Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 34



Sekretaris


Kim mengajak Laura ke tempat parkir.


“Silahkan


masuk nona.” Kata sekretaris Kim.


“Ada


apa ini? Kamu ingin membawaku kemana memangnya? Aku tidak ingin kembali ke


Korea apalagi bertemu dengan papaku.” Kata Laura.


“Ada


yang ingin bertemu dengan nona.” Kata sekretaris Kim.


“Siapa


memangnya?” Tanya Laura.


Tiba-tiba


seseorang membuka kaca mobil, dan dia adalah Jio.


“Hai


putriku.” Kata Jio.


“Papa


apa yang papa lakukan disini?” Tanya Laura, kemudian Laura pergi melarikan diri


dari Jio namun sekretaris Kim berhasil menangkapnya.


“Lepaskan


aku, aku tidak ingin kembali. Aku akan tinggal bersama mama Abel.” Kata Laura.


“Telfon


dia dan katakanlah bahwa kamu akan pulang terlambat, terserah kamu bilang apa


alasannya. Jangan khawatir, papa akan mengantarmu pulang kepadanya kok.” Kata Jio.


Akhirnya Laura menelfon Abel.


“Hallo


ma, aku mau pergi sebentar untuk membeli sesuatu. Makanlah bersama Ahjushi


nanti aku akan kembali pulang malam hari, jangan khawatirkan aku ma.” Kata Laura.


“Memangnya


kamu ingin pergi kemana? Mama bisa mengantarmu dan menemanimu kok.” Kata Abel.


“Aku


ingin pergi sendiri, boleh kan?” Tanya Laura.


“Baiklah


kalau begitu, jangan pulang larut malam.” Kata Abel.


**


Jio


mengajak Laura ke sebuah restoran.


“Bagaimana


kabarmu? Apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Jio.


“Baik,


kenapa papa tiba-tiba datang kemari? Aku sudah dewasa jadi aku berhak menentukan


ingin tinggal dengan siapa.” Kata Laura.


“Padahal


kamu masih SMA tapi berkata sudah dewasa, bagaimana dengan sekolahmu? Lalu


bagaimana dengan bernyanyimu?” Tanya Jio.


“Aku


akan berhenti bernyanyi, karena selama ini bernyanyi adalah keinginan papa.”


Kata Laura.


“Memangnya


apa kelebihanmu selain bernyanyi?” Tanya Jio.


“Aku


akan membuktikan kepada papa bahwa aku bukan lagi Laura yang dulu dan aku akan


sukses meskipun berhenti bernyanyi.” Kata Laura.


“Kamu


harus tetap bernyanyi jika kamu tidak ingin papa menyeretmu kembali ke Korea.”


Kata Jio.


“Silahkan,


aku bisa melawan papa.” Kata Laura.


“Papa


heran kenapa kamu bisa akur dengan ibu tirimu, seandainya kamu tau bagaimana


aslinya dia. Selama ini dia belum menunjukkan sifat aslinya kepadamu. Dia hanya


memanfaatkanmu saja karena perusahaan papa atas namamu dan dia memiliki hak


asuh atasmu. Bagaimana mungkin kamu bisa sebodoh itu dan semudah itu percaya


padanya, bahkan dia tinggal dengan kita belum cukup lama.” Kata Jio.


“Aku


tidak peduli dengan apa yang papa katakan kepadaku, bahkan aku tidak akan


“Jadi


kamu memanggilnya mama saat ini? Waw luar biasa.” Kata Jio.


“Bukan


urusan papa.” Kata Laura.


“Setelah


ini ibumu akan menikah dengan Jackson, dan pasti kamu tau bahwa setelah dia


menikah, kamu akan ditendang dan ditelantarkan.” Kata Jio.


“Dia


bukan seperti yang papa katakan, dia sangat peduli padaku.” Kata Laura, lalu


dia pergi meninggalkan Jio.


“Apakah


kamu tau bagaimana latar belakang dia selama di Indonesia? Dia bahkan membunuh


adik tirinya yang bernama Feya karena dia telah merebut kekasih Abel, lalu Abel


juga sangat membenci ibu tirinya. Sadarlah, mungkin selanjutnya kamu akan menjadi


tergetnya.” Kata Jio. Namun Laura tetap pergi meninggalkan Jio.


“Sepertinya


Laura termakan jebakanku, dia pasti percaya dengan semua kebohonganku tentang


Abel hahahaha.” Kata Jio dalam hati.


**


Satu


bulan kemudian, Abel dan Jackson menggelar pesta pernikahan yang sangat mewah.


Abel sangat bahagia hari itu, dia benar-benar lega karena lepas dari Jio.


“Hari


ini anda sangat cantik.” Kata perias.


“Terima


kasih, ini semua berkat kalian.” Kata Abel.


“Anda


beruntung bisa menikahi lelaki sempurna seperti mempelai pria.” Kata perias.


“Ah


kalian bisa saja, sudah selesai kan? Saya mau menemui anak saya.” Kata Abel.


“Silahkan.”


Kata perias.


Abel menghampiri


Laura dikamarnya.


“Laura-a


kamu sedang apa? Kenapa kamu belum juga bersiap-siap? Pesta akan segera


dimulai.” Kata Abel.


“Ini


kan acara pernikahanmu, aku tidak ada hubungan apapun dengan acara kalian.


Selamat bersenang-senang.” Kata Laura sambil memakai earphone. Abel pun melepas


earphone yang dipakai Laura.


“Kamu


kenapa? Apa yang terjadi? Apakah kamu ada masalah dengan sekolahmu? Atau apakah


kamu ingin bernyanyi kembali?” Tanya Abel.


“Kamu


benar-benar egois, aku kesal denganmu.” Kata Laura, lalu dia pergi.


“Laura-a


Laura-a.” Teriak Abel.


“Ada


apa dengan Laura?” Tanya Jackson.


“Aku


juga tidak tau, sepertinya dia sedang ada masalah. Dia tiba-tiba pergi begitu


saja mas.” Kata Abel.


“Jangan


khawatir, biar Leo yang mengejarnya dan menemaninya. Mungkin ada yang ingin dia


lakukan saat ini.” Kata Jackson.


“Tapi


ini kan hari pernikahanku dan aku ingin dia hadir menemaniku. Bahkan adikku


saja jauh-jauh kesini untukku.” Kata Abel.


“Sudahlah,


dia masih SMA jadi masih sangat labil. Coba pikirkan juga di posisi Laura,


ayahnya selalu menekannya dan banyak hal yang terjadi dengan keluarga dan orang


terdekatnya pasti tidak mudah baginya. Aku yakin dia pasti baik-baik saja kok.”


Kata Jackson sambil memeluk Abel.