Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 13 (From Visual to Devil)



Lagi-lagi Yanti mendapat bulian dari Celine dan teman-temannya, kali ini jauh lebih parah. Yanti mendapat pelecehan secara seksual oleh Daniel dan teman-temannya, lalu Celine mengancamnya akan menyebarkannya ke sekolah. Akhirnya Yanti ketakutan dan menuruti kemauan Celine.


“Aku akan menuruti semua keinginanmu.” Kata Yanti sambil memakai pakaian seragamnya kembali.


“Kamu harus keluar dari sekolah ini.” Bisik Celine.


“Tapi aku masih ingin sekolah disini.” Kata Yanti.


“Kalau begitu siap-siap saja setiap hari mendapat bulian dariku dan juga dari teman-temanku. Tapi aku ada satu penawaran untukmu, kamu harus menjadi budak alias pembantu yang bisa aku suruh-suruh seenaknya, kamu dan kakakmu harus selalu menuruti semua ucapanku.” Kata Celine.


“Baiklah, akan aku lakukan apapun itu.” Kata Yanti sambil menangis.


Setelah itu Yanti kembali pulang, setibanya dirumah lagi-lagi dia melihat kejadian yang membuatnya menangis. Tepat didepan matanya, dia melihat ibunya di siksa oleh majikannya yaitu Alin. Alin menyiksa Ayu dengan memukulnya, mencambuknya berkali-kali. Yanti pun hanya bisa menangis lalu menelfon kakaknya.


“Kak cepat kemari, ibu kak ibu disiksa sama nyonya.” Kata Yanti.


“Apa? Tunggu sebentar, aku akan segera tiba.” Kata Yanto.


Alin menyiksa Ayu tanpa ampun. Ternyata Tika memberitahu Alin bahwa Ayu telah menggoda Jo dan tidur dengan Jo. Tentu saja Alin sangat marah kepada Ayu.


“Dasar wanita kurang ajar, berani sekali kamu menggoda suamiku hah.” Kata Alin dengan mencambuknya Ayu menggunakan ikat pinggan dan bergantian dengan sapu.


“Ampun nyonya, tuan Jo yang memaksa saya.” Kata Ayu sambil menahan rasa sakit.


“Tidak ada ampun untukmu. Kamu harus mati ditanganku.” Kata Alin mencekik Ayu.


Beruntung Jo datang tepat waktu lalu menghentikan istrinya.


“Hentikan semua ini, apa yang terjadi?” Tanya Jo kepada istrinya.


“Ayu apa yang terjadi?” Kata Yudi lalu membantu istrinya, namun tiba-tiba Ayu pingsan.


“Ayu Ayu bangun Ayu.” Teriak Yudi.


“Ibu Ibu cepat bangun bu.” Teriak Yanti dan Yanto.


“Nyonya benar-benar kejam, saya akan menuntut nyonya.” Kata Yudi. Lalu Yudi memembawa Ayu ke rumah sakit.


Situasi berbeda dengan dirumah Jo. Jo dan Alin bertengkar hebat.


“Bisa-bisanya kamu tergoda oleh pembantu sepertinya.” Bentak Alin.


“Dia menjebakku sayang, aku tidak tau kalau dia punya niat buruk terhadapku. Lalu bagaimana ini? Mereka akan melaporkan masalah ini ke pihak polisi.” Kata Jo.


“Tapi seharusnya kamu tidak sampai menyiksanya seperti itu kan?” Tanya Nando.


“Aku akan membunuhnya jika ternyata kamu yang menggodanya terlebih dahulu.” Kata Alin.


“Jangan berlebihan kamu, masalah akan semakin runyam jika kamu berani membunuhnya.” Kata Jo.


“Jadi kamu mengkhawatirkan wanita rendahan itu?” Bentak Alin.


“Bukan begitu, aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa di keluarga kita. Apalagi aku sedang dalam masa promosi sebagai direktur, kalau sampai masalah ini terdengar oleh banyak orang maka bisa terancam karirku.” Kata Jo.


“Ingat ya, aku bisa melakukan hal kejam apapun dan kepada siapapun yang menghalangiku.” Kata Alin.


**


Dirumah sakit.


“Bagaimana kondisi istri saya?” Tanya Yudi kepada dokter.


“Syukurlah kondisi pasien mulai membaik, tapi dia mengalami luka yang cukup serius jadi pasien harus opname.” Kata dokter.


“Tolong lakukan yang terbaik untuk pasien ya dok.” Kata Yudi.


“Pasti.” Kata dokter.


Saat Yudi dan kedua anaknya sedang diluar untuk melaporkan masalah ini ke pihak polisi, diam-diam Alin dan Jo masuk kedalam ruang inap Ayu. Ternyata mereka ingin membawa Ayu kabur. Ayu yang terbaring lemas dan tertutup oleh kain selimut.


“Ayo mas cepat bawa dia.” Kata Alin.


“Bantu aku membawanya.” Kata Jo.


“Kita harus segera menyingkirkan dia secepatnya mas.” Kata Alin.


“Kamu yakin rencana kita akan berhasil?” Tanya Jo.


“Tenang saja, aku yakin rencana kita berhasil. Setelah itu barulah kita mengusir Yudi dan kedua anaknya.” Kata Alin.


Alin dan Jo membawa Ayu ke atap rumah sakit dengan menggunakan bantuan kursi roda, Ayu yang terduduk di kursi roda dengan seluruh tubuhnya yang tertutup selimut lalu Alin mendorongnya hingga terjatuh dari atap.


“Rencana kita berhasil, aku sudah menuliskan surat juga jadi pasti mereka semua akan mengira bahwa Ayu melakukan bunuh diri.” Kata Alin.


“Ayo cepat kita segera turun, segera urus rekaman cctv nya. Cepat hapus rekaman cctv nya agar tidak ada yang mengetahui keberadaan kita disini.” Kata Jo.