Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 32



Abel


sangat khawatir dengan keadaan Jackson, satu bulan sejak dia tinggal di Amerika


namun belum ada kabar dari Jackson.


“Ma,


pengasuh Celo menelfonku tadi.” Kata Laura.


“Benarkah?


Dia dimana sekarang? Apakah dia bersama papa kamu?” Tanya Abel.


“Bibi


Kang ada di vila milik papa bersama Celo, dia minta bantuanku untuk menjemput


mereka. Aku sangat khawatir dengan kondisi Celo ma, aku takut papa akan


melakukan hal buruk terhadap mereka.” Kata Laura.


“Jangan


terpancing dengannya, bisa saja papa kamu menggunakan Celo sebagai umpan. Kamu


tau sendiri kan papa kamu bisa melakukan apapun demi keinginannya tercapai.”


Kata Abel.


“Lalu


bagaimana ini?” Tanya Laura.


“Mama


sedang menyuruh orang untuk menyelidiki Celo, jadi jangan khawatir. Celo pasti


akan baik-baik saja kok. Mama buatkan makanan untukmu dulu ya.” Kata Abel.


“Apakah


ada kabar dari Ahjushi? Bagaimana keadaan dia saat ini?” Tanya Laura.


“Aku


belum mendapatkan kabar apapun darinya.” Kata Abel.


“Aku


takut dia dalam bahaya.” Kata Laura.


**


Abel sedang


tidur, Laura diam-diam keluar rumah. Dia menuju ke bandara untuk kembali pulang


ke Korea.


“Aku


tidak ingin dia dalam bahaya, lebih baik aku kembali dan menghentikan semua


perbuatan papa. Dia sudah banyak berkorban untukku, dia layak bahagia bersama


orang-orang yang mencintainya.” Kata Laura dalam hati.


Dia


naik taksi menuju bandara, namun saat dia akan naik taksi Leo datang.


“Laura,


kamu mau pergi kemana?” Tanya Leo.


“Anggap


saja kamu tidak melihatku, aku harus kembali ke negaraku. Aku tidak ingin Abel


dalam bahaya, dia banyak berkorban untukku jadi aku tidak ingin dia terluka


karenaku. Untuk sementara tolong jaga dia ya.” Kata Laura.


“Apakah


Abel tau bahwa kamu akan pergi kembali ke Korea?” Tanya Leo.


“Tidak,


jika dia tau pasti akan melarangku.” Kata Laura.


“Dia


membutuhkanmu, jangan tinggalkan dia sendiri. Lebih baik kamu tinggal disini


saja dulu.” Kata Leo.


“Keberadaanku


akan membahayakan dia, bahkan orang yang dia cintai juga terluka karena aku.”


Kata Laura.


“Jangan


pergi, semua akan baik-baik saja. Aku memang tidak mengetahui apa masalah yang


terjadi dengan kalian tapi dengan kamu kembali kesana maka pasti akan muncul


masalah lagi. Tolong pikirkan juga kondisi Abel, bagaimana dia bisa tenang


tinggal disini sendiri dalam keadaan cemas dan khawatir.” Kata Leo.


“Lalu


aku harus bagaimana? Adikku saat ini ada di tangan papaku begitu juga dengan


Jackson.” Kata Laura.


Tiba-tiba


Jackson datang.


“Aku


baik-baik saja.” Kata Jackson.


“Ahjushi,


apakah kamu baik-baik saja? Apakah papaku melakukan hal buruk kepadamu?” Tanya Laura.


“Aku


baik-baik saja, dimana Abel?” Tanya Jackson.


“Dia


ada didalam sedang tidur.” Kata Laura.


Kemudian


Jackson masuk kedalam untuk menemui Abel, sedangkan Laura pergi ke bandara


**


Jackson


masuk kedalam rumah untuk menemui Abel.


“Abel,


buka matamu.” Bisik Jackson. Tidak lama kemudian Abel membuka mata dan terkejut


dengan kedatangan Jackson.


“Jackson.”


Kata Abel sambil meneteskan air mata. Abel pun seketika memeluk erat Jackson.


“Aku


sangat merindukanmu.” Kata Abel.


“Aku


juga sangat merindukanmu, jangan menangis lagi. Aku tidak ingin melihatmu


menangis.” Kata Jackson sambil mengusap air mata Abel. Mereka berdua benar-benar


terhanyut dalam kerinduan hingga tanpa sadar mereka berdua tidur bersama saling


berpelukan mesra.


“Bolehkah


aku melakukannya?” Tanya Jackson, namun Abel terdiam.


“Jawab


aku, jika aku melakukannya sepertinya aku tidak akan berhenti.” Kata Jackson,


Abel pun mengangguk.


Mereka


berdua benar-benar dimabuk cinta layaknya pasangan muda.


“Aku


sangat mencintaimu.” Kata Jackson.


“Aku


juga sangat mencintaimu, maafkan aku.” Kata Abel.


“Maafkan


aku karena datang terlambat, mulai sekarang aku tidak akan membiarkanmu


terluka.” Kata Jackson.


“Aku


pikir kita tidak akan bertemu kembali.” Kata Abel.


“Aku


membuat kesepakatan dengan Jio.” Kata Jackson.


“Kesepakatan


apa?” Tanya Abel.


“Aku


memberikan perusahaanku kepadanya dan hidup bahagia bersamamu.” Kata Jackson.


“Apa?


Kenapa kamu memberikan padanya?” Tanya Abel kaget.


“Tenang


dulu, dengarkan aku dulu. Dia hanya tau bahwa aku memiliki bisnis property di


Amerika, padahal aku memiliki bisnis property di Amerika maupun Korea, aku


hanya memberikan perusahaan kecilku yang di daerah Gangnam saja, secara tidak


langsung aku telah membohonginya. Aku hanya memberikan 10% dari perusahaanku.”


Kata Jackson.


“Dari


mana semua perusahaan propertimu? Apakah dari orang tuamu?” Tanya Abel


penasaran.


“Mereka


adalah orang tua angkatku, sedangkan orang tua kandungku telah meninggal dan


mereka ada hubungannya dengan keluarga Jio.” Kata Jackson.


“Ceritakan


semuanya kepadaku.” Kata Abel.


“Aku


anak tunggal dan tidak memiliki saudara maupun keluarga, orang tuaku pergi saat


umurku 12 tahun. Aku dan keluargaku hidup tanpa kekurangan sedikitpun, bisa dibilang


aku hidup bergelimang harta, ayah Jio bekerja sebagai supir pribadi ayahku


namun dia menusuk keluargaku dari belakang dengan mengkhianati ayahku lalu


mengambil seluruh kekayaan milik kedua orang tuaku. Lalu setelah kepergian


orang tuaku, aku tinggal di panti asuhan dan tidak lama kemudian kerabat ibuku


membawaku ke luar negeri dan mengangkatku sebagai anak mereka. Jadi ibu dan


ayahku sebelumnya telah bekerjasama dengan kerabat ibuku untuk mengembangkan


bisnis properti di Amerika, makanya mereka kemudian mempercayakan kepadaku


untuk mengelola perusahaan mereka, dan kedatanganku ke Korea adalah ingin


merebut semua hak milikku yang ada di tangan Jio.” Kata Jackson.


“Aku


akan membantumu mendapatkan semua keinginanmu.” Kata Abel.


“Benarkah?


Aku bersyukur bisa bertemu denganmu.” Kata Jackson. Lalu mereka pun tidur


bersama dalam satu selimut dengan penuh kemesraan hingga keesokan paginya.