang rahasia milik Jio?” Tanya Yeri.


“Tidak, dimana ruang rahasia itu?” Tanya Lily.


“Aku tidak tau karena tiba-tiba aku sudah didalam sana.” Kata Yeri.


“Aku akan mencari tau, aku pergi dulu.” Kata Lily.


“Kamu harus berhati-hati dengan Jio dan juga istri barunya.” Kata Yeri.


“Istri barunya? Siapa dia?” Tanya Lily.


Tiba-tiba Jio menelfon Lily.


“Kembalilah pulang, Marcelo membutuhkanmu.” Kata Jio.


“Tunggu sebentar.” Kata Lily.


Kemudian Lily segera pulang ke rumah.


Sesaat setelah Lily keluar hotel, datanglah Adele. Dia memakai masker dan juga sarung tangan serta pakaian serba hitam.


“Hai Yeri sayang.” Kata Adele.


“Mau apa kamu kesini?” Tanya Yeri.


“Berani sekali kamu mengacaukan semua rencanaku dan Jio.” Kata Adele sambil menodongkan pistol ke arah Yeri.


“Aku tidak takut denganmu, tembak saja aku kalau kamu berani. Aku sudah memberitahu Lily bahwa Jio menikahimu.” Kata Yeri.


“Apa? Dasar kurang ajar. Lebih baik kamu pergi untuk selamanya.” Kata Adele lalu dia menembak Yeri.


Setelah berhasil menembak Yeri, Adele segera menyingkirkan rekaman cctv di hotel tersebut.


“Dengan begini Lily yang akan dituduh membunuh Yeri.” Kata Adele sambil tertawa dalam hati.