
Ayu diam-diam menyelidiki Tika dengan berpura-pura bersikap baik dan peduli kepadanya.
“Tika, sedang apa?” Tanya Ayu.
“Tidak apa-apa, aku sedang memikirkan besok mau memasak apa.” Kata Tika.
“Besok biar aku saja yang pergi ke pasar, ya anggap saja bergantian gitu.” Kata Ayu.
“Terima kasih banyak ya.” Kata Tika.
“Kamu sedang ada masalah ya? Raut wajahmu sangat sedih, cerita saja kepadaku. Aku akan membantumu.” Kata Ayu.
“Kamu tau tidak kenapa Agus bisa mencuri cincin milik nyonya?” Tanya Tika.
“Aku tidak tau, dia sedang membutuhkan uang ya?” Tanya Ayu.
“Aku yang menjebaknya, aku yang mengambil cincin itu lalu aku letakkan didalam tas milik Agus.” Kata Tika.
“Astaga, kenapa kamu tega melakukannya pada Agus? Dia ada masalah apa denganmu?” Tanya Ayu.
“Dia telah melakukan hal yang tidak pantas kepadaku.” Kata Tika, lalu Ayu memeluk Tika.
“Aku bisa mengerti seperti apa perasaanmu saat ini, tapi memang lebih baik seperti itu. Kamu tidak salah, justru dia telah bersikap kurang ajar kepadanya.” Kata Ayu.
“Kamu juga harus berhati-hati kepada tuan.” Kata Tika.
“Memangnya kenapa?” Tanya Ayu.
“Aku tau kenapa wajahmu seperti ini, ini karena ulah tuan kan? Dia mencoba untuk menggodamu Ayu, dia itu suka melecehkan wanita, bahkan dia juga pernah melecehkanku dan aku sering melayaninya saat nyonya sedang pergi. Aku melakukannya karena terpaksa, tuan mengancamku. Jika aku menolak dia akan mengusirku atau bahkan membunuhku.” Kata Tika.
“Apa? Mereka kurang ajar sekali.” Kata Ayu.
“Suatu saat pasti tuan akan memintamu untuk melayaninya, dan jika kamu menolak maka suami dan anakmu yang jadi ancamannya.” Kata Tika.
“Lalu aku harus bagaimana?” Tanya Ayu.
“Itu semua tergantung kamu Ayu, makanya kamu sebisa mungkin harus jaga jarak dengan tuan. Jangan sampai hal itu terjadi juga kepadamu.” Kata Tika.
“Aku jadi takut Tika.” Kata Ayu.
“Tidak perlu takut, justru kamu mendapatkan banyak dari tuan jika dia memintamu untuk tidur dengannya.” Bisik Tika.
“Astaga, aku tidak akan pernah mau melayaninya.” Kata Ayu.
“Asal kamu tau ya, dirumah ini terdapat ruang rahasia dan hanya tuan yang mengetahuinya. Bahkan nyonya saja tidak mengetahuinya. Dulu dia pernah memberikanku cincin berlian setelah aku melayaninya.” Kata Tika.
“Berisi tumpukan emas dan yang tunai, tapi aku tidak tau dimana ruang itu. Jika aku mengetahuinya pasti aku sudah mengambil isinya.” Kata Tika.
“Wah boleh juga tuh, aku dan suamiku harus mengetahui dimana ruang rahasia tersebut.” Kata Ayu dalam hati.
“Oh begitu ya, kamu yang sabar ya Tika, yang penting sekarang Agus sudah tidak bekerja disini lagi jadi dia tidak akan mengganggumu lagi.” Kata Ayu menghibur Tika.
“Terima kasih Ayu, aku sangat ketakutan selama bekerja dirumah ini dan tidak pernah bisa merasa aman apalagi tuan selalu mengancamku akan membunuhku jika aku tidak menuruti keinginannya.” Kata Tika.
“Kalau ada sesuatu, kamu bisa cerita padaku.” Kata Ayu.
**
Keesokan harinya.
Jo memanggil Tika ke ruangannya.
“Ada apa tuan?” Tanya Tika.
“Ini untukmu.” Kata Jo, Jo memberikan uang kepada Tika.
“Untuk apa ini tuan?” Tanya Tika dengan polosnya.
“Amplop kecil itu untukmu, amplop besar itu berikan kepada Ayu, suruh dia merawat dirinya secantik mungkin dan antar dia ke vila tempat biasanya kita bercinta.” Kata Jo.
“Apa? Tapi bagaimana dengan suaminya? Saya takut tuan.” Kata Tika.
“Aku yang mengurus suaminya, tugasmu suruh dia berdandan secantik mungkin dan antar dia ke vila.” Kata Jo.
“Baik tuan.” Kata Tika.
Kemudian Tika kembali dan dia bingung harus bicara apa kepada Ayu. Akhirnya Tika memberikan uang tersebut kepada Ayu. Tika menghampiri Ayu yang sedang berada di dapur.
“Ayu.” Panggil Tika.
“Ada apa?” Tanya Ayu.
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Tika.
“Sebentar ya, aku masih memasak. Setelah ini aku akan menghampirimu.” Kata Ayu.
“Aku tunggu di taman belakang ya.” Kata Tika.
“Baiklah.” Kata Ayu.