Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 10



Keesokan


harinya. Keluarga Jio sedang sarapan bersama.


“Hari ini aku


akan berkunjung ke rumah mama Lily.” Kata Laura.


“Baiklah, tapi


papa tidak akan mengijinkanmu untuk menginap.” Kata Jio.


Kemudian Laura segera pergi.


“Makanlah


dulu.” Kata Jio.


“Aku harus


diet.” Kata Laura.


Ternyata Laura pergi ke ruangan rahasia papanya yaitu di kantornya. Dia telah


mendapatkan sidik jari papanya sehingga dia bisa membuka ruangan tersebut.


Abel dan Laura telah merencanakan hal ini, Abel memasukkan obat tidur didalam


minumannya. Sedangkan Celo pergi kerumah Lily.


Setelah Jio minum, dia merasa lelah.


“Kenapa mas?”


Tanya Abel.


“Aku merasa


lelah dan pusing.” Kata Jio.


“Kalau begitu


istirahatlah, aku tidak ingin kamu kelelahan mas, aku antar ke kamar yuk.” Kata


Abel.


“Tapi aku


harus pergi ke kantor.” Kata Jio.


“Ambillah


libur, lagipula kamu kan pemiliknya jadi untuk apa sibuk pergi ke kantor. Kamu


bisa menanyakan pada sekretaris Kim.” Kata Abel sambil memeluk suaminya dan


menidurkan suaminya.


Setelah Jio tertidur, dia mengambil ponsel milik suaminya dan mengirim pesan kepada


sekretaris Kim “Hari ini aku tidak ke kantor karena kelelahan, pergilah ke


rumah Lily dan awasi dia dengan Celo. “.


“Akhirnya


berhasil, aku harus segera menghampiri Laura.” Kata Abel. Dia pun menyetir


mobil sendiri menuju ke kantor Jio. Setibanya di kantor Jio.


“Bagaimana


dengan Celo?” Tanya Laura.


“Dia aman


dirumah Lily, ayo cepat buka ruang rahasia itu.” Kata Abel.


“Ok.” Kata


Laura.


Mereka pun


berhasil membuka ruang rahasia milik Jio dan memasukinya. Betapa kagetnya


mereka karena ruangan tersebut berisi tumpukan emas dan beberapa uang tunai,


selain itu banyak pula berkas-berkas terkait proposal pembangunan proyek dan


semua aset milik perusahaan miliknya ada disana, ada pula foto album dan bagan


keluarga Jio. Laura membuka foto album tersebut dan dia kaget dengan


salah satu foto.


“Wanita ini.”


Kata Laura.


mengenalnya? Apakah dia ibu kandungmu?” Tanya Abel.


“Aku tidak tau


tapi aku seringkali bermimpi bertemu dengannya makanya aku melukisnya.” Kata


Laura.


“Aku akan


mencari tau siapa wanita ini, papa kamu pernah bilang bahwa cinta pertamanya


bernama Adele, apa mungkin wanita ini bernama Adele? Apakah papa kamu pernah


memberitahumu tentang siapa ibu kandungmu?” Tanya Abel.


“Tidak, karena


di akta kelahiranku tertulis nama papa dan mama Lily. Papa tidak pernah


memberitahu siapa ibu kandungku dan papa juga melarangku untuk bertanya siapa


ibu kandungku.” Kata Laura.


“Aku merasa


bahwa ibu kandungmu masih hidup dan tinggal di luar negeri.” Kata Abel.


“Benarkah?”


Tanya Laura.


“Aku akan


mencari tau, aku harus mengambil foto wanita ini.” Kata Abel.


Setelah itu,


Abel menemukan sebuah buku diary, dia pun mengambil buku diary tersebut dan


membawanya diam-diam. Kemudian dia juga menemukan sebuah proposal tentang


perusahaan milik Jackson dan tertulis “Aku akan menghancurkanmu.” Tentu saja


Abel sangat syok melihatnya, akhirnya dia berencana menemui Jackson.


“Laura


ayo kita keluar.” Ajak Abel.


“Lihatlah


ruangan di sebelah sana, sepertinya papa pernah mengurung


seseorang.” Kata Laura.


“Laura cepat keluarlah, biar aku yang melakukan


sisanya.” Kata Abel.


“Baiklah,


berhati-hatilah. Setelah keluar dari ruangan ini jangan lupa untuk menghapus


rekaman cctv.” Kata Laura.


“Baiklah.” Kata


Abel.


Setelah Laura keluar, Abel melihat-lihat semua yang ada di ruang rahasia milik Jio.


Abel menemukan


sebuah guci dan berisi abu.


“Abu apa ini?


Sepertinya aku harus mencari tau abu apa ini.” Kata Abel, Abel pun mengambil


abu tersebut dan pergi ke suatu tempat untuk mengidentifikasi abu tersebut.


Dua jam


kemudian, hasil identifikasi tersebut keluar.


Betapa kagetnya


bahwa abu tersebut adalah abu pembakaran jasad ibu kandung Celo.


“*JadiJio


menyimpan abu kremasi ibu kandungCelo di ruang rahasianya, apa tujuannya?


Aku harus mencari tau melalui Lily karena dia dituduh membunuh ibu kandungCelo*.” Kata Abel dalam hati.