
Abel pergi berdua bersama Laura tanpa seorang supir.
“Kita
berangkat sekarang ya.” Kata Abel.
“Iya.”
Jawab Laura.
Ditengah
perjalanan, Abel justru melewati jalan menuju tempat Jio, Abel justru tetap
lurus menuju ke sekolahnya.
“Kita mau
kemana? Turunkan aku disini. Bukankah kita akan menemui papaku?” Tanya Laura.
Abel
segera mengunci pintu mobilnya dan tetap melaju dengan cepat.
“Mama apa
yang kamu lakukan? Cepat turunkan aku disini. Kita mau kemana sih sebenarnya?”
Tanya Laura namun Abel diam saja.
Setibanya
di sekolah.
“Untuk
apa kita datang ke sekolah? Bukankah ini hari libur? Apa yang sedang kamu
rencanakan padaku?” Tanya Laura.
“Cepat
turun.” Paksa Abel.
Abel
membawa Laura hadir dalam rapat komite kekerasan yang melibatkan Laura dan
beberapa siswa lainnya. Jadi salah satu wali murid di sekolah melaporkan
perbuatan Laura dan teman-temannya karena telah membuli salah satu siswa. Laura
dan teman-temannya melakukan pembulian kepada siswa baik kekerasan fisik maupun
psikis.
“Kenapa
kamu membawaku kesini? Aku tidak bersalah.” Kata Laura.
“Duduklah,
aku datang kesini bukan sebagai pemilik sekolah melainkan sebagai wali murid.
Duduklah dan dengarlah keputusan mereka.” Kata Abel.
Laura dan
teman-temannya mendapat hukuman atas kesalahan yang dia lakukan, Laura dan
teman-temannya diskors selama tujuh hari dan harus menjalani hukuman dengan
membersihkan ruang auditorium selama tiga hari sedangkan Laura selama sepuluh
hari karena dia adalah ketua dan profokatornya.
“Saya
sebagai ibu dari siswa Park Laura memohon maaf atas kesalahan yang anak saya
perbuat.” Kata Abel menunduk untuk memohon maaf kepada korban buli.
“Cepat
menunduk dan minta maaflah.” Bisik Abel kepada Laura.
“Tidak
mau, aku tidak bersalah. Kamu benar-benar menyebalkan, bukankah seharusnya
seorang ibu harus melindungi anaknya? Kamu bilang bahwa kamu adalah ibuku tapi
kamu justru menghancurkanku.” Kata Laura lalu dia pergi menghampiri
teman-temannya.
“Bagaimana
ini? Kenapa ibumu tidak bisa membela kita. Aku tidak mau diskors dan harus
membersihkan ruang auditorium sebesar itu.” Gerutu Hani.
“Ini semua
karena ulahmu.” Kata Mario menyalahkan Laura.
“Jangan
khawatir, kita bisa membayar siswa lain untuk melakukannya.” Kata Laura.
“Aku
setuju.” Kata Ken.
**
Abel
“Hallo,
ada apa?” Tanya Adele.
“Bisakah
kamu melakukan sesuatu untukku?” Tanya Laura.
“Apa yang
bisa aku lakukan untukmu?” Tanya Adele.
“Aku
sangat kesal dengan Abel, urus dia.” Kata Laura.
“Jangan
khawatir, aku akan melakukannya untukmu.” Kata Adele.
Keesokan
paginya.
Orang tau
dari Ken, Yuri, Mario dan Hani mendatangi kantor Abel.
“Ada apa
ini?” Tanya Abel.
“Aku
tidak terima jika anakku diperlakukan seperti ini, anakku tidak bersalah.” Kata
ibu Hani.
“Kamu
bahkan tidak pantas menjadi pemilik yayasan sekolah ini, yayasan sekolah ini
bisa hancur jika ada di tanganmu.” Kata ibu Mario.
“Segera
cabut semua hukuman anak-anak kita. Mereka semua harus belajar dengan rajin
agar bisa masuk ke SNU, memangnya kamu bisa membuat anakku masuk ke SNU.” Kata
ibu Ken.
“Jangan-jangan
kamu dari awal mengincar yayasan sekolah ini agar bisa seenaknya dengan
anak-anak kita, kamu bahkan bukan ibu yang baik untuk Laura. Kasihan Laura,
ayahnya difitnah istrinya sehingga masuk penjara lalu istrinya memperlakukan Laura
dengan tidak baik.” Kata ibu Yuri.
“Anak-anak
bersalah jadi sudah seharusnya mereka mendapatkan hukuman itu, apa kalian tidak
kasihan dengan korban?” Tanya Abel.
“Kita
telah mendapatkan tanda tangan petisi bahwa anak-anak berprestasi seperti
mereka tidak boleh mendapatkan hukuman seperti diskors karena akan membuat
mereka ketinggalan pelajaran, lagipula korban juga telah memaafkan anak-anak
kami dan anak-anak juga telah meminta maaf dengan korban. Para orang tua bahkan
telah mendatangani petisi ini.” Kata ibu Ken.
Akhirnya Laura
dan teman-temannya dicabut dari hukuman diskors dan hukuman membersihkan ruang
auditorium. Abel bertanya-tanya kenapa para orang tua tiba-tiba melakukan hal
itu padahal sebelumnya para orang tua tidak mempermasalahkannya.
“Ulah
siapa lagi ini? Tidak mungkin Laura bisa melakukan hal sampai sejauh ini, lalu
siapa yang membantunya? Aku yakin ada yang dia sembunyikan dariku.” Kata Abel
dalam hati.
Info :
Ada beberapa pergantian nama tokoh, yaitu :
- Eun Byeol : Hani
- Min Hyuk : Mario
- Yu Ri : Yuri
- Seok Hoon : Ken