
Abel
sangat khawatir dengan keadaan Jackson, satu bulan sejak dia tinggal di Amerika
namun belum ada kabar dari Jackson.
“Ma,
pengasuh Celo menelfonku tadi.” Kata Laura.
“Benarkah?
Dia dimana sekarang? Apakah dia bersama papa kamu?” Tanya Abel.
“Bibi
Kang ada di vila milik papa bersama Celo, dia minta bantuanku untuk menjemput
mereka. Aku sangat khawatir dengan kondisi Celo ma, aku takut papa akan
melakukan hal buruk terhadap mereka.” Kata Laura.
“Jangan
terpancing dengannya, bisa saja papa kamu menggunakan Celo sebagai umpan. Kamu
tau sendiri kan papa kamu bisa melakukan apapun demi keinginannya tercapai.”
Kata Abel.
“Lalu
bagaimana ini?” Tanya Laura.
“Mama
sedang menyuruh orang untuk menyelidiki Celo, jadi jangan khawatir. Celo pasti
akan baik-baik saja kok. Mama buatkan makanan untukmu dulu ya.” Kata Abel.
“Apakah
ada kabar dari Ahjushi? Bagaimana keadaan dia saat ini?” Tanya Laura.
“Aku
belum mendapatkan kabar apapun darinya.” Kata Abel.
“Aku
takut dia dalam bahaya.” Kata Laura.
**
Abel sedang
tidur, Laura diam-diam keluar rumah. Dia menuju ke bandara untuk kembali pulang
ke Korea.
“Aku
tidak ingin dia dalam bahaya, lebih baik aku kembali dan menghentikan semua
perbuatan papa. Dia sudah banyak berkorban untukku, dia layak bahagia bersama
orang-orang yang mencintainya.” Kata Laura dalam hati.
Dia
naik taksi menuju bandara, namun saat dia akan naik taksi Leo datang.
“Laura,
kamu mau pergi kemana?” Tanya Leo.
“Anggap
saja kamu tidak melihatku, aku harus kembali ke negaraku. Aku tidak ingin Abel
dalam bahaya, dia banyak berkorban untukku jadi aku tidak ingin dia terluka
karenaku. Untuk sementara tolong jaga dia ya.” Kata Laura.
“Apakah
Abel tau bahwa kamu akan pergi kembali ke Korea?” Tanya Leo.
“Tidak,
jika dia tau pasti akan melarangku.” Kata Laura.
“Dia
membutuhkanmu, jangan tinggalkan dia sendiri. Lebih baik kamu tinggal disini
saja dulu.” Kata Leo.
“Keberadaanku
akan membahayakan dia, bahkan orang yang dia cintai juga terluka karena aku.”
Kata Laura.
“Jangan
pergi, semua akan baik-baik saja. Aku memang tidak mengetahui apa masalah yang
terjadi dengan kalian tapi dengan kamu kembali kesana maka pasti akan muncul
masalah lagi. Tolong pikirkan juga kondisi Abel, bagaimana dia bisa tenang
tinggal disini sendiri dalam keadaan cemas dan khawatir.” Kata Leo.
“Lalu
aku harus bagaimana? Adikku saat ini ada di tangan papaku begitu juga dengan
Jackson.” Kata Laura.
Tiba-tiba
Jackson datang.
“Aku
baik-baik saja.” Kata Jackson.
“Ahjushi,
apakah kamu baik-baik saja? Apakah papaku melakukan hal buruk kepadamu?” Tanya Laura.
“Aku
baik-baik saja, dimana Abel?” Tanya Jackson.
“Dia
ada didalam sedang tidur.” Kata Laura.
Kemudian
Jackson masuk kedalam untuk menemui Abel, sedangkan Laura pergi ke bandara
**
Jackson
masuk kedalam rumah untuk menemui Abel.
“Abel,
buka matamu.” Bisik Jackson. Tidak lama kemudian Abel membuka mata dan terkejut
dengan kedatangan Jackson.
“Jackson.”
Kata Abel sambil meneteskan air mata. Abel pun seketika memeluk erat Jackson.
“Aku
sangat merindukanmu.” Kata Abel.
“Aku
juga sangat merindukanmu, jangan menangis lagi. Aku tidak ingin melihatmu
menangis.” Kata Jackson sambil mengusap air mata Abel. Mereka berdua benar-benar
terhanyut dalam kerinduan hingga tanpa sadar mereka berdua tidur bersama saling
berpelukan mesra.
“Bolehkah
aku melakukannya?” Tanya Jackson, namun Abel terdiam.
“Jawab
aku, jika aku melakukannya sepertinya aku tidak akan berhenti.” Kata Jackson,
Abel pun mengangguk.
Mereka
berdua benar-benar dimabuk cinta layaknya pasangan muda.
“Aku
sangat mencintaimu.” Kata Jackson.
“Aku
juga sangat mencintaimu, maafkan aku.” Kata Abel.
“Maafkan
aku karena datang terlambat, mulai sekarang aku tidak akan membiarkanmu
terluka.” Kata Jackson.
“Aku
pikir kita tidak akan bertemu kembali.” Kata Abel.
“Aku
membuat kesepakatan dengan Jio.” Kata Jackson.
“Kesepakatan
apa?” Tanya Abel.
“Aku
memberikan perusahaanku kepadanya dan hidup bahagia bersamamu.” Kata Jackson.
“Apa?
Kenapa kamu memberikan padanya?” Tanya Abel kaget.
“Tenang
dulu, dengarkan aku dulu. Dia hanya tau bahwa aku memiliki bisnis property di
Amerika, padahal aku memiliki bisnis property di Amerika maupun Korea, aku
hanya memberikan perusahaan kecilku yang di daerah Gangnam saja, secara tidak
langsung aku telah membohonginya. Aku hanya memberikan 10% dari perusahaanku.”
Kata Jackson.
“Dari
mana semua perusahaan propertimu? Apakah dari orang tuamu?” Tanya Abel
penasaran.
“Mereka
adalah orang tua angkatku, sedangkan orang tua kandungku telah meninggal dan
mereka ada hubungannya dengan keluarga Jio.” Kata Jackson.
“Ceritakan
semuanya kepadaku.” Kata Abel.
“Aku
anak tunggal dan tidak memiliki saudara maupun keluarga, orang tuaku pergi saat
umurku 12 tahun. Aku dan keluargaku hidup tanpa kekurangan sedikitpun, bisa dibilang
aku hidup bergelimang harta, ayah Jio bekerja sebagai supir pribadi ayahku
namun dia menusuk keluargaku dari belakang dengan mengkhianati ayahku lalu
mengambil seluruh kekayaan milik kedua orang tuaku. Lalu setelah kepergian
orang tuaku, aku tinggal di panti asuhan dan tidak lama kemudian kerabat ibuku
membawaku ke luar negeri dan mengangkatku sebagai anak mereka. Jadi ibu dan
ayahku sebelumnya telah bekerjasama dengan kerabat ibuku untuk mengembangkan
bisnis properti di Amerika, makanya mereka kemudian mempercayakan kepadaku
untuk mengelola perusahaan mereka, dan kedatanganku ke Korea adalah ingin
merebut semua hak milikku yang ada di tangan Jio.” Kata Jackson.
“Aku
akan membantumu mendapatkan semua keinginanmu.” Kata Abel.
“Benarkah?
Aku bersyukur bisa bertemu denganmu.” Kata Jackson. Lalu mereka pun tidur
bersama dalam satu selimut dengan penuh kemesraan hingga keesokan paginya.