Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 24



Abel pergi berdua bersama Laura tanpa seorang supir.



“Kita


berangkat sekarang ya.” Kata Abel.


“Iya.”


Jawab Laura.


Ditengah


perjalanan, Abel justru melewati jalan menuju tempat Jio, Abel justru tetap


lurus menuju ke sekolahnya.


“Kita mau


kemana? Turunkan aku disini. Bukankah kita akan menemui papaku?” Tanya Laura.


Abel


segera mengunci pintu mobilnya dan tetap melaju dengan cepat.


“Mama apa


yang kamu lakukan? Cepat turunkan aku disini. Kita mau kemana sih sebenarnya?”


Tanya Laura namun Abel diam saja.


Setibanya


di sekolah.


“Untuk


apa kita datang ke sekolah? Bukankah ini hari libur? Apa yang sedang kamu


rencanakan padaku?” Tanya Laura.


“Cepat


turun.” Paksa Abel.


Abel


membawa Laura hadir dalam rapat komite kekerasan yang melibatkan Laura dan


beberapa siswa lainnya. Jadi salah satu wali murid di sekolah melaporkan


perbuatan Laura dan teman-temannya karena telah membuli salah satu siswa. Laura


dan teman-temannya melakukan pembulian kepada siswa baik kekerasan fisik maupun


psikis.


“Kenapa


kamu membawaku kesini? Aku tidak bersalah.” Kata Laura.


“Duduklah,


aku datang kesini bukan sebagai pemilik sekolah melainkan sebagai wali murid.


Duduklah dan dengarlah keputusan mereka.” Kata Abel.


Laura dan


teman-temannya mendapat hukuman atas kesalahan yang dia lakukan, Laura dan


teman-temannya diskors selama tujuh hari dan harus menjalani hukuman dengan


membersihkan ruang auditorium selama tiga hari sedangkan Laura selama sepuluh


hari karena dia adalah ketua dan profokatornya.


“Saya


sebagai ibu dari siswa Park Laura memohon maaf atas kesalahan yang anak saya


perbuat.” Kata Abel menunduk untuk memohon maaf kepada korban buli.


“Cepat


menunduk dan minta maaflah.” Bisik Abel kepada Laura.



“Tidak


mau, aku tidak bersalah. Kamu benar-benar menyebalkan, bukankah seharusnya


seorang ibu harus melindungi anaknya? Kamu bilang bahwa kamu adalah ibuku tapi


kamu justru menghancurkanku.” Kata Laura lalu dia pergi menghampiri


teman-temannya.


“Bagaimana


ini? Kenapa ibumu tidak bisa membela kita. Aku tidak mau diskors dan harus


membersihkan ruang auditorium sebesar itu.” Gerutu Hani.


“Ini semua


karena ulahmu.” Kata Mario menyalahkan Laura.


“Jangan


khawatir, kita bisa membayar siswa lain untuk melakukannya.” Kata Laura.


“Aku


setuju.” Kata Ken.


**


Abel


“Hallo,


ada apa?” Tanya Adele.


“Bisakah


kamu melakukan sesuatu untukku?” Tanya Laura.


“Apa yang


bisa aku lakukan untukmu?” Tanya Adele.


“Aku


sangat kesal dengan Abel, urus dia.” Kata Laura.


“Jangan


khawatir, aku akan melakukannya untukmu.” Kata Adele.


Keesokan


paginya.


Orang tau


dari Ken, Yuri, Mario dan Hani mendatangi kantor Abel.


“Ada apa


ini?” Tanya Abel.


“Aku


tidak terima jika anakku diperlakukan seperti ini, anakku tidak bersalah.” Kata


ibu Hani.


“Kamu


bahkan tidak pantas menjadi pemilik yayasan sekolah ini, yayasan sekolah ini


bisa hancur jika ada di tanganmu.” Kata ibu Mario.


“Segera


cabut semua hukuman anak-anak kita. Mereka semua harus belajar dengan rajin


agar bisa masuk ke SNU, memangnya kamu bisa membuat anakku masuk ke SNU.” Kata


ibu Ken.


“Jangan-jangan


kamu dari awal mengincar yayasan sekolah ini agar bisa seenaknya dengan


anak-anak kita, kamu bahkan bukan ibu yang baik untuk Laura. Kasihan Laura,


ayahnya difitnah istrinya sehingga masuk penjara lalu istrinya memperlakukan Laura


dengan tidak baik.” Kata ibu Yuri.


“Anak-anak


bersalah jadi sudah seharusnya mereka mendapatkan hukuman itu, apa kalian tidak


kasihan dengan korban?” Tanya Abel.


“Kita


telah mendapatkan tanda tangan petisi bahwa anak-anak berprestasi seperti


mereka tidak boleh mendapatkan hukuman seperti diskors karena akan membuat


mereka ketinggalan pelajaran, lagipula korban juga telah memaafkan anak-anak


kami dan anak-anak juga telah meminta maaf dengan korban. Para orang tua bahkan


telah mendatangani petisi ini.” Kata ibu Ken.


Akhirnya Laura


dan teman-temannya dicabut dari hukuman diskors dan hukuman membersihkan ruang


auditorium. Abel bertanya-tanya kenapa para orang tua tiba-tiba melakukan hal


itu padahal sebelumnya para orang tua tidak mempermasalahkannya.


“Ulah


siapa lagi ini? Tidak mungkin Laura bisa melakukan hal sampai sejauh ini, lalu


siapa yang membantunya? Aku yakin ada yang dia sembunyikan dariku.” Kata Abel


dalam hati.


 


 


 


Info :


Ada beberapa pergantian nama tokoh, yaitu :


- Eun Byeol    : Hani


- Min Hyuk     : Mario


- Yu Ri            : Yuri


- Seok Hoon    : Ken