Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 25 (From Visual to Devil)



Celine mengadu ke papanya.


“Papa, Celine mau bicara sama papa.” Kata Celine.


“Ada apa? Papa masih mengerjakan pekerjaan papa, kalau butuh sesuatu bilang saja ke mama Marcella.” Kata Jo.


“Aku tidak suka dengannya pa, dia menjebakku pa bahkan dia tega melaporkan aku ke BK pa, dia keterlaluan sekali pa, aku sangat membencinya.” Kata Celine.


“Berani berbuat harus berani bertanggungjawab Celine, perbuatanmu itu salah jadi sudah seharusnya kamu mendapatkan hukuman yang setimpal, kamu jangan bikin malu orang tuamu Celine, mama sudah usahakan agar kamu tidak mendapat hukuman, dan akhirnya pihak sekolah sepakat agar kamu di skors selama tiga hari. Itu jauh lebih baik kan?” Kata Marcella tiba-tiba menghampiri mereka.


“Dengar itu apa kata mama kamu.” Kata Jo.


“Harusnya kalian sebagai orang tua mengusahakan agar hal ini tidak sampai terjadi, aku kecewa dengan kalian terutama papa.” Kata Celine.


“Memangnya sejak kecil apa yang diajarkan oleh ibumu? Menutupi perbuatanmu yang salah dan menyalahkan orang lain atau seperti apa?” Tanya Marcella.


“Sudah sudah stop, Celine kamu keluarlah dulu ya.” Kata Jo.


Jo akhirnya mengajak Marcella untuk bicara.


“Maaf ya atas kelakuan Celine, aku serahkan semuanya kepadamu saja karena aku yakin kamu jauh lebih memahami seperti apa mereka.” Kata Jo sambil memeluk Marcella.


“Terima kasih telah mempercayaiku.” Kata Marcella.


**


Malam hari.


Marcella membuatkan kopi untuk suaminya yang telah dia beri obat tidur.


“Mas minum dulu kopinya mumpung masih panas.” Kata Marcella.


“Wah harum sekali aromanya sayang, terima kasih ya.” Kata Jo lalu meminum kopi buatan istrinya.


“Bagaimana mas? Enak tidak?” Tanya Marcella.


“Enak sekali sayang.” Kata Jo.


“Oh iya mas, besok aku akan pergi keluar kota karena ada urusan bisnis sih, tapi aku ingin diantar oleh Yudi ya? Boleh kan mas?” Tanya Marcella.


“Boleh sayang, justru kalau kamu pergi diantar si Yudi jauh lebih aman. Berapa hari memangnya?” Tanya Jo.


“Iya sayang boleh kok.” Kata Jo.


Tidak lama kemudian Jo tertidur lalu Marcella segera memindahkannya ke atas kasur. Setelah itu dia mengemasi semua barang berharga miliknya dan suaminya termasuk berkas-berkas penting, lalu dia menuju ke ruang rahasia tepatnya dibawah tanah, ternyata disana Yudi dan kedua anaknya telah menunggu Marcella.


“Ibu.” Panggil Yanti sambil memeluk Marcella.


“Jangan berisik nanti Celine dan Rafa bisa dengar. Ini kuncinya, itu ada sidik jari milik si Jo tapi aku sudah menggantinya menjadi sidik jari milikku. Cepat buka pintunya mas.” Kata Marcella.


“Baiklah, Yanto bantu bapak nak.” Kata Yudi.


“Baik pak.” Kata Yanto.


Setelah berhasil membuka ruang rahasia tersebut, mereka pun kaget melihat isinya yaitu tumpukan emas dan uang tunai.


“Wah ini nyata ya bu?” Tanya Yanti.


“Tentu saja, cepat ambil beberapa lalu masukkan kedalam tas ini.” Kata Marcella.


“Bagaimana dengan cctv dirumah ini?” Tanya Yudi.


“Yanti sudah mematikan kamera cctv nya pak.” Kata Yanti.


“Oh syukurlah kalau begitu. Lalu apa rencana kita selanjutnya?” Tanya Yudi.


“Kalian bertiga pergilah ke luar negeri dan kalian harus operasi plastik sampai tidak ada yang bisa mengenali kalian. Aku akan mengurus sisanya, sekarang cepat pergilah dari rumah ini.” Kata Marcella.


“Tapi ibu bagaimana?” Tanya Yanti.


“Ibu akan mengurus yang ada disini sayang, kita pasti akan bertemu lagi ya.” Kata Marcella.


“Haruskah kita mengganti identitas kita juga?” Tanya Yudi kepada Marcella.


“Tentu saja, aku sudah menyiapkan identitas baru untuk kalian. Mulai sekarang nama kamu adalah Rahardian seorang pengusaha di perusahaan properti. Lalu Yanti dan Yanto mulai sekarang akan menjadi Axelo dan Alexa. Bagaimana menurutmu? Kalian harus belajar banyak hal disana termasuk bahasa inggris ya.” Kata Marcella.


“Nama yang bagus bu.” Kata Yanti.


“Panggil aku mama mulai sekarang, dan panggil bapak kamu dengan papa.” Kata Marcella.


Kemudian Yudi beserta kedua anaknya segera pergi sesuai perintah Marcella.