
Keesokan
harinya. Keluarga Jio sedang sarapan bersama.
“Hari ini aku
akan berkunjung ke rumah mama Lily.” Kata Laura.
“Baiklah, tapi
papa tidak akan mengijinkanmu untuk menginap.” Kata Jio.
Kemudian Laura segera pergi.
“Makanlah
dulu.” Kata Jio.
“Aku harus
diet.” Kata Laura.
Ternyata Laura pergi ke ruangan rahasia papanya yaitu di kantornya. Dia telah
mendapatkan sidik jari papanya sehingga dia bisa membuka ruangan tersebut.
Abel dan Laura telah merencanakan hal ini, Abel memasukkan obat tidur didalam
minumannya. Sedangkan Celo pergi kerumah Lily.
Setelah Jio minum, dia merasa lelah.
“Kenapa mas?”
Tanya Abel.
“Aku merasa
lelah dan pusing.” Kata Jio.
“Kalau begitu
istirahatlah, aku tidak ingin kamu kelelahan mas, aku antar ke kamar yuk.” Kata
Abel.
“Tapi aku
harus pergi ke kantor.” Kata Jio.
“Ambillah
libur, lagipula kamu kan pemiliknya jadi untuk apa sibuk pergi ke kantor. Kamu
bisa menanyakan pada sekretaris Kim.” Kata Abel sambil memeluk suaminya dan
menidurkan suaminya.
Setelah Jio tertidur, dia mengambil ponsel milik suaminya dan mengirim pesan kepada
sekretaris Kim “Hari ini aku tidak ke kantor karena kelelahan, pergilah ke
rumah Lily dan awasi dia dengan Celo. “.
“Akhirnya
berhasil, aku harus segera menghampiri Laura.” Kata Abel. Dia pun menyetir
mobil sendiri menuju ke kantor Jio. Setibanya di kantor Jio.
“Bagaimana
dengan Celo?” Tanya Laura.
“Dia aman
dirumah Lily, ayo cepat buka ruang rahasia itu.” Kata Abel.
“Ok.” Kata
Laura.
Mereka pun
berhasil membuka ruang rahasia milik Jio dan memasukinya. Betapa kagetnya
mereka karena ruangan tersebut berisi tumpukan emas dan beberapa uang tunai,
selain itu banyak pula berkas-berkas terkait proposal pembangunan proyek dan
semua aset milik perusahaan miliknya ada disana, ada pula foto album dan bagan
keluarga Jio. Laura membuka foto album tersebut dan dia kaget dengan
salah satu foto.
“Wanita ini.”
Kata Laura.
mengenalnya? Apakah dia ibu kandungmu?” Tanya Abel.
“Aku tidak tau
tapi aku seringkali bermimpi bertemu dengannya makanya aku melukisnya.” Kata
Laura.
“Aku akan
mencari tau siapa wanita ini, papa kamu pernah bilang bahwa cinta pertamanya
bernama Adele, apa mungkin wanita ini bernama Adele? Apakah papa kamu pernah
memberitahumu tentang siapa ibu kandungmu?” Tanya Abel.
“Tidak, karena
di akta kelahiranku tertulis nama papa dan mama Lily. Papa tidak pernah
memberitahu siapa ibu kandungku dan papa juga melarangku untuk bertanya siapa
ibu kandungku.” Kata Laura.
“Aku merasa
bahwa ibu kandungmu masih hidup dan tinggal di luar negeri.” Kata Abel.
“Benarkah?”
Tanya Laura.
“Aku akan
mencari tau, aku harus mengambil foto wanita ini.” Kata Abel.
Setelah itu,
Abel menemukan sebuah buku diary, dia pun mengambil buku diary tersebut dan
membawanya diam-diam. Kemudian dia juga menemukan sebuah proposal tentang
perusahaan milik Jackson dan tertulis “Aku akan menghancurkanmu.” Tentu saja
Abel sangat syok melihatnya, akhirnya dia berencana menemui Jackson.
“Laura
ayo kita keluar.” Ajak Abel.
“Lihatlah
ruangan di sebelah sana, sepertinya papa pernah mengurung
seseorang.” Kata Laura.
“Laura cepat keluarlah, biar aku yang melakukan
sisanya.” Kata Abel.
“Baiklah,
berhati-hatilah. Setelah keluar dari ruangan ini jangan lupa untuk menghapus
rekaman cctv.” Kata Laura.
“Baiklah.” Kata
Abel.
Setelah Laura keluar, Abel melihat-lihat semua yang ada di ruang rahasia milik Jio.
Abel menemukan
sebuah guci dan berisi abu.
“Abu apa ini?
Sepertinya aku harus mencari tau abu apa ini.” Kata Abel, Abel pun mengambil
abu tersebut dan pergi ke suatu tempat untuk mengidentifikasi abu tersebut.
Dua jam
kemudian, hasil identifikasi tersebut keluar.
Betapa kagetnya
bahwa abu tersebut adalah abu pembakaran jasad ibu kandung Celo.
“*JadiJio
menyimpan abu kremasi ibu kandungCelo di ruang rahasianya, apa tujuannya?
Aku harus mencari tau melalui Lily karena dia dituduh membunuh ibu kandungCelo*.” Kata Abel dalam hati.