
Sekretaris
Kim mengajak Laura ke tempat parkir.
“Silahkan
masuk nona.” Kata sekretaris Kim.
“Ada
apa ini? Kamu ingin membawaku kemana memangnya? Aku tidak ingin kembali ke
Korea apalagi bertemu dengan papaku.” Kata Laura.
“Ada
yang ingin bertemu dengan nona.” Kata sekretaris Kim.
“Siapa
memangnya?” Tanya Laura.
Tiba-tiba
seseorang membuka kaca mobil, dan dia adalah Jio.
“Hai
putriku.” Kata Jio.
“Papa
apa yang papa lakukan disini?” Tanya Laura, kemudian Laura pergi melarikan diri
dari Jio namun sekretaris Kim berhasil menangkapnya.
“Lepaskan
aku, aku tidak ingin kembali. Aku akan tinggal bersama mama Abel.” Kata Laura.
“Telfon
dia dan katakanlah bahwa kamu akan pulang terlambat, terserah kamu bilang apa
alasannya. Jangan khawatir, papa akan mengantarmu pulang kepadanya kok.” Kata Jio.
Akhirnya Laura menelfon Abel.
“Hallo
ma, aku mau pergi sebentar untuk membeli sesuatu. Makanlah bersama Ahjushi
nanti aku akan kembali pulang malam hari, jangan khawatirkan aku ma.” Kata Laura.
“Memangnya
kamu ingin pergi kemana? Mama bisa mengantarmu dan menemanimu kok.” Kata Abel.
“Aku
ingin pergi sendiri, boleh kan?” Tanya Laura.
“Baiklah
kalau begitu, jangan pulang larut malam.” Kata Abel.
**
Jio
mengajak Laura ke sebuah restoran.
“Bagaimana
kabarmu? Apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Jio.
“Baik,
kenapa papa tiba-tiba datang kemari? Aku sudah dewasa jadi aku berhak menentukan
ingin tinggal dengan siapa.” Kata Laura.
“Padahal
kamu masih SMA tapi berkata sudah dewasa, bagaimana dengan sekolahmu? Lalu
bagaimana dengan bernyanyimu?” Tanya Jio.
“Aku
akan berhenti bernyanyi, karena selama ini bernyanyi adalah keinginan papa.”
Kata Laura.
“Memangnya
apa kelebihanmu selain bernyanyi?” Tanya Jio.
“Aku
akan membuktikan kepada papa bahwa aku bukan lagi Laura yang dulu dan aku akan
sukses meskipun berhenti bernyanyi.” Kata Laura.
“Kamu
harus tetap bernyanyi jika kamu tidak ingin papa menyeretmu kembali ke Korea.”
Kata Jio.
“Silahkan,
aku bisa melawan papa.” Kata Laura.
“Papa
heran kenapa kamu bisa akur dengan ibu tirimu, seandainya kamu tau bagaimana
aslinya dia. Selama ini dia belum menunjukkan sifat aslinya kepadamu. Dia hanya
memanfaatkanmu saja karena perusahaan papa atas namamu dan dia memiliki hak
asuh atasmu. Bagaimana mungkin kamu bisa sebodoh itu dan semudah itu percaya
padanya, bahkan dia tinggal dengan kita belum cukup lama.” Kata Jio.
“Aku
tidak peduli dengan apa yang papa katakan kepadaku, bahkan aku tidak akan
“Jadi
kamu memanggilnya mama saat ini? Waw luar biasa.” Kata Jio.
“Bukan
urusan papa.” Kata Laura.
“Setelah
ini ibumu akan menikah dengan Jackson, dan pasti kamu tau bahwa setelah dia
menikah, kamu akan ditendang dan ditelantarkan.” Kata Jio.
“Dia
bukan seperti yang papa katakan, dia sangat peduli padaku.” Kata Laura, lalu
dia pergi meninggalkan Jio.
“Apakah
kamu tau bagaimana latar belakang dia selama di Indonesia? Dia bahkan membunuh
adik tirinya yang bernama Feya karena dia telah merebut kekasih Abel, lalu Abel
juga sangat membenci ibu tirinya. Sadarlah, mungkin selanjutnya kamu akan menjadi
tergetnya.” Kata Jio. Namun Laura tetap pergi meninggalkan Jio.
“Sepertinya
Laura termakan jebakanku, dia pasti percaya dengan semua kebohonganku tentang
Abel hahahaha.” Kata Jio dalam hati.
**
Satu
bulan kemudian, Abel dan Jackson menggelar pesta pernikahan yang sangat mewah.
Abel sangat bahagia hari itu, dia benar-benar lega karena lepas dari Jio.
“Hari
ini anda sangat cantik.” Kata perias.
“Terima
kasih, ini semua berkat kalian.” Kata Abel.
“Anda
beruntung bisa menikahi lelaki sempurna seperti mempelai pria.” Kata perias.
“Ah
kalian bisa saja, sudah selesai kan? Saya mau menemui anak saya.” Kata Abel.
“Silahkan.”
Kata perias.
Abel menghampiri
Laura dikamarnya.
“Laura-a
kamu sedang apa? Kenapa kamu belum juga bersiap-siap? Pesta akan segera
dimulai.” Kata Abel.
“Ini
kan acara pernikahanmu, aku tidak ada hubungan apapun dengan acara kalian.
Selamat bersenang-senang.” Kata Laura sambil memakai earphone. Abel pun melepas
earphone yang dipakai Laura.
“Kamu
kenapa? Apa yang terjadi? Apakah kamu ada masalah dengan sekolahmu? Atau apakah
kamu ingin bernyanyi kembali?” Tanya Abel.
“Kamu
benar-benar egois, aku kesal denganmu.” Kata Laura, lalu dia pergi.
“Laura-a
Laura-a.” Teriak Abel.
“Ada
apa dengan Laura?” Tanya Jackson.
“Aku
juga tidak tau, sepertinya dia sedang ada masalah. Dia tiba-tiba pergi begitu
saja mas.” Kata Abel.
“Jangan
khawatir, biar Leo yang mengejarnya dan menemaninya. Mungkin ada yang ingin dia
lakukan saat ini.” Kata Jackson.
“Tapi
ini kan hari pernikahanku dan aku ingin dia hadir menemaniku. Bahkan adikku
saja jauh-jauh kesini untukku.” Kata Abel.
“Sudahlah,
dia masih SMA jadi masih sangat labil. Coba pikirkan juga di posisi Laura,
ayahnya selalu menekannya dan banyak hal yang terjadi dengan keluarga dan orang
terdekatnya pasti tidak mudah baginya. Aku yakin dia pasti baik-baik saja kok.”
Kata Jackson sambil memeluk Abel.